Berita Lain
-
Kamis, 19/04/2012 15:26 WIB
Kesuksesan Diiringi Dengan Berpikir Besar, Dimulai Hal Kecil
-
Selasa, 20/03/2012 14:01 WIB
Ingin Jadi Pengusaha, Andik Kuliah Manajemen Ekonomi
-
Jumat, 09/03/2012 16:43 WIB
Pelawak Harus Jadi Idola
-
Rabu, 01/02/2012 15:56 WIB
Resep Hidup Damai ala Laksda TNI Sadiman: Jagalah Lidah!
-
Selasa, 10/01/2012 12:23 WIB
Jadi Direktur Pamobvit Polda Jatim Serasa Pulang Kampung
Indeks Berita
Gaya Hidup
Rabu, 16/05/2012 09:16
Tekanan darah tinggi atau yang dikenal dengan hipertensi bisa menurun dalam keluarga. Jika Anda memiliki orang tua yang mengidap penyakit ini, Anda harus pintar-pintar mengantisipasinya.
Fitness Atasi Hipertensi Turunan
Kuliner
Selasa, 08/05/2012 12:16
Nama seram kini menjadi trend di dunia kuliner Indonesia, sebut saja misalnya Rawon setan. Di Lamongan, kini muncul kuliner lain dari yang lain yakni Mie Ayam Rambut Setan. Pedas dan jamur tiramnya terasa menggigit.
Mie Ayam Rambut Setan, Dijamin Bakal Berkeringat!
Pelajar
Rabu, 09/05/2012 13:42
Kabar menggembirakan datang dari generasi muda kita, Siswa Menengah Kejuruan di Surabaya. Setelah menyelesaikan UN, para anak didik ini menciptakan sebuah tugas akhir yang berbentuk mesin penggiling 4 in 1.
Siswa SMK Racik Mesin Penggiling 4 in 1
Blog Surabaya
-
Asyiknya berpetualang di Kebun Binatang
Ya, saat ditanya tempat wisata impian yang saya inginkan saya ingin ke sebuah tempat dimana banyak satwa-satwa langka, unik, cantik, dan lucu
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
-
Rp 472.000
-
Rp 2,771.000
Parikan
Sabtu, 07/05/2011 09:53
cak pan kathok'e bolong , pas tuku endok strali
cak pan kathok'e bolong , pas tuku endok strali
komisi delapan koyok wong lahong , pas ndok australi
(caklim)
Arep Mbales PariKan? Klik di Sini
Suroboyoan
» Thread Pilihan

Kamis, 29/03/2012 18:08 WIB
Walah, Pendemo Pasang Kondom di Sepanjang Kawat Gedung Grahadi
Posted : juricho» Thread Terbaru
Selasa, 06/12/2011 08:52 WIB
Surabaya -
Sepintas, wanita mungil ini ternyata punya mimpi yang cukup besar. Selama dua tahun menjadi Tenaga Kerja Wanita (TKW) di Hongkong, tak lama kemudian Ani Ema Susanti diundang lagi oleh pemerintah Hongkong menjadi pembicara terkait film pertamanya berjudul Helper Hongkong Ngampus. Ia pun berseloroh, setiap sudut Indonesia itu pantas difilmkan.
Ani selalu percaya bahwa tak ada yang tak mungkin. Krisis keuangan yang melanda orang tua dan keluarganya di Desa Pulo Gedang, Kecamatan Tembelang, Jombang di tahun 1997 sempat menghancurkan mimpinya untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang perkuliahan. Apalagi setiap lamaran pekerjaan yang ia buat ditolak mentah-mentah oleh beberapa pabrik dekat tempat ia tinggal. Ani pun nekat berangkat ke Hongkong menjadi TKW.
Hidupnya di Hongkong bukan tanpa masalah. Meskipun ia mendapat gaji yang lumayan sekitar Rp 4 juta per bulan, ia juga harus membayar potongan gaji kepada PJ TKI ditambah ikut rutin membayar hutang keluarga di kampung. Dalam benaknya, ia sungguh masih ingin berkuliah. Dan niatnya ini sangat didukung oleh kedua orang tuanya, terutama sang ibu.
"Selama dua tahun jadi TKW, sebenarnya saya mendapat tawaran untuk memperpanjang masa kerja, tapi saya diingatkan kembali oleh ibu saya tentang mimpi saya untuk berkuliah," kata Ani saat berbincang dengan detiksurabaya.com, Selasa (6/12/2011).
