Suroboyoan
- Slm bwt detikers smua dh ... atiqfitro
- LOWONGAN KERJA AKSES+ (on... rizal_sz
- TANPA HARUS REPOT REGIST... cak_roy
- selamat pagi... bukan_janda
- selamat siang... henry9099
- selamat malam............ henry9099
Berita Lain
-
Selasa, 24/11/2009 16:53 WIB
Usai Pesta Miras, Segerombolan Pemuda Rampas HP -
Selasa, 24/11/2009 16:44 WIB
Pengamat Hukum: Aborsi Non Medis Legal, Asal dengan Catatan -
Selasa, 24/11/2009 16:37 WIB
Angka Kematian Akibat Aborsi di Indonesia Tertinggi Se Asia Tenggara -
Selasa, 24/11/2009 16:27 WIB
Listrik Mati, Pemulung Embat Batik di PGS -
Selasa, 24/11/2009 15:50 WIB
Penadah Mobil Curian di Hotel Puspa Asri Dibekuk
Indeks Berita
Minggu, 08/11/2009 09:13 WIB
Junk Food Picu Diabetes Anak-anak
Fatichatun Nadhiroh - detikSurabaya
-dalam.jpg)
Illustrasi
Surabaya -
Diabetes saat ini tidak hanya didominasi dewasa. Jika 5 tahun sebelumnya, diabetes didominasi usia di atas 40 tahun, saat ini diabetes bisa melanda anak-anak.
Jumlah penderita diabetes pada anak-anak mengalami kenaikan signifikan. Sejak 2005, kenaikan jumlah penderita diabetes pada anak-anak mencapai 4,5 persen. Tingginya angka pertumbuhan jumlah penderita diabetes pada anak-anak memang tidak merata di seluruh wilayah di Indonesia.
"Padahal sebelumnya hanya 1,5 persen. Sementara dari total penderita diabetes di Indonesia yang berjumlah 13 juta orang, kurang dari 5 persen adalah anak-anak," kata Ketua Pusat Diabetes dan Nutrisi RSU dr Soetomo, Prof Dr dr Askandar Tjokroprawiro SpPD-KEMD, Minggu (8/11/2009).
Selain faktor keturunan, perubahan penderita anak-anak ini, kata dia, disebabkan pola makan yang tidak sehat serta kurangnya gerak yang menyebabkan obesitas. Selain itu anak-anak sekarang sering mengonsumsi junk food atau makanan cepat saji.
"Makan junk food memang tidak dilarang, tapi jangan melakukannya setiap hari," jelanya.
Kurangnya gerak membuat kalori dalam tubuh tidak banyak terbakar. Aapalagi anak-anak yang hidup di perkotaan suka dan betah bermain komputer berjam-jam. Kondisi ini diperparah saat bermain ditemani makanan kecil.
Minimnya ruang terbuka juga bisa jadi pemicu anak-anak memilih melakukan kegiatan di dalam ruangan. Anak-anak di perkotaan, jelas Prof Askandar, juga jarang beraktivitas di luar ruangan. Seperti bermain bola atau kegiatan lain yang menuntut banyak gerak.
"Ini pula yang menyebabkan anak mudah terkena obesitas. Jika sudah mengalami obesitas, mereka rentan terkena diabetes," jelasnya.
Sementara Menurut Prof Dr dr Agung P. SpPD-KEMD, tingginya angka pertumbuhan lebih banyak terjadi di kota-kota besar.
"Saat ini sementara untuk wilayah Indonesia timur, pertumbuhan penderita diabetes cenderung stabil," jelas Ketua Panitia Joint Symposium Surabaya Diabetes Update XIX dan Mebolic Cardiovascular Disease Surabaya Update V, Prof Agung. (fat/fat)
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Junk Food Picu Diabetes Anak-anak
Fatichatun Nadhiroh - detikSurabaya
-dalam.jpg)
Illustrasi
Jumlah penderita diabetes pada anak-anak mengalami kenaikan signifikan. Sejak 2005, kenaikan jumlah penderita diabetes pada anak-anak mencapai 4,5 persen. Tingginya angka pertumbuhan jumlah penderita diabetes pada anak-anak memang tidak merata di seluruh wilayah di Indonesia.
