Berita Lain
-
Kamis, 24/05/2012 13:34 WIB
Sambut Jenazah Anaknya, Ibunda Yusuf Tak Kuasa Menahan Air Mata
-
Kamis, 24/05/2012 13:01 WIB
Bus Rombongan Peziarah Tabrakan Beruntun, 3 Sopir Luka Ringan
-
Kamis, 24/05/2012 12:44 WIB
Semen Gresik Janji Penuhi Tuntutan Warga
-
Kamis, 24/05/2012 12:30 WIB
Prosesi Pemakaman Aditya Diwarnai Derai Air Mata
-
Kamis, 24/05/2012 11:35 WIB
Pabrik Semen Gresik di Tuban Didemo Warga
Indeks Berita
Gaya Hidup
Rabu, 23/05/2012 08:33
Berkat teknologi, pasangan yang tinggal berjauhan takkan pernah merasa kesepian karena bisa lakukan aktivitas bernama phone sex.
Plus Minus Melakukan Phone Sex dengan Pasangan
Kuliner
Selasa, 22/05/2012 09:59
Bakso udang yang satu ini bukan hanya aromanya yang gurih wangi tetapi rasa gurihnya sangat menggoda. Santap selagi hangat dengan saus favorit Anda!
Resep Seafood: Bola-bola Udang
Pelajar
Senin, 21/05/2012 12:56
Tiga siswa SMPN 3 Lamongan menjadi juara 1 menciptakan pembasmi insektisida alami melawan ulat yang sering menyerang daun sawi. Mereka pun mendapat penghargaan.
Tiga Siswa SMP Temukan Insektisida Alami Melawan Ulat
Blog Surabaya
-
Asyiknya berpetualang di Kebun Binatang
Ya, saat ditanya tempat wisata impian yang saya inginkan saya ingin ke sebuah tempat dimana banyak satwa-satwa langka, unik, cantik, dan lucu
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
-
Rp 6,010.000
-
Rp 2,801.000
Parikan
Sabtu, 07/05/2011 09:53
cak pan kathok'e bolong , pas tuku endok strali
cak pan kathok'e bolong , pas tuku endok strali
komisi delapan koyok wong lahong , pas ndok australi
(caklim)
Arep Mbales PariKan? Klik di Sini
Suroboyoan
» Thread Pilihan

Kamis, 29/03/2012 18:08 WIB
Walah, Pendemo Pasang Kondom di Sepanjang Kawat Gedung Grahadi
Posted : juricho» Thread Terbaru
Sabtu, 25/02/2012 12:58 WIB
Lumajang -
Upaya KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi) untuk melacak jejak DR H Ali Mudhori di Kabupaten Lumajang, sebagai saksi kunci yang dibutuhkan Jaksa Penuntut Umum dalam persidangan kasus dugaan suap Dana PPIP di Papua yang melibatkan terdakwa Dadong Irbarelawan dan I Nyoman Suisnaya, masih terus berlanjut.
Bahkan, Tim Penyidik KPK yang terdiri dari 7 personil juga masih berada di Kota Pisang ini. Hal itu disampaikan Kapolres Lumajang AKBP Susanto ketika dikonfirmasi detikcom di Mapolres Lumajang, Sabtu (25/2/2012) pagi.
Menurut Perwira Menengah (Pamen) mantan Kapolres Sumenep, Madura ini, sesuai surat yang diterima jajarannya, dimana Tim KPK meminta bantuan pengamanan untuk menyerahkan surat panggilan ketiga kepada Ali Mudhori, tidak disampaikan berapa lama berada di Lumajang.
"Yang jelas Tim KPK masih berada di Lumajang. Bisa satu hari, dua hari atau sampai memastikan sidang di Pengadilan Tipikor Jakarta, Senin (27/2/2012) mendatang, dihadiri oleh Ali Mudhori," kata AKBP Susanto.
Meski demikian, Kapolres tidak menyebutkan dimana Tim KPK tinggal selama berada di Lumajang. Karena, pihaknya hanya diminta untuk menyiapkan tim guna melakukan pengamanan saja. "Itu urusan Tim KPK. Pastinya, kita dimintai bantuan pengamanan selama mereka melaksanakan tugas di sini. Dan itu yang kita laksanakan," terang AKBP Susanto.
