Suroboyoan
- Slm bwt detikers smua dh ... atiqfitro
- Tambah Sepi... cak_roy
- Curhat... cow
- selamat pagi... bukan_janda
- selamat siang... henry9099
- selamat malam............ henry9099
Berita Lain
-
Rabu, 25/11/2009 12:25 WIB
Bisnis Syahwat di Sumenep
PSK 'Menghilang' Saat Razia Digelar -
Rabu, 25/11/2009 12:19 WIB
Dibacok Orang Tak Dikenal, Mulut Mandor Robek 15 Cm -
Rabu, 25/11/2009 11:18 WIB
Karyawan Bakso Kepala Sapi Dibawa Kabur Pria Beristri -
Rabu, 25/11/2009 09:58 WIB
Bisnis Syahwat di Sumenep
Rumah Sempat Dibakar Tapi Tak Membuat Jera -
Rabu, 25/11/2009 09:05 WIB
Bisnis Syahwat di Sumenep Mulai Rambah Perkampungan
Indeks Berita
Kamis, 05/11/2009 18:02 WIB
Pergi Berbelanja, TKI Asal Kediri Tewas Tertabrak di Malaysia
Samsul Hadi - detikSurabaya
Kediri -
Antok (21) warga Desa Babadan, Kecamatan Ngancar, Kabupaten Kediri, meninggal dunia setelah tertabrak mobil di Malaysia. Antok bekerja di Negeri Jiran sebagai tenaga kerja di sana.
Kabar kematian Antok diterima keluarganya pada Minggu (1/11/2009) yang lalu dari salah seorang rekan kerjanya di Malaysia. Anak dari pasangan Heri (48) dan Tutik (40) tahun dikabarkan meninggal dunia setelah tertabrak mobil saat diminta majikannya untuk berbelanja. Jenazah korban tiba di rumah duka, pada pukul 14.00 WIB, Kamis (5/11/2009).
"Kalau meninggalnya Sabtu malam, tapi kabarnya diterima keluarga keesokan harinya," kata Kepala Seksi Penempatan Tenaga Kerja Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi Kabupaten Kediri, Agung Leksono Prasetyo, saat ditemui wartawan di ruang kerjanya.
Agung mengungkapkan pihaknya kesulitan melakukan pengurusan hak korban, termasuk sisa gaji dan tunjangan yang semestinya didapatkannya. Selama berada di Malaysia, korban diketahui sebagai TKI gelap yang tidak diberangkatkan Perusahaan Jasa Pengerah Tenaga Kerja Indonesia (PJTKI) resmi.
"Itulah yang menjadikan kami bingung, karena kabarnya dia berangkat ke Malaysia dengan visa kunjung. Padahal kalau memang dia TKI resmi, harusnya tercatat dan berangkat dengan menggunakan visa kerja," ungkap Agung.
Meski demikian, upaya untuk bisa mendapatkan hak korban akan terus diupayakan. "Ada staf yang sudah kami kirim kesana khususnya meminta berita acara penyerahan jenazah. Dari sana kami akan berusaha mengurus seluruh hak korban," tuturnya.
Terkait tunjangan kepada korban, Pemerintah Kabupaten Kediri telah memiliki kebijakan untuk memberikannya. Tempat TKI bekerja menjadi bahan pertimbangan dalam penentuan besaran tunjangan yang diberikan.
"Ini murni kebijakan Bupati Kediri, biasanya diberikan dalam bentuk tunjangan uang duka untuk keluarga TKI yang meninggal di luar negeri. Kalau di Malaysia, besarannya bisa sampai 50 juta," pungkasnya. (wln/wln)
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Pergi Berbelanja, TKI Asal Kediri Tewas Tertabrak di Malaysia
Samsul Hadi - detikSurabaya
Kabar kematian Antok diterima keluarganya pada Minggu (1/11/2009) yang lalu dari salah seorang rekan kerjanya di Malaysia. Anak dari pasangan Heri (48) dan Tutik (40) tahun dikabarkan meninggal dunia setelah tertabrak mobil saat diminta majikannya untuk berbelanja. Jenazah korban tiba di rumah duka, pada pukul 14.00 WIB, Kamis (5/11/2009).
