Suroboyoan
- Detiker berbagi untuk Pen... wongsemprul
- ANDA MENGALAMI EJEKULASI ... kangpendi41
- Free...!!! 10 Tips Langsi... merlion
- [Khusus] Kenalan... henry9099
- selamat pagi... bukan_janda
- selamat siang... henry9099
Berita Lain
-
Selasa, 09/02/2010 20:38 WIB
Mie Instant Hasil Bajakan Diamankan -
Selasa, 09/02/2010 20:23 WIB
Pilwali Surabaya
Risma Makin Rajin 'Gerilya' di PDIP -
Selasa, 09/02/2010 17:56 WIB
Pilwali Surabaya
BM PAN Dukung Arif Afandi -
Selasa, 09/02/2010 17:45 WIB
Baksos DSC untuk Eka Putra
Dompet Amal Detikers Kumpulkan Rp 5,425 Juta -
Selasa, 09/02/2010 17:13 WIB
Sosialisasikan UU Lalin, Speaker Imbauan Dipasang di Perempatan Jalan
Indeks Berita
Minggu, 22/11/2009 16:59 WIB
Pemerintah Siap Mempertahankan Tradisi Budaya Surabaya
Rois Jajeli - detikSurabaya
Surabaya -
Di era globalisasi dan modernisasi yang siap menggerus tradisi dan budaya warga Surabaya, pemerintah siap memberi spirit dan dukungan untuk mempertahankan. Namun pemerintah tak bisa ikut campur ke dalamnya.
"Sedekah bumi ini sangat luar biasa, karena perkembangannya cukup pesat dan individualisme semakin tinggi, di sini kekerabatannya masih baik," kata Wakil Walikota Surabaya Arif Afandi kepada wartawan di sela-sela acara Tegal Deso di Tubanan, Tandes, Surabaya, Minggu (22/11/2009).
Dia mengaku ritual tegal deso atau sedekah bumi, merupakan ritual berdoa kepada Tuhan Yang Maha Esa, agar warga se-kelurahan mendapatkan berkah dan rezeki.
"Ini yang harus kita pertahankan dan kita support. Bentuk perhatian pemerintah diantaranya kehadiran pejabat sangat berarti dan luar biasa. Artinya mereka senang ditemani, merasa diperhatikan, meskipun kita tidak membantu apa-apa. Tapi kebersamaan ini sangat luar biasa," tuturnya.
Tradisi tegal deso maupun sedekah bumi di sebagaian kelurahan di wilayah Surabaya sudah tidak digelar lagi. Namun untuk mengaktifkan tradisi ini pemerintah tidak tidak bisa ikut campur.
"Saya kira kita tidak bisa begitu, artinya yang mempertahankan kita dorong terus. Yang sudah hilang kita tidak bisa turut campur," terangnya.
Arif menegaskan, pemerintah juga tidak bisa mengambil alih tradisi tersebut. "Kalau pemerintah turut campur yang lebih besar lagi misalnya mengambil alih, maknanya menjadi hilang. Karena kegiatan ini murni dari masyarakat, yang menyelenggarakan dan dibiayai masyarakat dan untuk masyarakat. Kita tidak bisa merekayasa, kita hanya tetap memberikan dorongan dan spirit itu yang penting," tegasnya.
(roi/fat)
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Pemerintah Siap Mempertahankan Tradisi Budaya Surabaya
Rois Jajeli - detikSurabaya
"Sedekah bumi ini sangat luar biasa, karena perkembangannya cukup pesat dan individualisme semakin tinggi, di sini kekerabatannya masih baik," kata Wakil Walikota Surabaya Arif Afandi kepada wartawan di sela-sela acara Tegal Deso di Tubanan, Tandes, Surabaya, Minggu (22/11/2009).
Dia mengaku ritual tegal deso atau sedekah bumi, merupakan ritual berdoa kepada Tuhan Yang Maha Esa, agar warga se-kelurahan mendapatkan berkah dan rezeki.
"Ini yang harus kita pertahankan dan kita support. Bentuk perhatian pemerintah diantaranya kehadiran pejabat sangat berarti dan luar biasa. Artinya mereka senang ditemani, merasa diperhatikan, meskipun kita tidak membantu apa-apa. Tapi kebersamaan ini sangat luar biasa," tuturnya.
Tradisi tegal deso maupun sedekah bumi di sebagaian kelurahan di wilayah Surabaya sudah tidak digelar lagi. Namun untuk mengaktifkan tradisi ini pemerintah tidak tidak bisa ikut campur.
"Saya kira kita tidak bisa begitu, artinya yang mempertahankan kita dorong terus. Yang sudah hilang kita tidak bisa turut campur," terangnya.
Arif menegaskan, pemerintah juga tidak bisa mengambil alih tradisi tersebut. "Kalau pemerintah turut campur yang lebih besar lagi misalnya mengambil alih, maknanya menjadi hilang. Karena kegiatan ini murni dari masyarakat, yang menyelenggarakan dan dibiayai masyarakat dan untuk masyarakat. Kita tidak bisa merekayasa, kita hanya tetap memberikan dorongan dan spirit itu yang penting," tegasnya.
(roi/fat)
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Baca juga :
- Tradisi Tegal Deso di Kota Surabaya
- Warga Gubeng Ritual Tolak Bencana di Makam Mbah Demang
- Ratusan Orang Diruwat Untuk Buang Sial
- Menikahkan Kucing Demi Minta Hujan
DETIKSURABAYA.COM
Jl. Jimerto 17 A Surabaya
Redaksi:
Email : redaksi[at]detiksurabaya.com
Telp/ Fax: 031 547 4465
Iklan & Promosi:
Telepon : 031 546 0475 | Faks : 031 547 4465
Email : iklan[at]detiksurabaya.com, event[at]detiksurabaya.com
Jl. Jimerto 17 A Surabaya
Redaksi:
Email : redaksi[at]detiksurabaya.com
Telp/ Fax: 031 547 4465
Iklan & Promosi:
Telepon : 031 546 0475 | Faks : 031 547 4465
Email : iklan[at]detiksurabaya.com, event[at]detiksurabaya.com


