Suroboyoan
- Detiker berbagi untuk Pen... wongsemprul
- ANDA MENGALAMI EJEKULASI ... kangpendi41
- Free...!!! 10 Tips Langsi... merlion
- [Khusus] Kenalan... henry9099
- selamat pagi... bukan_janda
- selamat siang... henry9099
Berita Lain
-
Selasa, 09/02/2010 18:03 WIB
Sempat Disandera, Bayi Meninggal di RS Dibawa Pulang -
Selasa, 09/02/2010 16:34 WIB
Peneliti Australia Teliti Hiu Tutul di Probolinggo -
Selasa, 09/02/2010 16:22 WIB
Nelayan Madura Tangkap Dua Kapal Pukat Harimau -
Selasa, 09/02/2010 15:47 WIB
Suporter Persik Kediri Tawuran, 1 Orang Kritis -
Selasa, 09/02/2010 15:23 WIB
Wartawan di Banyuwangi Jadi Korban Perampokan
Indeks Berita
Selasa, 24/11/2009 18:16 WIB
Bayi 'Disandera' Puskesmas
Dengan Uang Pinjaman, Ibu dan Bayi Diizinkan Pulang
Tamam Mubarrok - detikSurabaya

Foto: Tamam Mubarrok
Jombang -
Kisah tragis Yuliana (32) dan bayinya yang 'disandera' pihak Puskesmas Bandar Kedungmulyo, Jombang, akhirnya berakhir. Setelah Sudarmaji (36) sang suami membayar biaya persalinan dengan uang pinjaman. Istri dan anaknya diizinkan pulang.
"Saya ada pinjaman, lebih tepatnya bantuan dari saudara-saudara saya. Lalu saya bayar ke puskesmas," kata Sudarmaji kepada detiksurabaya.com di rumahnya yang berukuran 4 kali 5 meter, di Desa Pagerwojo, Kecamatan Perak, Selasa (24/11/2009).
Menurut Sudarmaji, uang pinjaman itu masih kurang Rp 80 ribu. Namun pihak Puskesmas Kecamatan Bandar Kedungmulyo, mengizinkan Sudarmaji membawa istri dan anaknya pulang ke rumah.
"Kami sangat bahagia setelah pulang. Meski tinggal di rumah ini dan dalam keadaan
miskin, tapi kami sangat senang bisa pulang," ungkap Yuliana dengan menitikkan
air mata sambil sesekali mencium pipi anaknya itu.
Sejak 3 hari lalu, Yuliana dan bayinya, tertahan di ruang persalinan Puskesmas Bandar Kedungmulyo. Meski sudah sehat usai melahirkan, namun Yuliana tak boleh pulang sebab belum bisa melunasi biaya persalinan.
Saat masuk ke Puskesmas, Sudarmaji berjanji siap melunasi semua biaya persalinan istrinya jika sudah melahirkan. Sebagai bentuk kepercayaan, Sudarmaji menyerahkan uang Rp 230 ribu ke pihak Puskesmas. Namun biaya persalinan mencapai Rp 633 ribu.
Setelah Sudarmaji pulang membawa anak dan isterinya, pihak Puskesmas Bandar Kedungmulyo menolak menemui para wartawan. Sebelumnya, Kepala Ruang Persalinan
Puskesmas, Sri Indayani, menyatakan Yuliana tidak memiliki kartu Jamkesmas maupun
Jamkesda.
(wln/wln)
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Bayi 'Disandera' Puskesmas
Dengan Uang Pinjaman, Ibu dan Bayi Diizinkan Pulang
Tamam Mubarrok - detikSurabaya

Foto: Tamam Mubarrok
"Saya ada pinjaman, lebih tepatnya bantuan dari saudara-saudara saya. Lalu saya bayar ke puskesmas," kata Sudarmaji kepada detiksurabaya.com di rumahnya yang berukuran 4 kali 5 meter, di Desa Pagerwojo, Kecamatan Perak, Selasa (24/11/2009).
Menurut Sudarmaji, uang pinjaman itu masih kurang Rp 80 ribu. Namun pihak Puskesmas Kecamatan Bandar Kedungmulyo, mengizinkan Sudarmaji membawa istri dan anaknya pulang ke rumah.
"Kami sangat bahagia setelah pulang. Meski tinggal di rumah ini dan dalam keadaan
miskin, tapi kami sangat senang bisa pulang," ungkap Yuliana dengan menitikkan
air mata sambil sesekali mencium pipi anaknya itu.
Sejak 3 hari lalu, Yuliana dan bayinya, tertahan di ruang persalinan Puskesmas Bandar Kedungmulyo. Meski sudah sehat usai melahirkan, namun Yuliana tak boleh pulang sebab belum bisa melunasi biaya persalinan.
Saat masuk ke Puskesmas, Sudarmaji berjanji siap melunasi semua biaya persalinan istrinya jika sudah melahirkan. Sebagai bentuk kepercayaan, Sudarmaji menyerahkan uang Rp 230 ribu ke pihak Puskesmas. Namun biaya persalinan mencapai Rp 633 ribu.
Setelah Sudarmaji pulang membawa anak dan isterinya, pihak Puskesmas Bandar Kedungmulyo menolak menemui para wartawan. Sebelumnya, Kepala Ruang Persalinan
Puskesmas, Sri Indayani, menyatakan Yuliana tidak memiliki kartu Jamkesmas maupun
Jamkesda.
(wln/wln)
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Komentar terkini (6 Komentar)
Baca juga :
- Tak Bisa Bayar Persalinan, Ibu dan Bayinya 'Disandera' Puskesmas
- Seorang Bayi di Probolinggo Lahir dengan Usus Terburai
- Praktek Aborsi Berhasil Ditekan Dinkes Sumenep
- Praktek Aborsi di Madura Dipatok Hingga Rp 25 Ribu
DETIKSURABAYA.COM
Jl. Jimerto 17 A Surabaya
Redaksi:
Email : redaksi[at]detiksurabaya.com
Telp/ Fax: 031 547 4465
Iklan & Promosi:
Telepon : 031 546 0475 | Faks : 031 547 4465
Email : iklan[at]detiksurabaya.com, event[at]detiksurabaya.com
Jl. Jimerto 17 A Surabaya
Redaksi:
Email : redaksi[at]detiksurabaya.com
Telp/ Fax: 031 547 4465
Iklan & Promosi:
Telepon : 031 546 0475 | Faks : 031 547 4465
Email : iklan[at]detiksurabaya.com, event[at]detiksurabaya.com


