Berita Lain

Indeks Berita

Kamis, 19/11/2009 12:00 WIB
Diskriminatif, Ratusan Pelamar CPNS Geruduk Kantor BKD
Samsul Hadi - detikSurabaya


Kediri - Sebanyak 200 pelamar CPNS di Kota Kediri mendatangi Kantor Badan Kepegawaian Daerah (BKD) setempat, Kamis (19/11/2009). Mereka mempertanyakan perlakuan diskriminatif yang dialami. Selain itu meski memiliki ijazah yang sesuai dengan ketentuan formasi yang dibuka, mereka tidak diberi kesempatan mengikuti tes tulis.

Saat menyampaikan protesnya, para pelamar CPNS membawa surat panggilan yang diterimanya. Tak sedikit diantara mereka yang juga membawa ijazah, transkrip nilai dan sertifikat akta 4 asli, untuk membuktikan memiliki kualifikasi yang sesuai dengan ketentuan dalam formasi yang dilamarnya.

"Sampean lihat sendiri, Mas. Saya lulusan S1 pendidikan agama Islam dan akta 4 saya menyebutkan bisa untuk mengajar MI atau SD. Tapi saat saya melamar guru agama Islam SD, saya ditolak dengana alasan pendidikan saya tidak sesuai," jelas Nur Farida (24), salah satu pelamar CPNS dengan menunjukkan ijazah miliknya.

Hal yang sama disampaikan Anita Kusuma (23), pelamar CPNS Kota Kediri asal Kabupaten Blitar. Dia mengaku melamar guru SMA pendidikan ekonomi dan koperasi, namun ditolak dengan alasan ijazahnya tidak menyebutkan adanya pendidikan koperasi.

"Apa ya mungkin sekarang di ijazah ditulis pendidikan ekonomi dan koperasi, kan terlalu panjang," tegas Anita.

Selain karena permasalahan pendidikan yang tak sesuai dengan ketentuan formasi, sejumlah pelamar juga berusaha meminta penjelasan, karena surat balasan atas lamaran yang diterimanya ternyata kosong.

"Ini saya bawa suratnya. Saya terlanjur senang saat menerima, tapi setelah saya buka ternyata kosong, kan nggak benar kalau seperti ini," ujar Sri Widartik, salah seorang pelamar CPNS lainnya.

Kedatangan sekitar 200 pelamar CPNS yang merasa diperlakukan diskriminatif tersebut merupakan sebagian dari total yang mendapatkan perlakuan sama 4.000 orang. Untuk jumlah pelamar CPNS di Kota Kediri pada tahun 2009, tercatat sebanyak 17 ribu orang dan pelaksanaan tes tulis dijadwalkan pada tanggal 21 November mendatang.

Namun sayang, dengan segala permasalahan yang dibawa sekitar 200 pelamar gagal mendapatkan penjelasan. Kepala BKD Kota Kediri Semeru Singgih tidak ada di kantor dan mereka hanya ditemui para staf.

"Untuk saat ini sementara seluruh permasalahan bapak dan ibu semua saya terima, tapi jawabannya saya tidak bisa berikan sekarang. Saya janji, nanti akan saya sampaikan tuntutan bapak dan ibu semua ke pimpinan," papar staf BKD Kota Kediri yang enggan menyebutkan namanya.

(fat/fat)

Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!

Baca juga :

DETIKSURABAYA.COM
Jl. Jimerto 17 A Surabaya

Redaksi:
Email : redaksi[at]detiksurabaya.com
Telp/ Fax: 031 547 4465

Iklan & Promosi:
Telepon : 031 546 0475 | Faks : 031 547 4465
Email : iklan[at]detiksurabaya.com, event[at]detiksurabaya.com