Suroboyoan
- Cinta Produk Indonesia ?... soptima14a
- ~~ game ~~... metagora
- ۩۞۩ [Un... thedarkcm
- selamat pagi... bukan_janda
- selamat siang... henry9099
- selamat malam............ henry9099
Berita Lain
-
Rabu, 25/11/2009 21:06 WIB
Bisnis Syahwat di Sumenep
Forum Kiai Muda Ancam Razia dan Tutup Paksa Lokalisasi -
Rabu, 25/11/2009 17:58 WIB
Pelajar Madrasah Aliyah Edarkan Ganja -
Rabu, 25/11/2009 16:19 WIB
Ribuan Lubang Tambang Emas Ilegal Dimusnahkan -
Rabu, 25/11/2009 14:41 WIB
Pelaku Pelindas Anak ke KA Divonis 10 Tahun Penjara -
Rabu, 25/11/2009 12:31 WIB
Landasan Pacu Lanud Berlubang
46 Hari Ditutup, Bandara Abdulrachman Saleh Dibuka
Indeks Berita
Kamis, 05/11/2009 18:02 WIB
Pergi Berbelanja, TKI Asal Kediri Tewas Tertabrak di Malaysia
Samsul Hadi - detikSurabaya
Kediri -
Antok (21) warga Desa Babadan, Kecamatan Ngancar, Kabupaten Kediri, meninggal dunia setelah tertabrak mobil di Malaysia. Antok bekerja di Negeri Jiran sebagai tenaga kerja di sana.
Kabar kematian Antok diterima keluarganya pada Minggu (1/11/2009) yang lalu dari salah seorang rekan kerjanya di Malaysia. Anak dari pasangan Heri (48) dan Tutik (40) tahun dikabarkan meninggal dunia setelah tertabrak mobil saat diminta majikannya untuk berbelanja. Jenazah korban tiba di rumah duka, pada pukul 14.00 WIB, Kamis (5/11/2009).
"Kalau meninggalnya Sabtu malam, tapi kabarnya diterima keluarga keesokan harinya," kata Kepala Seksi Penempatan Tenaga Kerja Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi Kabupaten Kediri, Agung Leksono Prasetyo, saat ditemui wartawan di ruang kerjanya.
Agung mengungkapkan pihaknya kesulitan melakukan pengurusan hak korban, termasuk sisa gaji dan tunjangan yang semestinya didapatkannya. Selama berada di Malaysia, korban diketahui sebagai TKI gelap yang tidak diberangkatkan Perusahaan Jasa Pengerah Tenaga Kerja Indonesia (PJTKI) resmi.
"Itulah yang menjadikan kami bingung, karena kabarnya dia berangkat ke Malaysia dengan visa kunjung. Padahal kalau memang dia TKI resmi, harusnya tercatat dan berangkat dengan menggunakan visa kerja," ungkap Agung.
Meski demikian, upaya untuk bisa mendapatkan hak korban akan terus diupayakan. "Ada staf yang sudah kami kirim kesana khususnya meminta berita acara penyerahan jenazah. Dari sana kami akan berusaha mengurus seluruh hak korban," tuturnya.
Terkait tunjangan kepada korban, Pemerintah Kabupaten Kediri telah memiliki kebijakan untuk memberikannya. Tempat TKI bekerja menjadi bahan pertimbangan dalam penentuan besaran tunjangan yang diberikan.
"Ini murni kebijakan Bupati Kediri, biasanya diberikan dalam bentuk tunjangan uang duka untuk keluarga TKI yang meninggal di luar negeri. Kalau di Malaysia, besarannya bisa sampai 50 juta," pungkasnya. (wln/wln)
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Pergi Berbelanja, TKI Asal Kediri Tewas Tertabrak di Malaysia
Samsul Hadi - detikSurabaya
Kabar kematian Antok diterima keluarganya pada Minggu (1/11/2009) yang lalu dari salah seorang rekan kerjanya di Malaysia. Anak dari pasangan Heri (48) dan Tutik (40) tahun dikabarkan meninggal dunia setelah tertabrak mobil saat diminta majikannya untuk berbelanja. Jenazah korban tiba di rumah duka, pada pukul 14.00 WIB, Kamis (5/11/2009).