Sementara itu, rumah DR H Ali Mudhori dari pantauan detikcom tetap sepi dan kosong melompong. Rumah mewah yang terletak di Jl. Pisang Agung II/1, Kelurahan Kepuharjo ini, tetap terkunci rapat pagarnya.
Di balik agar tinggi yang mengelilingi rumah mewah yang dibangun dengan biaya miliaran rupiah itu, tetap tidak ada aktivitas apapun. Sama seperti sehari sebelumnya, di mana Tim Penyidik KPK dengan pegawalan ketat puluhan aparat Polres Lumajang mendatangi rumah tersebut, yang juga kondisi kosong tanpa penghuni.
Di balik pagar, tepatnya di arah garasi juga tidak terparkir satupun kendaraan, baik mobil maupun motor. Padahal, biasanya di sana terparkir sejumlah mobil mewah seperti Toyota Alphard, Toyota Innova dan sejumlah mobil lainnya.
Sedangkan, malam sebelumnya sempat terjadi preseden, ketika Tim KPK mendatangi rumah. Di mana, Tim Penyidik KPK sempat mendatangi rumah keluarga Ali Mudhori di Jl. Kapten Pierre Tendean, Kelurahan Tompokersan, Kecamatan Kota Lumajang, mendapatkan penolakan.
Awalnya, petugas yang datang ke rumah ini, sulit menemui penghuni rumah. Sebab, rumah terkunci rapat. Namun, Tim Penyidik KPK yang datang dengan dikawal puluhan aparat Polres Lumajang, kemudian berupaya mengetok-ngetok pintu rumah dan meminta penghuninya keluar.
Sampai akhirnya, dipastikan jika di dalam rumah ada penghuninya, meski tidak mau membukakan pintu. Penghuni yang saat itu berada di dalam rumah yang diketahui milik mertua DR H Ali Mudhori ini, adalah Ghofur, kakap iparnya.
Tak lama kemudian, petugas Polres Lumajang berusaha meminta keluar meski tetap tidak dibukakan pintu. Sampai akhirnya, petugas tetap berusaha masuk bersama Tim Penyidik KPK hingga Ghofur yang ternyata telah membawa gayung berisi air, menyiramkannya kepada Tim Penyidik KPK.
Tak ayal, guyuran air itu membuat sejumlah Tim Penyidik KPK dan juga personil Polres Lumajang pun terkena getahnya hingga baju yang dikenakan basah. Singkat saja, terjadi perselisihan antara Ghofur dan Tim Penyidik KPK yang menyatakan dirinya tidak tahu-menahu dengan yang dilakukan DR H Ali Mudhori.
Bahkan, ketika Tim Penyidik KPK menyerahkan surat yang harus diterima oleh Ghofur, pria ini tetap ngotot menolaknya. ”Kalau mau ditaruh di meja, silahkan saja. Tapi, saya tidak mau terima dan tidak bertanggungjawab kalau hilang,” kata Ghofur lagi.
Kenyataan itu tetap tak digubris oleh Tim Penyidik KPK yang tetap meletakkan surat panggilan ketiga untuk politisi yang juga mantan anggota Tim Asistensi Menakertrans Muhaimin Iskandar tersebut. Selanjutnya, Tim Penyidik KPK dengan pengawalan ketat aparat Polres Lumajang bergeser dari rumah mertua Ali Mudhori.
Dari pantauan detikcom, Sabtu (25/2/2012) pagi, rumah mertua Ali Mudhori terlihat sepi tanpa ada penghuni dan pintu terkunci rapat. Setelah kedatangan Tim Penyidik KPK, tampaknya penghuni rumah memilih untuk menutup diri.
Lantas, di mana keberadaan Ali Mudhori kini? Itulah yang masih berusaha dipastikan Tim Penyidik KPK untuk melacak, sekaligus menyerahkan surat panggilan ketiga sidang di Pengadilan Tipikor Jakarta serta memastikan kehadiran politisi yang kini menjabat sebagai Ketua DPC PKB Kabupaten Lumajang ini.
