Berita Lain

Indeks Berita

Gaya Hidup

Rabu, 16/05/2012 09:16

Fitness Atasi Hipertensi Turunan

Gb
Tekanan darah tinggi atau yang dikenal dengan hipertensi bisa menurun dalam keluarga. Jika Anda memiliki orang tua yang mengidap penyakit ini, Anda harus pintar-pintar mengantisipasinya.

Kuliner

Selasa, 08/05/2012 12:16

Mie Ayam Rambut Setan, Dijamin Bakal Berkeringat!

Gb
Nama seram kini menjadi trend di dunia kuliner Indonesia, sebut saja misalnya Rawon setan. Di Lamongan, kini muncul kuliner lain dari yang lain yakni Mie Ayam Rambut Setan. Pedas dan jamur tiramnya terasa menggigit.

Pelajar

Rabu, 09/05/2012 13:42

Siswa SMK Racik Mesin Penggiling 4 in 1

Gb
Kabar menggembirakan datang dari generasi muda kita, Siswa Menengah Kejuruan di Surabaya. Setelah menyelesaikan UN, para anak didik ini menciptakan sebuah tugas akhir yang berbentuk mesin penggiling 4 in 1.
Blog SurabayaDaftar blog | Login

Cari Penawaran Terbaik di Sini


Parikan

Arep Mbales PariKan? Klik di Sini
Rabu, 03/02/2010 18:12 WIB

Home Industri Miras Palsu Digerebek

Miras Palsu Dibuat dari Coca Cola Dioplos Alkohol

Imam Wahyudiyanta - detikSurabaya



Foto: Imam Wahyudiyanta
Surabaya - Bagi Gatot S, tak sulit untuk membuat miras palsu. Hanya dengan mencampur miras murahan, alkohol, dan coca-cola, jadilah miras import made in Putat Jaya.

"Takarannya juga ngawur saat mengoplos," kata Kasat Reskrim Polwiltabes Surabaya, AKBP Anom Wibowo, kepada wartawan di mapolwiltabes, Jalan Taman Sikatan, Rabu (3/1/2010).

Miras murahan yang digunakan Gatot, kata Anom, adalah Mansion dan McDonald. Miras buatannya kemudian dimasukkan ke dalam jerigen ukuran 20 liter. Dalam jerigen itu juga dimasukkan alkohol 96 %. Untuk rasa, Gatot juga menambahkan coca-cola.

Setelahnya, jerigen dikocok hingga 3 cairan berbeda itu tercampur. Setelah itu, campuran tadi dimasukkan ke dalam botol miras. Karena takaran ketika mencampur tak beraturan, peminumnya rentan terhadap kematian. "Kalau mau mencoba silahkan, tapi tanggung sendiri akibatnya," tutur Anom.

Botol miras yang digunakan, lanjut Anom, adalah asli. Botol itu dibeli di pengepul botol bekas di Jalan Bongkaran dan Waspada. Begitu juga dengan kardus miras. Untuk warna tutup botol yang sudah kusam, Gatot menyemprotnya dengan cat semprot sehingga seakan-akan seperti baru.  Untuk cukai yang dilekatkan, Gatot menggunakan cukai palsu.

"Secara sepintas, tampilannya memang seperti aslinya. Tetapi yang pasti rasanya berbeda," tandas Anom.
(iwd/wln)



Share

Belum ada komentar yang masuk
Komentar kosong
The GREATEST mailinglist in East-Java. Informations, Entertainment, lifestyle, and others article. You named it we got it! Join now, detiksurabaya-subscribe@yahoogroups.com
Redaksi:
Email : redaksi[at]detiksurabaya.com
Jl. Jimerto No. 17 A Surabaya
Telp/ Fax: 031 547 4465

Informasi pemasangan iklan:
Email : sales[at]detik.com

Promosi / Event:
Hubungi: Gilang Permana Seta
Email: event[at]detiksurabaya.com
Telepon : 031 546 0475 | Faks : 031 547 4465