Berita Lain
-
Sabtu, 05/05/2012 09:49 WIB
Black Pepper Chicken Pasta Pedasnya Sopan, Wuih!
-
Jumat, 13/04/2012 13:55 WIB
Resep Cake: Cake Chafee
-
Rabu, 11/04/2012 11:39 WIB
Resep: Ayam Bakar Kemiri
-
Kamis, 05/04/2012 09:38 WIB
Resep Ikan: Sambal Ikan Tenggiri
-
Selasa, 03/04/2012 12:15 WIB
Resep: Mi Kuah Bayam
Indeks Berita
Gaya Hidup
Rabu, 16/05/2012 09:16
Tekanan darah tinggi atau yang dikenal dengan hipertensi bisa menurun dalam keluarga. Jika Anda memiliki orang tua yang mengidap penyakit ini, Anda harus pintar-pintar mengantisipasinya.
Fitness Atasi Hipertensi Turunan
Kuliner
Selasa, 08/05/2012 12:16
Nama seram kini menjadi trend di dunia kuliner Indonesia, sebut saja misalnya Rawon setan. Di Lamongan, kini muncul kuliner lain dari yang lain yakni Mie Ayam Rambut Setan. Pedas dan jamur tiramnya terasa menggigit.
Mie Ayam Rambut Setan, Dijamin Bakal Berkeringat!
Pelajar
Rabu, 09/05/2012 13:42
Kabar menggembirakan datang dari generasi muda kita, Siswa Menengah Kejuruan di Surabaya. Setelah menyelesaikan UN, para anak didik ini menciptakan sebuah tugas akhir yang berbentuk mesin penggiling 4 in 1.
Siswa SMK Racik Mesin Penggiling 4 in 1
Blog Surabaya
-
Asyiknya berpetualang di Kebun Binatang
Ya, saat ditanya tempat wisata impian yang saya inginkan saya ingin ke sebuah tempat dimana banyak satwa-satwa langka, unik, cantik, dan lucu
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
-
Rp 472.000
-
Rp 2,771.000
Parikan
Sabtu, 07/05/2011 09:53
cak pan kathok'e bolong , pas tuku endok strali
cak pan kathok'e bolong , pas tuku endok strali
komisi delapan koyok wong lahong , pas ndok australi
(caklim)
Arep Mbales PariKan? Klik di Sini
Suroboyoan
» Thread Pilihan

Kamis, 29/03/2012 18:08 WIB
Walah, Pendemo Pasang Kondom di Sepanjang Kawat Gedung Grahadi
Posted : juricho» Thread Terbaru
Kamis, 02/02/2012 12:10 WIB
Surabaya -
Rasanya manis dan sedikit berminyak. Bentuknya juga bulat berserat, kadang berwarna merah, kadang juga putih bahkan hijau bila dicampur adonan pandan. Dengan banyak modifikasi, kue cucur bikinan Malika (68) tetap eksis di tengah maraknya fastfood.
Bagaimanapun juga, jajan pasar bikinan perempuan renta itu selalu dinilai sederhana dan jauh dari kesan mewah. Dan lagi, kue yang berasal dari adonan tepung, terigu, gula merah, gula dan sedikit garam itu hanya butuh waktu tak lebih dari 10 menit berada di penggorengan.
Namun, pembeli kue cucur bikinan Malika tak tanggung-tanggung, orang-orang bermobil pun membeli hingga ukuran 5 kilogram (150 biji cucur).
Tak ada yang spesial pada adonan kue cucur, begitu cara Malika bercerita. Ia juga belajar secara otodidak pada penjual kue cucur saat Malika masih muda, 19 tahun yang lalu. Sampai Malika memiliki 18 cucu saat ini, Malika hanya mengira kue cucur bikinannya laris karena ia berjualan jujur, memasak tanpa obat gula.
"Padahal nggak ada bahan khusus, saya belajar masak kue cucur juga dari orang lain, otodidak," kata wanita berkerudung ini keheranan saat berbincang dengan detiksurabaya.com, Kamis (2/2/2012).
Janda anak empat ini tadinya tak berniat menjadi penjual kue cucur. Kesulitan ekonomi yang menjerat, membuat Malika memutar otak berbisnis menjual makanan dan minuman, salah satunya kue cucur di pedestrian kawasan Usumo (Urip Sumoharjo) Surabaya.
Pertama kali berjualan, 60 biji kue cucur buatan Malika langsung diborong pembeli yang kebetulan melintas di kawasan tersebut. Esoknya, bahkan ada yang memesan hingga 8 kg kue cucur bikinan Malika.
Nah sejak saat itulah, ia bertekad untuk menularkan ilmu dan bisnisnya kepada 4 anak perempuannya. Kini, 18 cucu perempuan Malika (yang semuanya yatim) menguasai bahan olahan kue cucur.
"Kata yang beli (pembeli) cucurnya enak, rasa manisnya cukup nggak berlebihan, hangat pula," terang Malika.
Nenek yang telah renta ini tak pernah membayangkan bisnis berjualan kue cucur bisa membuatnya bertahan hidup. Ketika seluruh anak perempuannya ditinggal mati para suaminya, otomatis belasan cucu Malika menjadi yatim. Para wanita tangguh ini pun kian eksis berjualan kue cucur di banyak titik di pasar-pasar tradisional di Surabaya.
Namun, kenyataan pahitnya hidup tak membuat Malika beserta anak dan cucunya menyerah. Mereka justru berbangga karena kue cucur kini makin memasyarakat. Tak jarang juga Malika diundang ibu-ibu arisan di kawasan Graha Famili untuk memberi pelatihan mengolah adonan dan memasak kue cucur.