(gah/bdh)
Penyidik KPK Terus Lacak Jejak Ali Mudhori di Lumajang
Santi Rahayu - detikSurabayaBahkan, Tim Penyidik KPK yang terdiri dari 7 personil juga masih berada di Kota Pisang ini. Hal itu disampaikan Kapolres Lumajang AKBP Susanto ketika dikonfirmasi detikcom di Mapolres Lumajang, Sabtu (25/2/2012) pagi.
Menurut Perwira Menengah (Pamen) mantan Kapolres Sumenep, Madura ini, sesuai surat yang diterima jajarannya, dimana Tim KPK meminta bantuan pengamanan untuk menyerahkan surat panggilan ketiga kepada Ali Mudhori, tidak disampaikan berapa lama berada di Lumajang.
"Yang jelas Tim KPK masih berada di Lumajang. Bisa satu hari, dua hari atau sampai memastikan sidang di Pengadilan Tipikor Jakarta, Senin (27/2/2012) mendatang, dihadiri oleh Ali Mudhori," kata AKBP Susanto.
Meski demikian, Kapolres tidak menyebutkan dimana Tim KPK tinggal selama berada di Lumajang. Karena, pihaknya hanya diminta untuk menyiapkan tim guna melakukan pengamanan saja. "Itu urusan Tim KPK. Pastinya, kita dimintai bantuan pengamanan selama mereka melaksanakan tugas di sini. Dan itu yang kita laksanakan," terang AKBP Susanto.
Sementara itu, rumah DR H Ali Mudhori dari pantauan detikcom tetap sepi dan kosong melompong. Rumah mewah yang terletak di Jl. Pisang Agung II/1, Kelurahan Kepuharjo ini, tetap terkunci rapat pagarnya.
Di balik agar tinggi yang mengelilingi rumah mewah yang dibangun dengan biaya miliaran rupiah itu, tetap tidak ada aktivitas apapun. Sama seperti sehari sebelumnya, di mana Tim Penyidik KPK dengan pegawalan ketat puluhan aparat Polres Lumajang mendatangi rumah tersebut, yang juga kondisi kosong tanpa penghuni.
Di balik pagar, tepatnya di arah garasi juga tidak terparkir satupun kendaraan, baik mobil maupun motor. Padahal, biasanya di sana terparkir sejumlah mobil mewah seperti Toyota Alphard, Toyota Innova dan sejumlah mobil lainnya.
Sedangkan, malam sebelumnya sempat terjadi preseden, ketika Tim KPK mendatangi rumah. Di mana, Tim Penyidik KPK sempat mendatangi rumah keluarga Ali Mudhori di Jl. Kapten Pierre Tendean, Kelurahan Tompokersan, Kecamatan Kota Lumajang, mendapatkan penolakan.
Awalnya, petugas yang datang ke rumah ini, sulit menemui penghuni rumah. Sebab, rumah terkunci rapat. Namun, Tim Penyidik KPK yang datang dengan dikawal puluhan aparat Polres Lumajang, kemudian berupaya mengetok-ngetok pintu rumah dan meminta penghuninya keluar.
Sampai akhirnya, dipastikan jika di dalam rumah ada penghuninya, meski tidak mau membukakan pintu. Penghuni yang saat itu berada di dalam rumah yang diketahui milik mertua DR H Ali Mudhori ini, adalah Ghofur, kakap iparnya.
Tak lama kemudian, petugas Polres Lumajang berusaha meminta keluar meski tetap tidak dibukakan pintu. Sampai akhirnya, petugas tetap berusaha masuk bersama Tim Penyidik KPK hingga Ghofur yang ternyata telah membawa gayung berisi air, menyiramkannya kepada Tim Penyidik KPK.
Tak ayal, guyuran air itu membuat sejumlah Tim Penyidik KPK dan juga personil Polres Lumajang pun terkena getahnya hingga baju yang dikenakan basah. Singkat saja, terjadi perselisihan antara Ghofur dan Tim Penyidik KPK yang menyatakan dirinya tidak tahu-menahu dengan yang dilakukan DR H Ali Mudhori.
Bahkan, ketika Tim Penyidik KPK menyerahkan surat yang harus diterima oleh Ghofur, pria ini tetap ngotot menolaknya. ”Kalau mau ditaruh di meja, silahkan saja. Tapi, saya tidak mau terima dan tidak bertanggungjawab kalau hilang,” kata Ghofur lagi.