"Padahal sebelumnya hanya 1,5 persen. Sementara dari total penderita diabetes di Indonesia yang berjumlah 13 juta orang, kurang dari 5 persen adalah anak-anak," kata Ketua Pusat Diabetes dan Nutrisi RSU dr Soetomo, Prof Dr dr Askandar Tjokroprawiro SpPD-KEMD, Minggu (8/11/2009).
Selain faktor keturunan, perubahan penderita anak-anak ini, kata dia, disebabkan pola makan yang tidak sehat serta kurangnya gerak yang menyebabkan obesitas. Selain itu anak-anak sekarang sering mengonsumsi junk food atau makanan cepat saji.
"Makan junk food memang tidak dilarang, tapi jangan melakukannya setiap hari," jelanya.
Kurangnya gerak membuat kalori dalam tubuh tidak banyak terbakar. Aapalagi anak-anak yang hidup di perkotaan suka dan betah bermain komputer berjam-jam. Kondisi ini diperparah saat bermain ditemani makanan kecil.
Minimnya ruang terbuka juga bisa jadi pemicu anak-anak memilih melakukan kegiatan di dalam ruangan. Anak-anak di perkotaan, jelas Prof Askandar, juga jarang beraktivitas di luar ruangan. Seperti bermain bola atau kegiatan lain yang menuntut banyak gerak.
"Ini pula yang menyebabkan anak mudah terkena obesitas. Jika sudah mengalami obesitas, mereka rentan terkena diabetes," jelasnya.
Sementara Menurut Prof Dr dr Agung P. SpPD-KEMD, tingginya angka pertumbuhan lebih banyak terjadi di kota-kota besar.
"Saat ini sementara untuk wilayah Indonesia timur, pertumbuhan penderita diabetes cenderung stabil," jelas Ketua Panitia Joint Symposium Surabaya Diabetes Update XIX dan Mebolic Cardiovascular Disease Surabaya Update V, Prof Agung. (fat/fat)
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Baca juga :
- Waspadai Obesitas dengan Mengukur Lingkar Perut
- Awas..! Trend Diabetes Serang ABG Usia 15 Tahun
- Gaya Hidup Penyebab Diabetes Usia Belasan Tahun
- Tips Ngeseks Bagi Pasangan Diabetes
Iklan Mini
Motor:GL MAX Neotex'96Lengkap Orsinil=5,6jt Nego Bratang Wetan 4/16A(081357292215)
Motor:MTR GEROBAK TERMURAH Cash/Kredit Bisa Grosir Ngagel Rejo Kidul 44 T03177852555
HP:"OC"03170232455;n97gX3mg(45)w980igbsb(17) 6500sg(1350)3660l/3650l(350/325)6600l(450)
Mobil:MANNA MOBIL KERTAJAYA 210 0315011571 H.STREAM 1.7 Manual'05(L)TgI Slv F.OrsCat
HP:Ciliwung 64 T.03170573369New100%PhilipsBat Standby 1Bulan2mp Bluetooth RadioMmc1Gb(8) PhilipsSpecialEditionDragon&Phoenix(11)tt
Selengkapnya
DETIKSURABAYA.COM
Jl. Jimerto 17 A Surabaya
Redaksi:
Email : redaksi[at]detiksurabaya.com
Telp/ Fax: 031 547 4465
Iklan & Promosi:
Telepon : 031 546 0475 | Faks : 031 547 4465
Email : iklan[at]detiksurabaya.com, event[at]detiksurabaya.com
Jl. Jimerto 17 A Surabaya
Redaksi:
Email : redaksi[at]detiksurabaya.com
Telp/ Fax: 031 547 4465
Iklan & Promosi:
Telepon : 031 546 0475 | Faks : 031 547 4465
Email : iklan[at]detiksurabaya.com, event[at]detiksurabaya.com




