Berita Lain

Indeks Berita

Gaya Hidup

Rabu, 16/05/2012 09:16

Fitness Atasi Hipertensi Turunan

Gb
Tekanan darah tinggi atau yang dikenal dengan hipertensi bisa menurun dalam keluarga. Jika Anda memiliki orang tua yang mengidap penyakit ini, Anda harus pintar-pintar mengantisipasinya.

Kuliner

Selasa, 08/05/2012 12:16

Mie Ayam Rambut Setan, Dijamin Bakal Berkeringat!

Gb
Nama seram kini menjadi trend di dunia kuliner Indonesia, sebut saja misalnya Rawon setan. Di Lamongan, kini muncul kuliner lain dari yang lain yakni Mie Ayam Rambut Setan. Pedas dan jamur tiramnya terasa menggigit.

Pelajar

Rabu, 09/05/2012 13:42

Siswa SMK Racik Mesin Penggiling 4 in 1

Gb
Kabar menggembirakan datang dari generasi muda kita, Siswa Menengah Kejuruan di Surabaya. Setelah menyelesaikan UN, para anak didik ini menciptakan sebuah tugas akhir yang berbentuk mesin penggiling 4 in 1.
Blog SurabayaDaftar blog | Login

Cari Penawaran Terbaik di Sini


Parikan

Arep Mbales PariKan? Klik di Sini
Selasa, 14/02/2012 11:33 WIB

Cemburu, Seorang Homoseksual Habisi Nyawa 4 'Pacar' Sang Majikan

Agoeng Wibowo - detikSurabaya


Nganjuk - Pelaku pembiusan yang menewaskan 4 orang dan membuat dua orang lainnya sekarat di Kabupaten Nganjuk, ditangkap polisi. Sebelumnya pelaku sudah menjadi buron selama 2 bulan.

Kasus ini hampir mirip dengan kasus Ryan, sang jagal manusia asal Jombang beberapa tahun lalu.
Pelaku sengaja menghabisi para korban dengan cara dibius satu per satu karena pelaku cemburu pacar homo-nya menjalin hubungan asmara dengan para korban.

Setelah 2 bulan lebih buron, Mujianto alias Menthok alias Genthong (24), warga Desa Jatikapur Kecamatan Tarokan-Kediri, ini berhasil ditangkap petugas di rumah Mr J alias Joko, majikan yang juga pasangan homonya, seorang PNS guru di sebuah SMP Kecamatan Berbek Kabupaten Nganjuk.

Pria yang sehari-hari bekerja sebagai pembantu rumah tangga di rumah Mr J ini dibekuk petugas, karena diduga melakukan pembiusan berantai terhadap 6 warga dari sejumlah daerah. Dan mayatnya dibuang di sejumlah tempat di Kabupaten Nganjuk.

Yang mengejutkan, motif tersangka melakukan perbuatan nekat adalah karena faktor cemburu.
Menurut Kapolres Nganjuk AKBP Anggoro Sukartono selama 2 tahun bekerja di rumah Mr J, tersangka juga menjalin hubungan asmara dengan majikannya dan setiap 2 hari sekali melayani nafsu sang majikan.
Namun demikian, sang majikan juga menjalin hubungan dengan sejumlah pria lain, hingga membuat tersangka sakit hati dan cemburu.

"Melalui nomor telepon yang diambil diam-diam dari handphone majikannya, tersangka kemudian menelpon dan mengundang para korban satu persatu ke Kota Nganjuk dengan alasan dipanggil oleh Mr J," kata kapolres.

Anggoro menjelaskan, sesampainya di Nganjuk, para korban diajak berhubungan badan tersangka di sejumlah tempat. Seperti di WC mushola, toilet SPBU atau sebuah gubuk di tengah persawahan. Dalam situasi yang sudah akrab tersebut, tersangka kemudian memberi minum korbannya dengan teh hangat yang sudah dimasuki racun tikus.

"Berdasarkan data yang dihimpun petugas, tersangka mengaku telah membius 6 pacar majikannya. Dari ke enam korban tersebut, 4 di antaranya tewas dan dua lainnya berhasil di selamatkan setelah di larikan warga ke rumah sakit," katanya.

Keempat korban tewas adalah Ahmad Yani (46), PNS Balai Latihan Kerja Pemrpov Jatim asal Desa Tokelan Kecamatan Panji-Situbondo, Romadon (55) warga Widodaren-Ngawi, Mr X yang identitasnya belum diketahui dan terakhir juga Mr x.

Sedangkan dua korban selamat setelah sempat dilarikan ke rumah sakit adalah Mohamad Fais (28), warga Desa Japanan Kecamatan Gempol Pasuruan dan Anton Sumartono (40) seorang guru asal desa Tegalan Pamularang Kecamatan Lawean Kabupaten Surakarta-Jawa Tengah.

Anggoro menambahkan, oleh tersangka, keenam korban diracun atau dibius lalu ditinggal hingga ditemukan warga di 6 tempat berbeda. Diantaranya di Desa Getas kecamatan Tanjunganom-Nganjuk, Desa Jatirejo Kecamatan Loceret-Nganjuk, Desa Sumberkepuih Kecamatan Tanjunganom-Nganjuk, Desa Watudandang Kecamatan Prambon-Nganjuk, Kelurahan Kramat Kecamatan Kota Nganju, dan terakhir di Desa Baleturi Kecamatan Prambon-Nganjuk.

Di 6 TKP tersebut, sebagian korban ditinggalkan setelah dititipkan di rumah warga dengan modus temannya sedang sakit keras. Dan sebagian lagi digeletakkan begitu saja di tepi jalan. Selain keenam korban tersebut, polisi kini masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap dugaan adanya korban lain.

Bersama dengan tersangka, polisi juga mengamankan sebuah sepeda motor yang selalu dipakai menjemput dan membawa korbannya berkeliling Kota Nganjuk. Tak hanya itu saja, polisi juga mengamankan sisa racun tikus yang selalu dipakai menghabisi korban, 5 buah HP dan sejumlah barang bukti lainnya.

"Akibat perbuatannya tersebut, tersangka terancam akan di jerat dengan pasal pembunuhan berencana dengan ancaman hukuman 12 tahun penjara," pungkas Anggoro.


(fat/fat)



Share

Chanie Qolbu Qu 16/02/2012 09:05 WIB Wahh ini mah sangad biadab bin keterlaluan ... » Selengkapnya
} 16/02/2012 04:26 WIB 12 th? Jangan2 yg kasih hukuman itu Maho jg .. :-x ... » Selengkapnya
creamsoup 14/02/2012 15:48 WIB membunuh 4 orang, bahkan hampir 6,.. berencana pula, hanya diancam 12... » Selengkapnya
The GREATEST mailinglist in East-Java. Informations, Entertainment, lifestyle, and others article. You named it we got it! Join now, detiksurabaya-subscribe@yahoogroups.com
Redaksi:
Email : redaksi[at]detiksurabaya.com
Jl. Jimerto No. 17 A Surabaya
Telp/ Fax: 031 547 4465

Informasi pemasangan iklan:
Email : sales[at]detik.com

Promosi / Event:
Hubungi: Gilang Permana Seta
Email: event[at]detiksurabaya.com
Telepon : 031 546 0475 | Faks : 031 547 4465