Kenyataan itu tetap tak digubris oleh Tim Penyidik KPK yang tetap meletakkan surat panggilan ketiga untuk politisi yang juga mantan anggota Tim Asistensi Menakertrans Muhaimin Iskandar tersebut. Selanjutnya, Tim Penyidik KPK dengan pengawalan ketat aparat Polres Lumajang bergeser dari rumah mertua Ali Mudhori.
Dari pantauan detikcom, Sabtu (25/2/2012) pagi, rumah mertua Ali Mudhori terlihat sepi tanpa ada penghuni dan pintu terkunci rapat. Setelah kedatangan Tim Penyidik KPK, tampaknya penghuni rumah memilih untuk menutup diri.
Lantas, di mana keberadaan Ali Mudhori kini? Itulah yang masih berusaha dipastikan Tim Penyidik KPK untuk melacak, sekaligus menyerahkan surat panggilan ketiga sidang di Pengadilan Tipikor Jakarta serta memastikan kehadiran politisi yang kini menjabat sebagai Ketua DPC PKB Kabupaten Lumajang ini.
(gah/bdh)
Baca Juga:
- Sampaikan Panggilan Ketiga, KPK Geruduk Rumah Ali Mudhori
- Perdaya Tiga Orang, Anggota KPK Gadungan Berhasil Dibekuk
- Polda Jatim Janji Tangani Laporan KPK Terkait Ilegal Logging
- Mahfud MD Optimistis Format Baru KPK Mampu Tuntaskan Korupsi Besar
- Ketua MPR: Abraham Pasti Bisa Menjalankan Tugas Dengan Baik
- Cak Imin: Demi Demokrasi PKB Terus Dukung KPK
Tabung.Gas
25/02/2012 20:15 WIB
coba ke ponpes Bustanul Ulum desa Krai , Kecamatan Yosowilangun -... » Selengkapnya
25/02/2012 20:15 WIB
coba ke ponpes Bustanul Ulum desa Krai , Kecamatan Yosowilangun -... » SelengkapnyaBerita Terpopuler
- Kamis, 24/05/2012 12:30 WIB
Prosesi Pemakaman Aditya Diwarnai Derai Air Mata - Kamis, 24/05/2012 13:01 WIB
Bus Rombongan Peziarah Tabrakan Beruntun, 3 Sopir Luka Ringan - Kamis, 24/05/2012 16:03 WIB
ECO Lamp di New Honda City Panduan untuk Hemat BBM - Kamis, 24/05/2012 13:50 WIB
Tim Labfor Lakukan Olah TKP 6 Gerbong KA Terbakar
Komentar Terpopuler
- Minggu, 20/05/2012 06:19 WIB
Rayakan Kemenangan Persebaya Vs Negeri Sembilan, Bonek Rusak Mobil - Kamis, 24/05/2012 07:10 WIB
Kanit Reskrim Polsek Senori Dikeroyok Warga - Jumat, 18/05/2012 19:02 WIB
Indonesia Kekurangan Sarjana Teknik - Senin, 21/05/2012 16:59 WIB
Bejat! Penjual Baju Keliling Sodomi Bocah di Masjid
The GREATEST mailinglist in East-Java. Informations, Entertainment, lifestyle, and others article. You named it we got it! Join now, detiksurabaya-subscribe@yahoogroups.com
Redaksi:
Email : redaksi[at]detiksurabaya.com
Jl. Jimerto No. 17 A Surabaya
Telp/ Fax: 031 547 4465
Informasi pemasangan iklan:
Email : sales[at]detik.com
Promosi / Event:
Hubungi: Gilang Permana Seta
Email: event[at]detiksurabaya.com
Telepon : 031 546 0475 | Faks : 031 547 4465
Email : redaksi[at]detiksurabaya.com
Jl. Jimerto No. 17 A Surabaya
Telp/ Fax: 031 547 4465
Informasi pemasangan iklan:
Email : sales[at]detik.com
Promosi / Event:
Hubungi: Gilang Permana Seta
Email: event[at]detiksurabaya.com
Telepon : 031 546 0475 | Faks : 031 547 4465




Sending your message