"Kalau meninggalnya Sabtu malam, tapi kabarnya diterima keluarga keesokan harinya," kata Kepala Seksi Penempatan Tenaga Kerja Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi Kabupaten Kediri, Agung Leksono Prasetyo, saat ditemui wartawan di ruang kerjanya.
Agung mengungkapkan pihaknya kesulitan melakukan pengurusan hak korban, termasuk sisa gaji dan tunjangan yang semestinya didapatkannya. Selama berada di Malaysia, korban diketahui sebagai TKI gelap yang tidak diberangkatkan Perusahaan Jasa Pengerah Tenaga Kerja Indonesia (PJTKI) resmi.
"Itulah yang menjadikan kami bingung, karena kabarnya dia berangkat ke Malaysia dengan visa kunjung. Padahal kalau memang dia TKI resmi, harusnya tercatat dan berangkat dengan menggunakan visa kerja," ungkap Agung.
Meski demikian, upaya untuk bisa mendapatkan hak korban akan terus diupayakan. "Ada staf yang sudah kami kirim kesana khususnya meminta berita acara penyerahan jenazah. Dari sana kami akan berusaha mengurus seluruh hak korban," tuturnya.
Terkait tunjangan kepada korban, Pemerintah Kabupaten Kediri telah memiliki kebijakan untuk memberikannya. Tempat TKI bekerja menjadi bahan pertimbangan dalam penentuan besaran tunjangan yang diberikan.
"Ini murni kebijakan Bupati Kediri, biasanya diberikan dalam bentuk tunjangan uang duka untuk keluarga TKI yang meninggal di luar negeri. Kalau di Malaysia, besarannya bisa sampai 50 juta," pungkasnya. (wln/wln)
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Komentar terkini (0 Komentar)
Belum ada komentar yang masuk
Baca juga :
- TKW Jember Tewas di Malaysia
Kedatangan Jenazah Muntik Disambut Tangis Histeris - TKW Jember Tewas di Malaysia
Keluarga Menunggu Jenazah Muntik Tiba di Bandara Juanda - TKI Tewas di Malaysia
Keluarga di Jember Minta Jenazah Segera Dipulangkan - TKI Jember yang Terjatuh di Malaysia Meninggal Dunia
Iklan Mini
Lowongan:DCR Karyawati Dibid.Fashion Dom.Ps.Atum Krm Lmr Ps.Atum ThpI Lt1-1165T H:0315025718
DNA:DNA Genteng Besar18 03170973237newGemini/5800/6300?bks99%e90fs(35)bb8900bsbfs(32/28)n86gX2mg(37)omnia/e71gbsb(25)e51(13)n95/n81/5610/6500c/s/s8300/BB8310/BB8700
Makanan:Angela Salad Buah Istimewa dan Pastel Goreng Istimewa Buktikan T.(031)5996429/77803380
Motor:V-IXION'09 TGN.I ABU2 SPT BARU (19jt) Rungkut Kidul Raya 22 T.081330040500 nego
AC:FRESH COOL Pusatnya Service AC Cleaning3Gratis1(25rb)Freon(75rb)Bgkr+Psg(100) Terjamin+Bergaransi+Puas T.0318720699
Selengkapnya
DETIKSURABAYA.COM
Jl. Jimerto 17 A Surabaya
Redaksi:
Email : redaksi[at]detiksurabaya.com
Telp/ Fax: 031 547 4465
Iklan & Promosi:
Telepon : 031 546 0475 | Faks : 031 547 4465
Email : iklan[at]detiksurabaya.com, event[at]detiksurabaya.com
Jl. Jimerto 17 A Surabaya
Redaksi:
Email : redaksi[at]detiksurabaya.com
Telp/ Fax: 031 547 4465
Iklan & Promosi:
Telepon : 031 546 0475 | Faks : 031 547 4465
Email : iklan[at]detiksurabaya.com, event[at]detiksurabaya.com




