Berita Lain

Indeks Berita

Gaya Hidup

Rabu, 16/05/2012 09:16

Fitness Atasi Hipertensi Turunan

Gb
Tekanan darah tinggi atau yang dikenal dengan hipertensi bisa menurun dalam keluarga. Jika Anda memiliki orang tua yang mengidap penyakit ini, Anda harus pintar-pintar mengantisipasinya.

Kuliner

Selasa, 08/05/2012 12:16

Mie Ayam Rambut Setan, Dijamin Bakal Berkeringat!

Gb
Nama seram kini menjadi trend di dunia kuliner Indonesia, sebut saja misalnya Rawon setan. Di Lamongan, kini muncul kuliner lain dari yang lain yakni Mie Ayam Rambut Setan. Pedas dan jamur tiramnya terasa menggigit.

Pelajar

Rabu, 09/05/2012 13:42

Siswa SMK Racik Mesin Penggiling 4 in 1

Gb
Kabar menggembirakan datang dari generasi muda kita, Siswa Menengah Kejuruan di Surabaya. Setelah menyelesaikan UN, para anak didik ini menciptakan sebuah tugas akhir yang berbentuk mesin penggiling 4 in 1.
Blog SurabayaDaftar blog | Login

Cari Penawaran Terbaik di Sini


Parikan

Arep Mbales PariKan? Klik di Sini
Jumat, 06/11/2009 17:51 WIB

Awas! Tahu Berformalin Masih Beredar

Imam Wahyudiyanta - detikSurabaya



Foto: Imam Wahyudiyanta
Surabaya - Bagi Anda penggemar tahu, mulai sekarang harap berhati-hati. Bisa saja tahu yang Anda konsumsi mengandung formalin. Pasalnya, polisi baru saja menggerebek usaha tahu yang menggunakan formalin dengan tujuan agar tahunya tidak mudah busuk.

Usaha tahu yang digerebek itu adalah UD Jaya Abadi yang berlokasi di Desa Kedung Rawan, Krembung, Sidoarjo. Usaha tahu yang mulai beroperasi sejak tahun 2007 itu adalah milik Umrona (40).

"Sejak mulai buka, pemiliknya sudah mencampur tahunya dengan formalin," ujar Kanit Idik IV, AKP Slamet Hariyatno kepada wartawan di mapolwiltabes, Jalan Taman Sikatan, Jumat (6/11/2009).

Dari tempat usaha itu, petugas menyita satu jerigen berisi 5 liter formalin  dan satu jerigen berisi 10 liter campuran formalin dan air. Selain itu petugas juga menyita 8 kantong plastik masing-masing berisi 5 buah tahu untuk sample, satu buku pembukuan penjualan tahu dan alat pencetak tahu.

Slamet menerangkan bahwa setelah tahu jadi akan diedarkan, boks tempat tahu yang berukuran 40x40 cm dituang 100 cc formalin. Formalin itu akan bercampur dengan air dan diserap oleh tahu di dalam boks. Akibatnya tahu yang sudah bercampur formalin akan tenggelam di dalam air. Padahal tahu yang murni akan sedikit mengambang di dalam air.

Slamet menerangkan bahwa formalin yang biasanya dipakai sebagai bahan pengawet mayat sungguh berbahaya bila dikonsumsi. Selain bisa mengakibatkan iritasi, juga bisa mengakibatkan sesak napas, radang tenggorokan dan dampak jangka panjangnya adalah kanker.

"Kami akan membawa samplenya ke BBPOM dan kami juga akan memeriksa saksi ahli dari dinas kesehatan," tambah Slamet.

Tahu bikinan Umrona setiap harinya bisa menghabiskan 7 kwintal kedelai sebagai bahan bakunya. Wilayah pemasarannya adalah sejumlah pasar tradisional di kawasan Krembung. Tahu itu juga diambil dan dijajakan keliling kampung oleh para pedagang.

(iwd/fat)



Share

The GREATEST mailinglist in East-Java. Informations, Entertainment, lifestyle, and others article. You named it we got it! Join now, detiksurabaya-subscribe@yahoogroups.com
Redaksi:
Email : redaksi[at]detiksurabaya.com
Jl. Jimerto No. 17 A Surabaya
Telp/ Fax: 031 547 4465

Informasi pemasangan iklan:
Email : sales[at]detik.com

Promosi / Event:
Hubungi: Gilang Permana Seta
Email: event[at]detiksurabaya.com
Telepon : 031 546 0475 | Faks : 031 547 4465