Suroboyoan
- Situs belajar mandarin... bemo88
- [pagi]Bantuin pilih desai... geraimaya
- "sandal dgn namamu&q... fif10
- [Khusus] Kenalan... henry9099
- selamat pagi... bukan_janda
- selamat siang... henry9099
Berita Lain
-
Senin, 15/03/2010 23:09 WIB
Persebaya Dipecundangi PSM -
Senin, 15/03/2010 21:50 WIB
Oknum Polisi Diringkus Saat Asyik Pesta Sabu dan Seks -
Senin, 15/03/2010 17:58 WIB
3 Tahun Menghilang, DPO Pembobolan Toko Diringkus -
Senin, 15/03/2010 17:46 WIB
Pemilik Rumah Bantah Air Sumur Tiban dari Pipa PDAM Bocor

-
Senin, 15/03/2010 17:22 WIB
Berbekal STNK Temuan, Yusuf Malah Embat Motor
Indeks Berita
Minggu, 22/11/2009 13:46 WIB
Muhammadiyah: Film 2012 Tak Perlu Ditanggapi Serius
Fatichatun Nadhiroh - detikSurabaya

Ilustrasi/File detikcom
Surabaya -
Kontroversi film 2012 yang bercerita tentang kiamat diyakini hanya sebuah film. Sehingga tidak perlu ditanggapi serius. Hal itu diungkapkan Wakil Ketua Muhammadiyah Jatim Najib Hamid.
"Itu hanya sebuah film, bukan yang sebenarnya. Jadi tidak perlu terlalu diseriusi," kata Najib saat dihubungi detiksurabaya.com, Minggu (22/11/2009).
Selain itu, kata dia, film tersebut untuk merebut pasar agar penontonnya membludak. Di sisi lain, film itu menunjukkan jika dunia ini fana. Bahwa orang boleh percaya adanya hari kiamat tapi tidak boleh menentukan hari kiamat.
"Karena sesungguhnya hari kiamat itu hanya Tuhan yang tahu. Dari film ini, juga diketahui bahwa Tuhan itu ada dan makhluq Tuhan itu memang diciptakan di dunia," tambahnya.
Najib mengaku, tanda-tanda kiamat itu sudah ada saat ini. Misalnya, anak berani terhadap orangtua, anak bunuh orangtua kandung, bapak gauli anak kandungnya dan lain-lain.
Sebelumnya MUI Kabupaten Malang telah mengharamkan film tentang kiamat tersebut. MUI Malang berpendapat film tersebut bisa menyesatkan masyarakat dan tidak layak ditonton.
(fat/fat)
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Muhammadiyah: Film 2012 Tak Perlu Ditanggapi Serius
Fatichatun Nadhiroh - detikSurabaya

Ilustrasi/File detikcom
"Itu hanya sebuah film, bukan yang sebenarnya. Jadi tidak perlu terlalu diseriusi," kata Najib saat dihubungi detiksurabaya.com, Minggu (22/11/2009).
Selain itu, kata dia, film tersebut untuk merebut pasar agar penontonnya membludak. Di sisi lain, film itu menunjukkan jika dunia ini fana. Bahwa orang boleh percaya adanya hari kiamat tapi tidak boleh menentukan hari kiamat.
"Karena sesungguhnya hari kiamat itu hanya Tuhan yang tahu. Dari film ini, juga diketahui bahwa Tuhan itu ada dan makhluq Tuhan itu memang diciptakan di dunia," tambahnya.
Najib mengaku, tanda-tanda kiamat itu sudah ada saat ini. Misalnya, anak berani terhadap orangtua, anak bunuh orangtua kandung, bapak gauli anak kandungnya dan lain-lain.
Sebelumnya MUI Kabupaten Malang telah mengharamkan film tentang kiamat tersebut. MUI Malang berpendapat film tersebut bisa menyesatkan masyarakat dan tidak layak ditonton.
(fat/fat)
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Baca juga :
DETIKSURABAYA.COM
Jl. Jimerto 17 A Surabaya
Redaksi:
Email : redaksi[at]detiksurabaya.com
Telp/ Fax: 031 547 4465
Iklan & Promosi:
Telepon : 031 546 0475 | Faks : 031 547 4465
Email : iklan[at]detiksurabaya.com, event[at]detiksurabaya.com
Jl. Jimerto 17 A Surabaya
Redaksi:
Email : redaksi[at]detiksurabaya.com
Telp/ Fax: 031 547 4465
Iklan & Promosi:
Telepon : 031 546 0475 | Faks : 031 547 4465
Email : iklan[at]detiksurabaya.com, event[at]detiksurabaya.com