Saat itu, lanjutnya, sebenarnya uang tabungan saya sudah cukup untuk membayar biaya awal kuliah di Indonesia. Sang ibu juga berkata bahwa uang tak akan ada habis dikejar, Ani harus kembali mengingat tujuan awalnya ia menjadi TKW.
Usai masa kerja habis dan hutang keluarga lunas, Ani kembali ke Indonesia. Perempuan kelahiran 6 Agustus 1982 ini pun memilih UNTAG (Universitas 17 Agustus) Surabaya untuk melanjutkan pendidikannya. Ia menjalani masa mahasiswa selama tahun 2003 hingga 2008 di Fakultas Psikologi.
"Menjadi mahasiswa psikologi mengajarkan saya banyak hal. Yang tadinya saya sangat menutupi latar belakang saya yang pernah menjadi TKW, saya justru bangga. Itu pula yang membuat saya percaya diri memfilmkan perjalanan hidup saya yang dibantu banyak pihak," tuturnya tak percaya.
Image TKW memang sempat membuat Ani rendah diri. Namun, setelah film pertamanya Helper Hongkong Ngampus sukses dan membawanya ke banyak festival di Denmark, Prancis dan Italia, ia tak lagi menyoalkan masa lalunya. Bahkan, kini ia tak mandek menelurkan film-film pendeknya. Berkat bantuan banyak pihak sebagai donatur, ia bisa melalui proses pembuatan film pendek Mengusahakan Cinta, dan Donor Asi yang menghabiskan dana minimal Rp 35 juta.
"Sekarang saya sedang proses mengedit film ke-4 saya berjudul Kampung Peternak," terangnya.
Ani mengaku sangat menikmati profesinya menjadi sineas. Meskipun cita-cita awalnya menjadi penulis, menurutnya membuat film itu sebagai bonus. Maklum, wanita yang kini tengah mengandung anak pertamanya ini sangat suka beraktivitas di tengah masyarakat. Melakukan riset sosial menjadi kegiatan favoritnya. Lalu diraciknya data-data mentah tersebut menjadi sebuah film ia anggap sebagai usahanya untuk mem-blow-up masalah-masalah kompleks yang terjadi di setiap sudut Indonesia.
(nrm/bdh)
Berani Mimpi, dari TKW Ani Berevolusi Jadi Sineas
Norma Anggara - detikSurabaya
Ani selalu percaya bahwa tak ada yang tak mungkin. Krisis keuangan yang melanda orang tua dan keluarganya di Desa Pulo Gedang, Kecamatan Tembelang, Jombang di tahun 1997 sempat menghancurkan mimpinya untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang perkuliahan. Apalagi setiap lamaran pekerjaan yang ia buat ditolak mentah-mentah oleh beberapa pabrik dekat tempat ia tinggal. Ani pun nekat berangkat ke Hongkong menjadi TKW.
Hidupnya di Hongkong bukan tanpa masalah. Meskipun ia mendapat gaji yang lumayan sekitar Rp 4 juta per bulan, ia juga harus membayar potongan gaji kepada PJ TKI ditambah ikut rutin membayar hutang keluarga di kampung. Dalam benaknya, ia sungguh masih ingin berkuliah. Dan niatnya ini sangat didukung oleh kedua orang tuanya, terutama sang ibu.
"Selama dua tahun jadi TKW, sebenarnya saya mendapat tawaran untuk memperpanjang masa kerja, tapi saya diingatkan kembali oleh ibu saya tentang mimpi saya untuk berkuliah," kata Ani saat berbincang dengan detiksurabaya.com, Selasa (6/12/2011).
Saat itu, lanjutnya, sebenarnya uang tabungan saya sudah cukup untuk membayar biaya awal kuliah di Indonesia. Sang ibu juga berkata bahwa uang tak akan ada habis dikejar, Ani harus kembali mengingat tujuan awalnya ia menjadi TKW.
Usai masa kerja habis dan hutang keluarga lunas, Ani kembali ke Indonesia. Perempuan kelahiran 6 Agustus 1982 ini pun memilih UNTAG (Universitas 17 Agustus) Surabaya untuk melanjutkan pendidikannya. Ia menjalani masa mahasiswa selama tahun 2003 hingga 2008 di Fakultas Psikologi.
