Suroboyoan
- Detiker berbagi untuk Pen... wongsemprul
- ANDA MENGALAMI EJEKULASI ... kangpendi41
- Free...!!! 10 Tips Langsi... merlion
- [Khusus] Kenalan... henry9099
- selamat pagi... bukan_janda
- selamat siang... henry9099
Berita Lain
-
Selasa, 09/02/2010 20:38 WIB
Mie Instant Hasil Bajakan Diamankan -
Selasa, 09/02/2010 20:23 WIB
Pilwali Surabaya
Risma Makin Rajin 'Gerilya' di PDIP -
Selasa, 09/02/2010 17:56 WIB
Pilwali Surabaya
BM PAN Dukung Arif Afandi -
Selasa, 09/02/2010 17:45 WIB
Baksos DSC untuk Eka Putra
Dompet Amal Detikers Kumpulkan Rp 5,425 Juta -
Selasa, 09/02/2010 17:13 WIB
Sosialisasikan UU Lalin, Speaker Imbauan Dipasang di Perempatan Jalan
Indeks Berita
Minggu, 22/11/2009 17:35 WIB
Berdalih Mampu Obati Santet, Fitria Tipu 4 Korban
Imam Wahyudiyanta - detikSurabaya
Surabaya -
Mengaku bisa menyembuhkan orang terkena santet, Fitria Bihina (36) warga Babadan menipu 4 orang korbannya. Dengan keahlian palsunya, Fitria menguras harta korbannya terutama perhiasan.
"Perhiasan itu diminta tersangka dengan alasan untuk amal agar penyakit yang diderita korban sembuh," ujar Kanit Reskrim Polsek Mulyorejo, Aiptu Suparmin kepada wartawan di mapolsek, Jalan Laban Sari, Minggu (22/11/2009).
Salah satu korban yang melapor adalah Murtiani (55), warga Laban Sari Utara. Awalnya Murtiani mengeluh kepada Fitria bahwa penyakit asam urat yang dideritanya semakin menjadi-jadi dan membuat seluruh tubuhnya kesakitan. Dasar penipu, Fitria yang mendengarkan keluhan Murtiani langsung pasang aksi.
Dengan mulut manisnya, Fitria mengatakan penyakit yang diderita Murtiani bukanlah penyakit biasa. Muriani menderita sakit itu karena telah diguna-guna. Fitria meyakinkan Murtiani karena dia memang punya daya linuwih.
"Korban pun langsung percaya," tambah Suparmin.
Kepada Murtiani, Fitria menjelaskan bahwa penyakit itu disebabkan karena dia kurang dalam beramal. Karena itu Fitria meminta uang Rp 1 juta yang katanya akan disumbangkan kepada masjid. Bagai kerbau dicocok hidungnya, Murtiani pun mengiyakan.
Tentu saja uang itu tak pernah sampai ke masjid dan tentu saja masuk ke kantong Fitria. Untuk selanjutnya, berturut-turut Fitria meminta harta Murtiani yang lain. Dan Murtiani bagai digendam, terus memberikan perhiasannya seperti kalung, cincin, gelang, anting-anting dan yang lainnya.
"Total perhiasan yang diberikan korban kepada tersangka sebanyak 35 gram," lanjut Suparmin.
Tetapi lama kelamaan Murtiani gerah juga. Begitu banyak harta yang sudah diserahkan tetapi penyakitnya tidak sembuh juga, malahan makin menjadi-jadi. Merasa ditipu, Murtiani pun melaporkan apa yang dialaminya kepada polisi.
"Memang hanya 4 korban yang melapor. Tetapi kami menduga masih banyak korban yang lain. Akan terus kami selidiki," tandas Suparmin.
(iwd/fat)
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Berdalih Mampu Obati Santet, Fitria Tipu 4 Korban
Imam Wahyudiyanta - detikSurabaya
"Perhiasan itu diminta tersangka dengan alasan untuk amal agar penyakit yang diderita korban sembuh," ujar Kanit Reskrim Polsek Mulyorejo, Aiptu Suparmin kepada wartawan di mapolsek, Jalan Laban Sari, Minggu (22/11/2009).
Salah satu korban yang melapor adalah Murtiani (55), warga Laban Sari Utara. Awalnya Murtiani mengeluh kepada Fitria bahwa penyakit asam urat yang dideritanya semakin menjadi-jadi dan membuat seluruh tubuhnya kesakitan. Dasar penipu, Fitria yang mendengarkan keluhan Murtiani langsung pasang aksi.
Dengan mulut manisnya, Fitria mengatakan penyakit yang diderita Murtiani bukanlah penyakit biasa. Muriani menderita sakit itu karena telah diguna-guna. Fitria meyakinkan Murtiani karena dia memang punya daya linuwih.
"Korban pun langsung percaya," tambah Suparmin.
Kepada Murtiani, Fitria menjelaskan bahwa penyakit itu disebabkan karena dia kurang dalam beramal. Karena itu Fitria meminta uang Rp 1 juta yang katanya akan disumbangkan kepada masjid. Bagai kerbau dicocok hidungnya, Murtiani pun mengiyakan.
Tentu saja uang itu tak pernah sampai ke masjid dan tentu saja masuk ke kantong Fitria. Untuk selanjutnya, berturut-turut Fitria meminta harta Murtiani yang lain. Dan Murtiani bagai digendam, terus memberikan perhiasannya seperti kalung, cincin, gelang, anting-anting dan yang lainnya.
"Total perhiasan yang diberikan korban kepada tersangka sebanyak 35 gram," lanjut Suparmin.
Tetapi lama kelamaan Murtiani gerah juga. Begitu banyak harta yang sudah diserahkan tetapi penyakitnya tidak sembuh juga, malahan makin menjadi-jadi. Merasa ditipu, Murtiani pun melaporkan apa yang dialaminya kepada polisi.
"Memang hanya 4 korban yang melapor. Tetapi kami menduga masih banyak korban yang lain. Akan terus kami selidiki," tandas Suparmin.
(iwd/fat)
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Baca juga :
- Bandar Judi Bola di Surabaya Dibekuk
- Gara-gara Masalah Keluarga, Kakak Nyaris Bunuh Adik
- Berdalih Iseng, 5 Karyawan Kompak Berjudi
- Demi Biaya Hidup, Pemulung Rela Jadi Budak Narkoba
DETIKSURABAYA.COM
Jl. Jimerto 17 A Surabaya
Redaksi:
Email : redaksi[at]detiksurabaya.com
Telp/ Fax: 031 547 4465
Iklan & Promosi:
Telepon : 031 546 0475 | Faks : 031 547 4465
Email : iklan[at]detiksurabaya.com, event[at]detiksurabaya.com
Jl. Jimerto 17 A Surabaya
Redaksi:
Email : redaksi[at]detiksurabaya.com
Telp/ Fax: 031 547 4465
Iklan & Promosi:
Telepon : 031 546 0475 | Faks : 031 547 4465
Email : iklan[at]detiksurabaya.com, event[at]detiksurabaya.com


