Suroboyoan
- hefny_amany... kuduk-kuduk_bawean
- Dompet Amal Untuk Penderi... wongsemprul
- Opo sih tempat dolan sing... www.hongkonggrosir.co.nr
- [Khusus] Kenalan... henry9099
- selamat pagi... bukan_janda
- selamat siang... delila
Berita Lain
-
Sabtu, 20/03/2010 18:00 WIB
Himpunan Profesional Muda NU Dukung Gus Sholah Jadi Ketua PBNU -
Sabtu, 20/03/2010 17:18 WIB
Tak Ada Tahanan Ikut UN Tahun Ini

-
Sabtu, 20/03/2010 17:03 WIB
Muspida Jatim akan Rehabilitasi Mantan Napi Teroris -
Sabtu, 20/03/2010 16:38 WIB
Demi Foya-foya, Dua Remaja Nekat Gasak Motor -
Sabtu, 20/03/2010 16:03 WIB
Mendiknas Imbau Tak Percaya Bocoran UN

Indeks Berita
Sabtu, 07/11/2009 11:06 WIB
HTI Tuntut Pemberantasan Korupsi
Steven Lenakoly - detikSurabaya

Foto: Steven Lenakoly
Surabaya -
Ratusan massa simpatisan Hitzbut Tahrir Indonesia (HTI) berunjuk rasa tolak kapitalisme. Menurut pengunjuk rasa, kapitalisme awal kebobrokan bangsa.
Aksi ini juga mengambil contoh kriminalisasi KPK sebagai bentuk sistem kapitalisme yang korup. Korupsi sudah masuk ke dalam birokrat sehingga apa pun bisa diatur dengan uang.
"Kasus KPK hanyalah sebuah gunung es yang terlihat sedikit. Padahal ada yang jauh lebih buruk," kata Ketua HTI Surabaya, Fitri Zudiar kepada wartawan di sela-sela aksi di depan Gedung Grahadi, Jalan Gubernur Suryo, Sabtu (6/11/2009).
Fitri mendesak agar sistem di negeri ini diganti dengan sistem syariah. Pasalnya sistem ini dinilai ideal menggantikan sistem kapitalisme yang merugikan.
Unjuk rasa ini juga mendesak pemerintah agar menekankan kepada tiap birokratnya untuk menolak hadiah atau pun suap. Budaya menerima suap bisa merusak mental bangsa ini.
Massa membawa poster yang antara lain bertuliskan 'Hapus Korupsi dengan Syariah dan Khilafah'. Aksi ini juga diikuti oleh simpatisan perempuan dan anak-anak.
Aksi massa unjuk rasa membuat lalu lintas di Jalan Gubernur Suryo padat merambat. Pengawalan polisi juga tampak tidak terlalu ketat.
(stv/wln)
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
HTI Tuntut Pemberantasan Korupsi
Steven Lenakoly - detikSurabaya

Foto: Steven Lenakoly
Aksi ini juga mengambil contoh kriminalisasi KPK sebagai bentuk sistem kapitalisme yang korup. Korupsi sudah masuk ke dalam birokrat sehingga apa pun bisa diatur dengan uang.
"Kasus KPK hanyalah sebuah gunung es yang terlihat sedikit. Padahal ada yang jauh lebih buruk," kata Ketua HTI Surabaya, Fitri Zudiar kepada wartawan di sela-sela aksi di depan Gedung Grahadi, Jalan Gubernur Suryo, Sabtu (6/11/2009).
Fitri mendesak agar sistem di negeri ini diganti dengan sistem syariah. Pasalnya sistem ini dinilai ideal menggantikan sistem kapitalisme yang merugikan.
Unjuk rasa ini juga mendesak pemerintah agar menekankan kepada tiap birokratnya untuk menolak hadiah atau pun suap. Budaya menerima suap bisa merusak mental bangsa ini.
Massa membawa poster yang antara lain bertuliskan 'Hapus Korupsi dengan Syariah dan Khilafah'. Aksi ini juga diikuti oleh simpatisan perempuan dan anak-anak.
Aksi massa unjuk rasa membuat lalu lintas di Jalan Gubernur Suryo padat merambat. Pengawalan polisi juga tampak tidak terlalu ketat.
(stv/wln)
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Baca juga :
- Hizbut Tahrir Kecam Kekejaman Israel dengan Salat Ghoib
- Mahasiswa Surabaya Kutuk Penyerbuan Israel ke Masjidil Aqsha
- Mahasiswa ISMAHI Tuntut Cabut Penghentian Musyafak
- Belasan Mahasiswa Tolak Pelantikan SBY-Boediono
DETIKSURABAYA.COM
Jl. Jimerto 17 A Surabaya
Redaksi:
Email : redaksi[at]detiksurabaya.com
Telp/ Fax: 031 547 4465
Iklan & Promosi:
Telepon : 031 546 0475 | Faks : 031 547 4465
Email : iklan[at]detiksurabaya.com, event[at]detiksurabaya.com
Jl. Jimerto 17 A Surabaya
Redaksi:
Email : redaksi[at]detiksurabaya.com
Telp/ Fax: 031 547 4465
Iklan & Promosi:
Telepon : 031 546 0475 | Faks : 031 547 4465
Email : iklan[at]detiksurabaya.com, event[at]detiksurabaya.com


