Suroboyoan
- Cinta Produk Indonesia ?... soptima14a
- ~~ game ~~... metagora
- ۩۞۩ [Un... thedarkcm
- selamat pagi... bukan_janda
- selamat siang... henry9099
- selamat malam............ henry9099
Berita Lain
-
Kamis, 26/11/2009 09:49 WIB
Pemprov Jatim Galakkan Gemar Ikan dan Minum Susu -
Kamis, 26/11/2009 09:34 WIB
Arus Toron Dermaga Ujung Turun Drastis -
Kamis, 26/11/2009 09:09 WIB
Korban Kekerasan di Surabaya Berusia 13-18 Tahun -
Kamis, 26/11/2009 08:48 WIB
Dugaan Korupsi P2SEM
PN Surabaya Gelar Sidang Perdana Fathorrasjid -
Kamis, 26/11/2009 08:30 WIB
Dua Jambret Dihajar Warga Saat Cari Tambahan Biaya Nikah
Indeks Berita
Jumat, 06/11/2009 17:51 WIB
Awas! Tahu Berformalin Masih Beredar
Imam Wahyudiyanta - detikSurabaya

Foto: Imam Wahyudiyanta
Surabaya -
Bagi Anda penggemar tahu, mulai sekarang harap berhati-hati. Bisa saja tahu yang Anda konsumsi mengandung formalin. Pasalnya, polisi baru saja menggerebek usaha tahu yang menggunakan formalin dengan tujuan agar tahunya tidak mudah busuk.
Usaha tahu yang digerebek itu adalah UD Jaya Abadi yang berlokasi di Desa Kedung Rawan, Krembung, Sidoarjo. Usaha tahu yang mulai beroperasi sejak tahun 2007 itu adalah milik Umrona (40).
"Sejak mulai buka, pemiliknya sudah mencampur tahunya dengan formalin," ujar Kanit Idik IV, AKP Slamet Hariyatno kepada wartawan di mapolwiltabes, Jalan Taman Sikatan, Jumat (6/11/2009).
Dari tempat usaha itu, petugas menyita satu jerigen berisi 5 liter formalin dan satu jerigen berisi 10 liter campuran formalin dan air. Selain itu petugas juga menyita 8 kantong plastik masing-masing berisi 5 buah tahu untuk sample, satu buku pembukuan penjualan tahu dan alat pencetak tahu.
Slamet menerangkan bahwa setelah tahu jadi akan diedarkan, boks tempat tahu yang berukuran 40x40 cm dituang 100 cc formalin. Formalin itu akan bercampur dengan air dan diserap oleh tahu di dalam boks. Akibatnya tahu yang sudah bercampur formalin akan tenggelam di dalam air. Padahal tahu yang murni akan sedikit mengambang di dalam air.
Slamet menerangkan bahwa formalin yang biasanya dipakai sebagai bahan pengawet mayat sungguh berbahaya bila dikonsumsi. Selain bisa mengakibatkan iritasi, juga bisa mengakibatkan sesak napas, radang tenggorokan dan dampak jangka panjangnya adalah kanker.
"Kami akan membawa samplenya ke BBPOM dan kami juga akan memeriksa saksi ahli dari dinas kesehatan," tambah Slamet.
Tahu bikinan Umrona setiap harinya bisa menghabiskan 7 kwintal kedelai sebagai bahan bakunya. Wilayah pemasarannya adalah sejumlah pasar tradisional di kawasan Krembung. Tahu itu juga diambil dan dijajakan keliling kampung oleh para pedagang.
(iwd/fat)
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Awas! Tahu Berformalin Masih Beredar
Imam Wahyudiyanta - detikSurabaya

Foto: Imam Wahyudiyanta
Usaha tahu yang digerebek itu adalah UD Jaya Abadi yang berlokasi di Desa Kedung Rawan, Krembung, Sidoarjo. Usaha tahu yang mulai beroperasi sejak tahun 2007 itu adalah milik Umrona (40).
"Sejak mulai buka, pemiliknya sudah mencampur tahunya dengan formalin," ujar Kanit Idik IV, AKP Slamet Hariyatno kepada wartawan di mapolwiltabes, Jalan Taman Sikatan, Jumat (6/11/2009).
Dari tempat usaha itu, petugas menyita satu jerigen berisi 5 liter formalin dan satu jerigen berisi 10 liter campuran formalin dan air. Selain itu petugas juga menyita 8 kantong plastik masing-masing berisi 5 buah tahu untuk sample, satu buku pembukuan penjualan tahu dan alat pencetak tahu.
Slamet menerangkan bahwa setelah tahu jadi akan diedarkan, boks tempat tahu yang berukuran 40x40 cm dituang 100 cc formalin. Formalin itu akan bercampur dengan air dan diserap oleh tahu di dalam boks. Akibatnya tahu yang sudah bercampur formalin akan tenggelam di dalam air. Padahal tahu yang murni akan sedikit mengambang di dalam air.
Slamet menerangkan bahwa formalin yang biasanya dipakai sebagai bahan pengawet mayat sungguh berbahaya bila dikonsumsi. Selain bisa mengakibatkan iritasi, juga bisa mengakibatkan sesak napas, radang tenggorokan dan dampak jangka panjangnya adalah kanker.
"Kami akan membawa samplenya ke BBPOM dan kami juga akan memeriksa saksi ahli dari dinas kesehatan," tambah Slamet.
Tahu bikinan Umrona setiap harinya bisa menghabiskan 7 kwintal kedelai sebagai bahan bakunya. Wilayah pemasarannya adalah sejumlah pasar tradisional di kawasan Krembung. Tahu itu juga diambil dan dijajakan keliling kampung oleh para pedagang.
(iwd/fat)
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Baca juga :
- Buron 6 Bulan, Pelaku Pencurian 2 Ton Besi Dibekuk
- Demi Kekasih, ABG Nekat Njambret HP
- Pencurian Mobil Berhasil Digagalkan Satpam
- Pembajak Truk Muatan Batu Bata Diringkus
Iklan Mini
Mobil:BMW 318i'2001 SILVER MULUS Wisata Bukit Mas C4-15
Mobil:LS'00 (L) Sangat Ist-Trwt Pajak Baru Hub: Manyar Kartika Timur 2/8 T:085852299988
Tanah:J.Tnh Industri dan Gudang Lok.Ry.Krian ByPass L.1Ha-5Ha dan 7Ha Ry.Wonoayu :081330330188
Mobil:MANNA MOBIL KERTAJAYA 210 0315011571 Hari Besar dan Hari Minggu Tetap Buka H.All NewCRV2.4Matic'07+All NewCRV 2.0'08 S.SX-Over MT'08(L)Silver Ors Antik Km22Rb
Mobil:S.KARIMUN GX'04 GOLD(L)KM63RB Hub:03177851665
Selengkapnya
DETIKSURABAYA.COM
Jl. Jimerto 17 A Surabaya
Redaksi:
Email : redaksi[at]detiksurabaya.com
Telp/ Fax: 031 547 4465
Iklan & Promosi:
Telepon : 031 546 0475 | Faks : 031 547 4465
Email : iklan[at]detiksurabaya.com, event[at]detiksurabaya.com
Jl. Jimerto 17 A Surabaya
Redaksi:
Email : redaksi[at]detiksurabaya.com
Telp/ Fax: 031 547 4465
Iklan & Promosi:
Telepon : 031 546 0475 | Faks : 031 547 4465
Email : iklan[at]detiksurabaya.com, event[at]detiksurabaya.com



