Suroboyoan
- Detiker berbagi untuk Pen... wongsemprul
- ANDA MENGALAMI EJEKULASI ... kangpendi41
- Free...!!! 10 Tips Langsi... merlion
- [Khusus] Kenalan... henry9099
- selamat pagi... bukan_janda
- selamat siang... henry9099
Berita Lain
-
Selasa, 09/02/2010 18:03 WIB
Sempat Disandera, Bayi Meninggal di RS Dibawa Pulang -
Selasa, 09/02/2010 16:34 WIB
Peneliti Australia Teliti Hiu Tutul di Probolinggo -
Selasa, 09/02/2010 16:22 WIB
Nelayan Madura Tangkap Dua Kapal Pukat Harimau -
Selasa, 09/02/2010 15:47 WIB
Suporter Persik Kediri Tawuran, 1 Orang Kritis -
Selasa, 09/02/2010 15:23 WIB
Wartawan di Banyuwangi Jadi Korban Perampokan
Indeks Berita
Rabu, 25/11/2009 06:22 WIB
Bayi 'Disandera' Puskesmas
Karena Sempat Disandera, Diberi Nama Dewi Novita Sandra
Tamam Mubarrok - detikSurabaya

Jombang -
Bayi berusia 4 hari yang sempat 'disandera' Puskesmas Bandar Kedungmulyo, Jombang, akhirnya diberi nama Dewi Novita Sandra. Kata 'sandra' di bagian akhir nama itu, bertujuan agar si anak selalu ingat sejarah kelahirannya.
"Kami harap agar Sandra nanti bisa ingat peristiwa saat dia dilahirkan. Agar Sandra bisa berbuat baik kepada orang lain," kata Siti Yuliana (32), ibu Sandra di rumahnya, Desa Pagerwojo, Kecamatan Perak, Jombang, Rabu (25/11/2009).
Sepulang dari Puskesmas Bandar Kedungmulyo, keluarga Yuliana didatangi sejumlah orang yang ingin membantu meringankan beban Yuliana sekeluarga. Di antaranya dari Ny Farida Sholahuddin Wahid, isteri Pengasuh Pesantren Tebuireng, KH Sholahuddin Wahid.
"Ibu nyai Sholahuddin Wahid juga membantu. Kami sangat berterima kasih kepada semua pihak yang membantu kami," kata Yuliana.
Menurut Yuliana, nama Dewi Novita Sandra juga nama pemberian dari Ny Farida. "Semoga anak kami menjadi anak yang baik, karena didoakan bu nyai pengasuh pondok pesantren," kata Yuliana yang mengaku tidak terbayangkan, jika akan diperhatikan banyak pihak.
Nama Yuliana mencuat di media massa, setelah dia dan bayinya yang berusia 3 hari, tidak diizinkan pulang oleh Puskesmas Bandar Kedungmulyo. Penyebabnya, suaminya, Sudarmaji (36), belum bisa melunasi biaya persalinan di puskesmas milik Pemkab Jombang itu.
Setelah meminjam ke sanak keluarga, Sudarmaji akhirnya diizinkan pulang oleh pihak puskesmas. Meski uang yang dipinjam Yuliana dari sanak saudara itu, masih kurang Rp 80 ribu untuk digunakan membayar biaya persalinan sebesar Rp 633 ribu. (bdh/bdh)
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Bayi 'Disandera' Puskesmas
Karena Sempat Disandera, Diberi Nama Dewi Novita Sandra
Tamam Mubarrok - detikSurabaya

"Kami harap agar Sandra nanti bisa ingat peristiwa saat dia dilahirkan. Agar Sandra bisa berbuat baik kepada orang lain," kata Siti Yuliana (32), ibu Sandra di rumahnya, Desa Pagerwojo, Kecamatan Perak, Jombang, Rabu (25/11/2009).
Sepulang dari Puskesmas Bandar Kedungmulyo, keluarga Yuliana didatangi sejumlah orang yang ingin membantu meringankan beban Yuliana sekeluarga. Di antaranya dari Ny Farida Sholahuddin Wahid, isteri Pengasuh Pesantren Tebuireng, KH Sholahuddin Wahid.
"Ibu nyai Sholahuddin Wahid juga membantu. Kami sangat berterima kasih kepada semua pihak yang membantu kami," kata Yuliana.
Menurut Yuliana, nama Dewi Novita Sandra juga nama pemberian dari Ny Farida. "Semoga anak kami menjadi anak yang baik, karena didoakan bu nyai pengasuh pondok pesantren," kata Yuliana yang mengaku tidak terbayangkan, jika akan diperhatikan banyak pihak.
Nama Yuliana mencuat di media massa, setelah dia dan bayinya yang berusia 3 hari, tidak diizinkan pulang oleh Puskesmas Bandar Kedungmulyo. Penyebabnya, suaminya, Sudarmaji (36), belum bisa melunasi biaya persalinan di puskesmas milik Pemkab Jombang itu.
Setelah meminjam ke sanak keluarga, Sudarmaji akhirnya diizinkan pulang oleh pihak puskesmas. Meski uang yang dipinjam Yuliana dari sanak saudara itu, masih kurang Rp 80 ribu untuk digunakan membayar biaya persalinan sebesar Rp 633 ribu. (bdh/bdh)
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Komentar terkini (0 Komentar)
Belum ada komentar yang masuk
Baca juga :
- Tak Bisa Bayar Persalinan, Ibu dan Bayinya 'Disandera' Puskesmas
- Seorang Bayi di Probolinggo Lahir dengan Usus Terburai
- Praktek Aborsi Berhasil Ditekan Dinkes Sumenep
- Praktek Aborsi di Madura Dipatok Hingga Rp 25 Ribu
DETIKSURABAYA.COM
Jl. Jimerto 17 A Surabaya
Redaksi:
Email : redaksi[at]detiksurabaya.com
Telp/ Fax: 031 547 4465
Iklan & Promosi:
Telepon : 031 546 0475 | Faks : 031 547 4465
Email : iklan[at]detiksurabaya.com, event[at]detiksurabaya.com
Jl. Jimerto 17 A Surabaya
Redaksi:
Email : redaksi[at]detiksurabaya.com
Telp/ Fax: 031 547 4465
Iklan & Promosi:
Telepon : 031 546 0475 | Faks : 031 547 4465
Email : iklan[at]detiksurabaya.com, event[at]detiksurabaya.com