"Kalau meninggalnya Sabtu malam, tapi kabarnya diterima keluarga keesokan harinya," kata Kepala Seksi Penempatan Tenaga Kerja Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi Kabupaten Kediri, Agung Leksono Prasetyo, saat ditemui wartawan di ruang kerjanya.
Agung mengungkapkan pihaknya kesulitan melakukan pengurusan hak korban, termasuk sisa gaji dan tunjangan yang semestinya didapatkannya. Selama berada di Malaysia, korban diketahui sebagai TKI gelap yang tidak diberangkatkan Perusahaan Jasa Pengerah Tenaga Kerja Indonesia (PJTKI) resmi.
"Itulah yang menjadikan kami bingung, karena kabarnya dia berangkat ke Malaysia dengan visa kunjung. Padahal kalau memang dia TKI resmi, harusnya tercatat dan berangkat dengan menggunakan visa kerja," ungkap Agung.
Meski demikian, upaya untuk bisa mendapatkan hak korban akan terus diupayakan. "Ada staf yang sudah kami kirim kesana khususnya meminta berita acara penyerahan jenazah. Dari sana kami akan berusaha mengurus seluruh hak korban," tuturnya.
Terkait tunjangan kepada korban, Pemerintah Kabupaten Kediri telah memiliki kebijakan untuk memberikannya. Tempat TKI bekerja menjadi bahan pertimbangan dalam penentuan besaran tunjangan yang diberikan.
"Ini murni kebijakan Bupati Kediri, biasanya diberikan dalam bentuk tunjangan uang duka untuk keluarga TKI yang meninggal di luar negeri. Kalau di Malaysia, besarannya bisa sampai 50 juta," pungkasnya. (wln/wln)
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Komentar terkini (0 Komentar)
Belum ada komentar yang masuk
Baca juga :
- TKW Jember Tewas di Malaysia
Kedatangan Jenazah Muntik Disambut Tangis Histeris - TKW Jember Tewas di Malaysia
Keluarga Menunggu Jenazah Muntik Tiba di Bandara Juanda - TKI Tewas di Malaysia
Keluarga di Jember Minta Jenazah Segera Dipulangkan - TKI Jember yang Terjatuh di Malaysia Meninggal Dunia
Iklan Mini
Mobil:BMW 318i'2001 SILVER MULUS Wisata Bukit Mas C4-15
Mobil:LS'00 (L) Sangat Ist-Trwt Pajak Baru Hub: Manyar Kartika Timur 2/8 T:085852299988
Tanah:J.Tnh Industri dan Gudang Lok.Ry.Krian ByPass L.1Ha-5Ha dan 7Ha Ry.Wonoayu :081330330188
Mobil:MANNA MOBIL KERTAJAYA 210 0315011571 Hari Besar dan Hari Minggu Tetap Buka H.All NewCRV2.4Matic'07+All NewCRV 2.0'08 S.SX-Over MT'08(L)Silver Ors Antik Km22Rb
Mobil:S.KARIMUN GX'04 GOLD(L)KM63RB Hub:03177851665
Selengkapnya
DETIKSURABAYA.COM
Jl. Jimerto 17 A Surabaya
Redaksi:
Email : redaksi[at]detiksurabaya.com
Telp/ Fax: 031 547 4465
Iklan & Promosi:
Telepon : 031 546 0475 | Faks : 031 547 4465
Email : iklan[at]detiksurabaya.com, event[at]detiksurabaya.com
Jl. Jimerto 17 A Surabaya
Redaksi:
Email : redaksi[at]detiksurabaya.com
Telp/ Fax: 031 547 4465
Iklan & Promosi:
Telepon : 031 546 0475 | Faks : 031 547 4465
Email : iklan[at]detiksurabaya.com, event[at]detiksurabaya.com



