Suroboyoan
- detikSurabaya www.raja-pr... rajaproperti
- Tambah Sepi... cak_roy
- Curhat... cow
- selamat pagi... bukan_janda
- selamat siang... henry9099
- selamat malam............ henry9099
Berita Lain
-
Senin, 23/11/2009 18:26 WIB
Askes Imbau RS Pemerintah Ikut Program PJKMU -
Senin, 23/11/2009 18:20 WIB
Tidur-tiduran, Tukang Becak Bablas ke Akhirat -
Senin, 23/11/2009 18:15 WIB
Berawal Telepon Nyasar, Mahkota Sekar Direnggut -
Senin, 23/11/2009 18:06 WIB
Terbelit Utang, Stanley Gadaikan Motor Teman -
Senin, 23/11/2009 17:55 WIB
Pemasok SS ke Pulau Madura Diringkus
Indeks Berita
Minggu, 08/11/2009 15:30 WIB
Kasus Bibit-Chandra
Haji Labib Telah Meninggal, Polisi Makin Susah Temukan Yulianto
Imam Wahyudiyanta - detikSurabaya

Rumah H.Labib/Imam Wahyudiyanta
Surabaya -
Usaha polisi untuk menemukan Yulianto yang diduga menyerahkan uang suap Anggodo Widjojo kepada 2 pimpinan KPK, Bibit dan Chandra, nampaknya kian terjal. Itu setelah Haji Labib Sjaifuddin, orang yang menurut Ari Muladi telah mempertemukannya dengan Yulianto, diketahui sudah meninggal karena sirosis lambung.
"Bapak sudah meninggal bulan Juli lalu pada usia 59 tahun. Tepatnya 9 Juli di Rumah Sakit Budi Mulia atau Siloam Hospital," ujar Haris, putra pertama Labib kepada wartawan di kediamannya, Jalan Mulyorejo Utara VII/10, Surabaya, Minggu (8/11/2009).
Lagipula, kata Haris, ayahnya yang merupakan kontraktor rekanan PDAM tidak mengenal baik Ari Muladi maupun Yulianto. Itu sudah ditegaskan oleh ibunya, Mulyaningsih dalam surat pernyataan kepada polisi yang mendatangi rumahnya.
"Akhir bulan lalu memang ada polisi ke sini. Pertanyaannya sama seperti yang Anda ajukan," ujar Haris.
Haris menambahkan, karena memang tidak mengenal baik Ari maupun Yulianto maka ibunya mengatakan yang sebenarnya. Setelah itu Mulyaningsih disuruh membuat surat pernyataan dan menandatanganinya yang isinya bahwa keluarganya benar-benar tidak mengenal kedua orang tersebut.
"Lagi pula ayah saya bisnisnya di Surabaya, bukan di Jakarta," tandas Haris.
Saat diperiksa Tim 8 pada Sabtu kemarin, Ari Muladi menyebutkan dua nama baru, Bambang dan Haji Labib. "Yang mengenalkan saya dengan Yulianto itu orang Surabaya, Haji Labib. Nanti saya minta tolong Pak Labib untuk mencari Yulianto dalam waktu dekat ini," ujar Ari Muladi. Sedangkan Bambang, menurut Ari Muladi, adalah pejabat Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Tim 8 menemukan missing link dalam kasus Chandra-Bibit yaitu sosok Yulianto yang misterius. Ari menggambarkan Yulianto sebagai pengusaha yang pintar "mengurus" segala sesuatu. (iwd/fat)
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Kasus Bibit-Chandra
Haji Labib Telah Meninggal, Polisi Makin Susah Temukan Yulianto
Imam Wahyudiyanta - detikSurabaya

Rumah H.Labib/Imam Wahyudiyanta
"Bapak sudah meninggal bulan Juli lalu pada usia 59 tahun. Tepatnya 9 Juli di Rumah Sakit Budi Mulia atau Siloam Hospital," ujar Haris, putra pertama Labib kepada wartawan di kediamannya, Jalan Mulyorejo Utara VII/10, Surabaya, Minggu (8/11/2009).
