Suroboyoan
- Slm bwt detikers smua dh ... atiqfitro
- Tambah Sepi... cak_roy
- Curhat... cow
- selamat pagi... bukan_janda
- selamat siang... henry9099
- selamat malam............ henry9099
Berita Lain
-
Rabu, 25/11/2009 12:56 WIB
Sanksi Tidak Jelas, Penerapan Perda Anti Rokok Diacuhkan -
Rabu, 25/11/2009 12:52 WIB
Bayi Usia 1 Bulan Tewas
2,5 Tahun Menikah, Nanang Kerap Hajar Istri -
Rabu, 25/11/2009 12:04 WIB
Sebulan Perda Anti Rokok
Pemberian Sanksi Sepenuhnya Tugas Satpol PP -
Rabu, 25/11/2009 11:22 WIB
Pertamina Jamin BBM untuk Penerbangan Haji Aman -
Rabu, 25/11/2009 11:08 WIB
Lomba Lari 10 KM di Suramadu
Surat Izin Menteri PU Turun, Siang Ini Gelar Rapat Teknis
Indeks Berita
Sabtu, 07/11/2009 15:55 WIB
Mahir Menari Membuat Tugu Berkeliling Dunia
Zainal Effendi - detikSurabaya

Foto: Zainal Effendi
Surabaya -
Berawal dari ketidaksengajaan belajar menari dari kedua orangtuanya, membuat Tugu Prima Riyanto (19) bisA terbang ke luar negeri mewakili Indonesia.
Banyak pengalaman yang didapat anak pertama dari tiga bersaudara ini seni tari yang
digelutinya sejak duduk di bangku SMP. Bisa menari tak membuatnya lebih bangga dan tidak minder meski di olok teman sebayanya dengan sebutan banci.
Anak pasangan Didit Riyanto dan Bhertan Kusmariyah mempunyai jurus untuk membuktikan jika dirinya bukanlah seorang yang lemah gemulai dengan mencintai olahraga basket dan menjawabnya dengan prestasi serta bisa menunjukkan budaya tradisional ke dunia luar.
"Saya punya banyak cerita dan kesan yang banyak dengan tari.Saya dua kali ke Belgia yakni pada tahun 2008 dalam rangka Indonesia Herritage dan tahun 2009 dalam rangka Bulan Promosi Indonesia," kata Tugu mahasiswa STIE Perbanas kepada detiksurabaya.com, Sabtu (7/11/2009).
Pengalaman yang tidak akan dilupakan pemuda asli Surabaya ini bukanlah pergi ke luar negeri mewakili Indonesia tapi saat dirinya tampil di Kongres Dokter Anak se-Asia Pasific yang digelar di Hotel JW Marriot Surabaya beberapa waktu lalu.
"Yang paling berkesan buat saya selama menari adalah tampil di depan ribuan dokter. Karena baru kali itu, saya tampil 3 hari berturut-turut menunjukkan tarian tardisional Indonesia," tandasnya.
Pemuda yang menguasai belasan tarian tradisional ini berharap laki-laki tidak minder jadi seorang penari tradisional. Tari tradisional adalah budaya bangsa yang harus dilestarikan. "Harapan saya kedepan, saya ingin mengajak para laki-laki mau menari tarian tradisional dan tidak menjadi malu," pungkasnya.
(ze/wln)
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Mahir Menari Membuat Tugu Berkeliling Dunia
Zainal Effendi - detikSurabaya

Foto: Zainal Effendi
Banyak pengalaman yang didapat anak pertama dari tiga bersaudara ini seni tari yang
digelutinya sejak duduk di bangku SMP. Bisa menari tak membuatnya lebih bangga dan tidak minder meski di olok teman sebayanya dengan sebutan banci.
Anak pasangan Didit Riyanto dan Bhertan Kusmariyah mempunyai jurus untuk membuktikan jika dirinya bukanlah seorang yang lemah gemulai dengan mencintai olahraga basket dan menjawabnya dengan prestasi serta bisa menunjukkan budaya tradisional ke dunia luar.
"Saya punya banyak cerita dan kesan yang banyak dengan tari.Saya dua kali ke Belgia yakni pada tahun 2008 dalam rangka Indonesia Herritage dan tahun 2009 dalam rangka Bulan Promosi Indonesia," kata Tugu mahasiswa STIE Perbanas kepada detiksurabaya.com, Sabtu (7/11/2009).
Pengalaman yang tidak akan dilupakan pemuda asli Surabaya ini bukanlah pergi ke luar negeri mewakili Indonesia tapi saat dirinya tampil di Kongres Dokter Anak se-Asia Pasific yang digelar di Hotel JW Marriot Surabaya beberapa waktu lalu.
"Yang paling berkesan buat saya selama menari adalah tampil di depan ribuan dokter. Karena baru kali itu, saya tampil 3 hari berturut-turut menunjukkan tarian tardisional Indonesia," tandasnya.
Pemuda yang menguasai belasan tarian tradisional ini berharap laki-laki tidak minder jadi seorang penari tradisional. Tari tradisional adalah budaya bangsa yang harus dilestarikan. "Harapan saya kedepan, saya ingin mengajak para laki-laki mau menari tarian tradisional dan tidak menjadi malu," pungkasnya.
(ze/wln)
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Komentar terkini (0 Komentar)
Belum ada komentar yang masuk
Baca juga :
- Tolak Kriminalisasi KPK Melalui Buku
- Mendiknas: Pembuat Soal Cabul Akan Dikenai Sanksi
- Guru Pembuat Soal Ujian Cabul Belum Diberi Sanksi
- Dinas Pendidikan Sidoarjo Siap Diperiksa Polisi Terkait Soal Ujian Cabul
Iklan Mini
Lowongan:DCR Karyawati Dibid.Fashion Dom.Ps.Atum Krm Lmr Ps.Atum ThpI Lt1-1165T H:0315025718
DNA:DNA Genteng Besar18 03170973237newGemini/5800/6300?bks99%e90fs(35)bb8900bsbfs(32/28)n86gX2mg(37)omnia/e71gbsb(25)e51(13)n95/n81/5610/6500c/s/s8300/BB8310/BB8700
Makanan:Angela Salad Buah Istimewa dan Pastel Goreng Istimewa Buktikan T.(031)5996429/77803380
Motor:V-IXION'09 TGN.I ABU2 SPT BARU (19jt) Rungkut Kidul Raya 22 T.081330040500 nego
AC:FRESH COOL Pusatnya Service AC Cleaning3Gratis1(25rb)Freon(75rb)Bgkr+Psg(100) Terjamin+Bergaransi+Puas T.0318720699
Selengkapnya
DETIKSURABAYA.COM
Jl. Jimerto 17 A Surabaya
Redaksi:
Email : redaksi[at]detiksurabaya.com
Telp/ Fax: 031 547 4465
Iklan & Promosi:
Telepon : 031 546 0475 | Faks : 031 547 4465
Email : iklan[at]detiksurabaya.com, event[at]detiksurabaya.com
Jl. Jimerto 17 A Surabaya
Redaksi:
Email : redaksi[at]detiksurabaya.com
Telp/ Fax: 031 547 4465
Iklan & Promosi:
Telepon : 031 546 0475 | Faks : 031 547 4465
Email : iklan[at]detiksurabaya.com, event[at]detiksurabaya.com