Malika juga mengatakan, ia tak berani mencampur adonan kue cucurnya dengan obat penambah manis.
"Lha wong semua anak dan cucu suka makan cucur, nggak mungkin saya kasih obat gula," selorohnya sambil terus menyiram adonan kue cucur ke loyang wajan sederhana di kiosnya.
(nrm/fat)
Kue Cucur Eksis Ditengah Gempuran Fastfood
Norma Anggara - detikSurabaya
Bagaimanapun juga, jajan pasar bikinan perempuan renta itu selalu dinilai sederhana dan jauh dari kesan mewah. Dan lagi, kue yang berasal dari adonan tepung, terigu, gula merah, gula dan sedikit garam itu hanya butuh waktu tak lebih dari 10 menit berada di penggorengan.
Namun, pembeli kue cucur bikinan Malika tak tanggung-tanggung, orang-orang bermobil pun membeli hingga ukuran 5 kilogram (150 biji cucur).
Tak ada yang spesial pada adonan kue cucur, begitu cara Malika bercerita. Ia juga belajar secara otodidak pada penjual kue cucur saat Malika masih muda, 19 tahun yang lalu. Sampai Malika memiliki 18 cucu saat ini, Malika hanya mengira kue cucur bikinannya laris karena ia berjualan jujur, memasak tanpa obat gula.
"Padahal nggak ada bahan khusus, saya belajar masak kue cucur juga dari orang lain, otodidak," kata wanita berkerudung ini keheranan saat berbincang dengan detiksurabaya.com, Kamis (2/2/2012).
Janda anak empat ini tadinya tak berniat menjadi penjual kue cucur. Kesulitan ekonomi yang menjerat, membuat Malika memutar otak berbisnis menjual makanan dan minuman, salah satunya kue cucur di pedestrian kawasan Usumo (Urip Sumoharjo) Surabaya.
Pertama kali berjualan, 60 biji kue cucur buatan Malika langsung diborong pembeli yang kebetulan melintas di kawasan tersebut. Esoknya, bahkan ada yang memesan hingga 8 kg kue cucur bikinan Malika.
Nah sejak saat itulah, ia bertekad untuk menularkan ilmu dan bisnisnya kepada 4 anak perempuannya. Kini, 18 cucu perempuan Malika (yang semuanya yatim) menguasai bahan olahan kue cucur.
"Kata yang beli (pembeli) cucurnya enak, rasa manisnya cukup nggak berlebihan, hangat pula," terang Malika.
Nenek yang telah renta ini tak pernah membayangkan bisnis berjualan kue cucur bisa membuatnya bertahan hidup. Ketika seluruh anak perempuannya ditinggal mati para suaminya, otomatis belasan cucu Malika menjadi yatim. Para wanita tangguh ini pun kian eksis berjualan kue cucur di banyak titik di pasar-pasar tradisional di Surabaya.
Namun, kenyataan pahitnya hidup tak membuat Malika beserta anak dan cucunya menyerah. Mereka justru berbangga karena kue cucur kini makin memasyarakat. Tak jarang juga Malika diundang ibu-ibu arisan di kawasan Graha Famili untuk memberi pelatihan mengolah adonan dan memasak kue cucur.
Malika juga mengatakan, ia tak berani mencampur adonan kue cucurnya dengan obat penambah manis.
"Lha wong semua anak dan cucu suka makan cucur, nggak mungkin saya kasih obat gula," selorohnya sambil terus menyiram adonan kue cucur ke loyang wajan sederhana di kiosnya.
(nrm/fat)
Baca Juga:
Belum ada komentar yang masuk
Komentar kosong
Berita Terpopuler
- Selasa, 15/05/2012 15:14 WIB
Upaya Penculikan Wanita di Parkir Tunjungan Plaza Digagalkan - Rabu, 16/05/2012 20:06 WIB
Pelaku Penganiayaan Perempuan di Parkir TP Dibekuk - Rabu, 16/05/2012 10:08 WIB
Avanza Hajar Taksi di Depan Makam Ngagel - Rabu, 16/05/2012 15:22 WIB
Hindari Mobil Jenazah, Truk Trailer Nyaris Timpa Rumah
Komentar Terpopuler
- Minggu, 13/05/2012 16:35 WIB
Ratusan Pendekar di Madiun Bentrok, Delapan Orang Terluka - Jumat, 11/05/2012 12:19 WIB
Curi Sebatang Kayu Jati, Buruh Tani Ditangkap Polisi - Senin, 14/05/2012 20:57 WIB
Ketua DPRD & Bupati Sampang Laporkan Media ke Dewan Pers - Selasa, 15/05/2012 19:59 WIB
Aksi Korban Lumpur Lapindo Tuntut Sertifikat Dibubarkan Paksa
The GREATEST mailinglist in East-Java. Informations, Entertainment, lifestyle, and others article. You named it we got it! Join now, detiksurabaya-subscribe@yahoogroups.com
Redaksi:
Email : redaksi[at]detiksurabaya.com
Jl. Jimerto No. 17 A Surabaya
Telp/ Fax: 031 547 4465
Informasi pemasangan iklan:
Email : sales[at]detik.com
Promosi / Event:
Hubungi: Gilang Permana Seta
Email: event[at]detiksurabaya.com
Telepon : 031 546 0475 | Faks : 031 547 4465
Email : redaksi[at]detiksurabaya.com
Jl. Jimerto No. 17 A Surabaya
Telp/ Fax: 031 547 4465
Informasi pemasangan iklan:
Email : sales[at]detik.com
Promosi / Event:
Hubungi: Gilang Permana Seta
Email: event[at]detiksurabaya.com
Telepon : 031 546 0475 | Faks : 031 547 4465



Sending your message



