Suroboyoan
- Detiker berbagi untuk Pen... wongsemprul
- ANDA MENGALAMI EJEKULASI ... kangpendi41
- Free...!!! 10 Tips Langsi... merlion
- [Khusus] Kenalan... henry9099
- selamat pagi... bukan_janda
- selamat siang... henry9099
Berita Lain
-
Selasa, 09/02/2010 18:03 WIB
Sempat Disandera, Bayi Meninggal di RS Dibawa Pulang -
Selasa, 09/02/2010 16:34 WIB
Peneliti Australia Teliti Hiu Tutul di Probolinggo -
Selasa, 09/02/2010 16:22 WIB
Nelayan Madura Tangkap Dua Kapal Pukat Harimau -
Selasa, 09/02/2010 15:47 WIB
Suporter Persik Kediri Tawuran, 1 Orang Kritis -
Selasa, 09/02/2010 15:23 WIB
Wartawan di Banyuwangi Jadi Korban Perampokan
Indeks Berita
Senin, 23/11/2009 11:37 WIB
Praktek Aborsi Berhasil Ditekan Dinkes Sumenep
Moh Hartono - detikSurabaya

Dukun bayi saat praktek/M Hartono
Sumenep -
Maraknya praktek aborsi yang dilakukan dukun bayi bukan sudah berhasil ditekan oleh Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Sumenep, Madura. Diperkirakan masyarakat yang masih berhubungan dengan dukun bayi, khususnya yang akan melahirkan sudah dapat ditekan seminimal mungkin.
"Sekitar 20 persen warga yang menggunakan jasa dukun bayi dalam proses melahirkan," ujar Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sumenep, Dr Susianto kepada detiksurabaya.com di kantornya, Jalan Dr Soetomo Sumenep, Senin (23/11/2009).
Namun, kata dia, bila berhubungan dengan aborsi pihaknya tidak ikut bertanggungjawab. Melainkan instansi lain yang berhubungan dengan penegakan hukum.
"Kalau ada praktek aborsi yang dilakukan oleh dukun bayi, maka Dinkes tidak bisa berbuat apa-apa, karena memang bukan tanggungjawab kami," tegas Susianto
Tugas Dinkes, kata dia, terletak pada pembinaan dan kerjasama dalam menangani proses kelahiran. Di dalamnya, juga memberi pengertian baik pada dukun maupun pada masyarakat tentang bahaya dari sebuah aborsi.
Sementara ada beberapa dampak negatif bagi kaum ibu yang melakukan aborsi yakni bila masih ada sisa gumpalan darah atau jabang bayi maka bisa jadi sulit hamil, akan mengalami pendarahan terus-menerus, bisa infeksi serta akan terjadi kematian pada ibu.
"Jadi, risikonya sangat tinggi bila melakukan aborsi," katanya.
Untuk menekan angka aborsi dan melahirkan yang masih menggunakan dukun bayi, Dinkes Sumenep memprogramkan agar bidan desa mendatangi rumah-rumah warga.
"Sehingga, komunikasi antara masyarakat dengan bidan bisa terjalin dengan baik. Dampaknya, bila akan melahirkan tentunya merasa butuh pada bidan," ungkapnya.
(fat/fat)
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Praktek Aborsi Berhasil Ditekan Dinkes Sumenep
Moh Hartono - detikSurabaya

Dukun bayi saat praktek/M Hartono
"Sekitar 20 persen warga yang menggunakan jasa dukun bayi dalam proses melahirkan," ujar Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sumenep, Dr Susianto kepada detiksurabaya.com di kantornya, Jalan Dr Soetomo Sumenep, Senin (23/11/2009).
Namun, kata dia, bila berhubungan dengan aborsi pihaknya tidak ikut bertanggungjawab. Melainkan instansi lain yang berhubungan dengan penegakan hukum.
"Kalau ada praktek aborsi yang dilakukan oleh dukun bayi, maka Dinkes tidak bisa berbuat apa-apa, karena memang bukan tanggungjawab kami," tegas Susianto
Tugas Dinkes, kata dia, terletak pada pembinaan dan kerjasama dalam menangani proses kelahiran. Di dalamnya, juga memberi pengertian baik pada dukun maupun pada masyarakat tentang bahaya dari sebuah aborsi.
Sementara ada beberapa dampak negatif bagi kaum ibu yang melakukan aborsi yakni bila masih ada sisa gumpalan darah atau jabang bayi maka bisa jadi sulit hamil, akan mengalami pendarahan terus-menerus, bisa infeksi serta akan terjadi kematian pada ibu.
"Jadi, risikonya sangat tinggi bila melakukan aborsi," katanya.
Untuk menekan angka aborsi dan melahirkan yang masih menggunakan dukun bayi, Dinkes Sumenep memprogramkan agar bidan desa mendatangi rumah-rumah warga.
"Sehingga, komunikasi antara masyarakat dengan bidan bisa terjalin dengan baik. Dampaknya, bila akan melahirkan tentunya merasa butuh pada bidan," ungkapnya.
(fat/fat)
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Komentar terkini (0 Komentar)
Belum ada komentar yang masuk
Baca juga :
- Praktek Aborsi di Madura Dipatok Hingga Rp 25 Ribu
- Marak Praktek Aborsi di Desa-desa Madura
- Dipaksa Aborsi, SPG Laporkan Pacar ke Polisi
- Keluarga Novi Shok Berat
DETIKSURABAYA.COM
Jl. Jimerto 17 A Surabaya
Redaksi:
Email : redaksi[at]detiksurabaya.com
Telp/ Fax: 031 547 4465
Iklan & Promosi:
Telepon : 031 546 0475 | Faks : 031 547 4465
Email : iklan[at]detiksurabaya.com, event[at]detiksurabaya.com
Jl. Jimerto 17 A Surabaya
Redaksi:
Email : redaksi[at]detiksurabaya.com
Telp/ Fax: 031 547 4465
Iklan & Promosi:
Telepon : 031 546 0475 | Faks : 031 547 4465
Email : iklan[at]detiksurabaya.com, event[at]detiksurabaya.com


