Berita Lain

Indeks Berita

Gaya Hidup

Rabu, 16/05/2012 09:16

Fitness Atasi Hipertensi Turunan

Gb
Tekanan darah tinggi atau yang dikenal dengan hipertensi bisa menurun dalam keluarga. Jika Anda memiliki orang tua yang mengidap penyakit ini, Anda harus pintar-pintar mengantisipasinya.

Kuliner

Selasa, 08/05/2012 12:16

Mie Ayam Rambut Setan, Dijamin Bakal Berkeringat!

Gb
Nama seram kini menjadi trend di dunia kuliner Indonesia, sebut saja misalnya Rawon setan. Di Lamongan, kini muncul kuliner lain dari yang lain yakni Mie Ayam Rambut Setan. Pedas dan jamur tiramnya terasa menggigit.

Pelajar

Rabu, 09/05/2012 13:42

Siswa SMK Racik Mesin Penggiling 4 in 1

Gb
Kabar menggembirakan datang dari generasi muda kita, Siswa Menengah Kejuruan di Surabaya. Setelah menyelesaikan UN, para anak didik ini menciptakan sebuah tugas akhir yang berbentuk mesin penggiling 4 in 1.
Blog SurabayaDaftar blog | Login

Cari Penawaran Terbaik di Sini


Parikan

Arep Mbales PariKan? Klik di Sini
Selasa, 06/12/2011 08:52 WIB

Berani Mimpi, dari TKW Ani Berevolusi Jadi Sineas

Norma Anggara - detikSurabaya



Surabaya - Sepintas, wanita mungil ini ternyata punya mimpi yang cukup besar. Selama dua tahun menjadi Tenaga Kerja Wanita (TKW) di Hongkong, tak lama kemudian Ani Ema Susanti diundang lagi oleh pemerintah Hongkong menjadi pembicara terkait film pertamanya berjudul Helper Hongkong Ngampus. Ia pun berseloroh, setiap sudut Indonesia itu pantas difilmkan.

Ani selalu percaya bahwa tak ada yang tak mungkin. Krisis keuangan yang melanda orang tua dan keluarganya di Desa Pulo Gedang, Kecamatan Tembelang, Jombang di tahun 1997 sempat menghancurkan mimpinya untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang perkuliahan. Apalagi setiap lamaran pekerjaan yang ia buat ditolak mentah-mentah oleh beberapa pabrik dekat tempat ia tinggal. Ani pun nekat berangkat ke Hongkong menjadi TKW.

Hidupnya di Hongkong bukan tanpa masalah. Meskipun ia mendapat gaji yang lumayan sekitar Rp 4 juta per bulan, ia juga harus membayar potongan gaji kepada PJ TKI ditambah ikut rutin membayar hutang keluarga di kampung. Dalam benaknya, ia sungguh masih ingin berkuliah. Dan niatnya ini sangat didukung oleh kedua orang tuanya, terutama sang ibu.

"Selama dua tahun jadi TKW, sebenarnya saya mendapat tawaran untuk memperpanjang masa kerja, tapi saya diingatkan kembali oleh ibu saya tentang mimpi saya untuk berkuliah," kata Ani saat berbincang dengan detiksurabaya.com, Selasa (6/12/2011).

Saat itu, lanjutnya, sebenarnya uang tabungan saya sudah cukup untuk membayar biaya awal kuliah di Indonesia. Sang ibu juga berkata bahwa uang tak akan ada habis dikejar, Ani harus kembali mengingat tujuan awalnya ia menjadi TKW.

Usai masa kerja habis dan hutang keluarga lunas, Ani kembali ke Indonesia. Perempuan kelahiran 6 Agustus 1982 ini pun memilih UNTAG (Universitas 17 Agustus) Surabaya untuk melanjutkan pendidikannya. Ia menjalani masa mahasiswa selama tahun 2003 hingga 2008 di Fakultas Psikologi.

"Menjadi mahasiswa psikologi mengajarkan saya banyak hal. Yang tadinya saya sangat menutupi latar belakang saya yang pernah menjadi TKW, saya justru bangga. Itu pula yang membuat saya percaya diri memfilmkan perjalanan hidup saya yang dibantu banyak pihak," tuturnya tak percaya.

Image TKW memang sempat membuat Ani rendah diri. Namun, setelah film pertamanya Helper Hongkong Ngampus sukses dan membawanya ke banyak festival di Denmark, Prancis dan Italia, ia tak lagi menyoalkan masa lalunya. Bahkan, kini ia tak mandek menelurkan film-film pendeknya. Berkat bantuan banyak pihak sebagai donatur, ia bisa melalui proses pembuatan film pendek Mengusahakan Cinta, dan Donor Asi yang menghabiskan dana minimal Rp 35 juta.

"Sekarang saya sedang proses mengedit film ke-4 saya berjudul Kampung Peternak," terangnya.

Ani mengaku sangat menikmati profesinya menjadi sineas. Meskipun cita-cita awalnya menjadi penulis, menurutnya membuat film itu sebagai bonus. Maklum, wanita yang kini tengah mengandung anak pertamanya ini sangat suka beraktivitas di tengah masyarakat. Melakukan riset sosial menjadi kegiatan favoritnya. Lalu diraciknya data-data mentah tersebut menjadi sebuah film ia anggap sebagai usahanya untuk mem-blow-up masalah-masalah kompleks yang terjadi di setiap sudut Indonesia.


(nrm/bdh)



Share

syamlan a jamil 02/04/2012 20:26 WIB semoga artikel diatas menjadi pemicu lahirnya \'Ani-Ani\' yg lain... » Selengkapnya
Desy S Raksadirana 08/02/2012 09:07 WIB Menginspiratif dan memotivasi bhwa wnita tdk slah u/trs brmimpi bsr,jd... » Selengkapnya
deguna 30/01/2012 07:41 WIB Semoga bertambah sukses dan tentunya makmur mbak,,, thumbs  ... » Selengkapnya
The GREATEST mailinglist in East-Java. Informations, Entertainment, lifestyle, and others article. You named it we got it! Join now, detiksurabaya-subscribe@yahoogroups.com
Redaksi:
Email : redaksi[at]detiksurabaya.com
Jl. Jimerto No. 17 A Surabaya
Telp/ Fax: 031 547 4465

Informasi pemasangan iklan:
Email : sales[at]detik.com

Promosi / Event:
Hubungi: Gilang Permana Seta
Email: event[at]detiksurabaya.com
Telepon : 031 546 0475 | Faks : 031 547 4465