"Menjadi mahasiswa psikologi mengajarkan saya banyak hal. Yang tadinya saya sangat menutupi latar belakang saya yang pernah menjadi TKW, saya justru bangga. Itu pula yang membuat saya percaya diri memfilmkan perjalanan hidup saya yang dibantu banyak pihak," tuturnya tak percaya.
Image TKW memang sempat membuat Ani rendah diri. Namun, setelah film pertamanya Helper Hongkong Ngampus sukses dan membawanya ke banyak festival di Denmark, Prancis dan Italia, ia tak lagi menyoalkan masa lalunya. Bahkan, kini ia tak mandek menelurkan film-film pendeknya. Berkat bantuan banyak pihak sebagai donatur, ia bisa melalui proses pembuatan film pendek Mengusahakan Cinta, dan Donor Asi yang menghabiskan dana minimal Rp 35 juta.
"Sekarang saya sedang proses mengedit film ke-4 saya berjudul Kampung Peternak," terangnya.
Ani mengaku sangat menikmati profesinya menjadi sineas. Meskipun cita-cita awalnya menjadi penulis, menurutnya membuat film itu sebagai bonus. Maklum, wanita yang kini tengah mengandung anak pertamanya ini sangat suka beraktivitas di tengah masyarakat. Melakukan riset sosial menjadi kegiatan favoritnya. Lalu diraciknya data-data mentah tersebut menjadi sebuah film ia anggap sebagai usahanya untuk mem-blow-up masalah-masalah kompleks yang terjadi di setiap sudut Indonesia.
(nrm/bdh)
syamlan a jamil
02/04/2012 20:26 WIB
semoga artikel diatas menjadi pemicu lahirnya \'Ani-Ani\' yg lain... » Selengkapnya
02/04/2012 20:26 WIB
semoga artikel diatas menjadi pemicu lahirnya \'Ani-Ani\' yg lain... » SelengkapnyaDesy S Raksadirana
08/02/2012 09:07 WIB
Menginspiratif dan memotivasi bhwa wnita tdk slah u/trs brmimpi bsr,jd... » Selengkapnya
08/02/2012 09:07 WIB
Menginspiratif dan memotivasi bhwa wnita tdk slah u/trs brmimpi bsr,jd... » SelengkapnyaBerita Terpopuler
- Selasa, 15/05/2012 15:14 WIB
Upaya Penculikan Wanita di Parkir Tunjungan Plaza Digagalkan - Rabu, 16/05/2012 20:06 WIB
Pelaku Penganiayaan Perempuan di Parkir TP Dibekuk - Rabu, 16/05/2012 10:08 WIB
Avanza Hajar Taksi di Depan Makam Ngagel - Rabu, 16/05/2012 15:22 WIB
Hindari Mobil Jenazah, Truk Trailer Nyaris Timpa Rumah
Komentar Terpopuler
- Minggu, 13/05/2012 16:35 WIB
Ratusan Pendekar di Madiun Bentrok, Delapan Orang Terluka - Jumat, 11/05/2012 12:19 WIB
Curi Sebatang Kayu Jati, Buruh Tani Ditangkap Polisi - Senin, 14/05/2012 20:57 WIB
Ketua DPRD & Bupati Sampang Laporkan Media ke Dewan Pers - Selasa, 15/05/2012 19:59 WIB
Aksi Korban Lumpur Lapindo Tuntut Sertifikat Dibubarkan Paksa
The GREATEST mailinglist in East-Java. Informations, Entertainment, lifestyle, and others article. You named it we got it! Join now, detiksurabaya-subscribe@yahoogroups.com
Redaksi:
Email : redaksi[at]detiksurabaya.com
Jl. Jimerto No. 17 A Surabaya
Telp/ Fax: 031 547 4465
Informasi pemasangan iklan:
Email : sales[at]detik.com
Promosi / Event:
Hubungi: Gilang Permana Seta
Email: event[at]detiksurabaya.com
Telepon : 031 546 0475 | Faks : 031 547 4465
Email : redaksi[at]detiksurabaya.com
Jl. Jimerto No. 17 A Surabaya
Telp/ Fax: 031 547 4465
Informasi pemasangan iklan:
Email : sales[at]detik.com
Promosi / Event:
Hubungi: Gilang Permana Seta
Email: event[at]detiksurabaya.com
Telepon : 031 546 0475 | Faks : 031 547 4465




Sending your message