Lagipula, kata Haris, ayahnya yang merupakan kontraktor rekanan PDAM tidak mengenal baik Ari Muladi maupun Yulianto. Itu sudah ditegaskan oleh ibunya, Mulyaningsih dalam surat pernyataan kepada polisi yang mendatangi rumahnya.
"Akhir bulan lalu memang ada polisi ke sini. Pertanyaannya sama seperti yang Anda ajukan," ujar Haris.
Haris menambahkan, karena memang tidak mengenal baik Ari maupun Yulianto maka ibunya mengatakan yang sebenarnya. Setelah itu Mulyaningsih disuruh membuat surat pernyataan dan menandatanganinya yang isinya bahwa keluarganya benar-benar tidak mengenal kedua orang tersebut.
"Lagi pula ayah saya bisnisnya di Surabaya, bukan di Jakarta," tandas Haris.
Saat diperiksa Tim 8 pada Sabtu kemarin, Ari Muladi menyebutkan dua nama baru, Bambang dan Haji Labib. "Yang mengenalkan saya dengan Yulianto itu orang Surabaya, Haji Labib. Nanti saya minta tolong Pak Labib untuk mencari Yulianto dalam waktu dekat ini," ujar Ari Muladi. Sedangkan Bambang, menurut Ari Muladi, adalah pejabat Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Tim 8 menemukan missing link dalam kasus Chandra-Bibit yaitu sosok Yulianto yang misterius. Ari menggambarkan Yulianto sebagai pengusaha yang pintar "mengurus" segala sesuatu. (iwd/fat)
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Komentar terkini (0 Komentar)
Belum ada komentar yang masuk
Baca juga :
- Dukung Bibit & Candra, Solidaritas Jatim Usung Pocong
- Dukung KPK, Mahasiswa Geruduk Mapolwiltabes Surabaya
- Kapolda Persilahkan Masyarakat Berdemo Dukung KPK
- Tersangka Suap Tidak Ditahan
KPK Akan Minta Keterangan Penyidik Polda dan Kejati Jatim
Iklan Mini
Pakaian Sholat:JUAL MUKENA/RUKUH(PAKAIAN SHOLAT PEREMPUAN)DENGAN MOTIF YANG TERBARU BAHAN YANG BERKUALITAS TINGGI,NYAMAN DIPAKAI,SANGAT COCOK UNTUK OLEH-OLEH HAJI,HARGA GROSIR.HUBUNGI KAMI DI:ABU BAKAR,FLEXI :03170384866,HP:085850224030,E-MAIL:abubakarinat@yahoo.com
Rumah:Dikontrakkan rumah Jl.ikan mungsing 8 no 67 cocok utk rmh atau kantor fasilitas telp,listrik,kmr 3 km 2 prabot opsional hub 081230171899
Lowongan:Dicari Admin Pria/Wnt Min.20Th D1 Manajemen Pglmn 1Th Jl.Ngagel Rejo Utara 30
Lowongan:CR Supervisor+Sales Udah Perna Bkrj Keras Suka Tantangan,Ulet,Tanggung Jawab Lmr Lsg Ke Pergudangan Margomulyo Permai G-03
AC:FRESH COOL:Pusatnya Service AC Cleaning3Gratis1(25rb)Freon(75rb)Bgkr+Psg(100) Terjamin+Bergaransi+Puas T.0318720699
Selengkapnya
DETIKSURABAYA.COM
Jl. Jimerto 17 A Surabaya
Redaksi:
Email : redaksi[at]detiksurabaya.com
Telp/ Fax: 031 547 4465
Iklan & Promosi:
Telepon : 031 546 0475 | Faks : 031 547 4465
Email : iklan[at]detiksurabaya.com, event[at]detiksurabaya.com
Jl. Jimerto 17 A Surabaya
Redaksi:
Email : redaksi[at]detiksurabaya.com
Telp/ Fax: 031 547 4465
Iklan & Promosi:
Telepon : 031 546 0475 | Faks : 031 547 4465
Email : iklan[at]detiksurabaya.com, event[at]detiksurabaya.com





