Suroboyoan
- ۩۞۩ [Un... thedarkcm
- Seminar International Pen... pendidikan
- Slm bwt detikers smua dh ... atiqfitro
- selamat pagi... bukan_janda
- selamat siang... henry9099
- selamat malam............ henry9099
Berita Lain
-
Rabu, 25/11/2009 16:19 WIB
Ribuan Lubang Tambang Emas Ilegal Dimusnahkan -
Rabu, 25/11/2009 14:41 WIB
Pelaku Pelindas Anak ke KA Divonis 10 Tahun Penjara -
Rabu, 25/11/2009 12:31 WIB
Landasan Pacu Lanud Berlubang
46 Hari Ditutup, Bandara Abdulrachman Saleh Dibuka -
Rabu, 25/11/2009 12:25 WIB
Bisnis Syahwat di Sumenep
PSK 'Menghilang' Saat Razia Digelar -
Rabu, 25/11/2009 12:19 WIB
Dibacok Orang Tak Dikenal, Mulut Mandor Robek 15 Cm
Indeks Berita
Kamis, 05/11/2009 15:06 WIB
Puluhan Siswa MI Miftahul Ulum Keracunan Susu Kedelai
Samsul Hadi - detikSurabaya
Kediri -
Sebanyak 72 siswa-siswi Madrasah Ibtidaiyah (MI) Miftahul Ulum di Dusun Bukur, Desa/Kecamatan Kandangan, Kabupaten Kediri mengalami keracunan massal. Peristiwa itu terjadi setelah seluruh korban mengikuti program perbaikan gizi yang digelar Dinas Kesehatan.
Informasi yang dihimpun detiksurabaya.com menyebutkan, 72 anak itu mengalami keracunan setelah mengkonsumsi susu sari kedelai yang diberi oleh staf Dinas Kesehatan Kabupaten Kediri. Dari 150 anak yang mengkonsumsi, 72 diantaranya mengeluh mual dan pusing tak lama setelah mengkonsumsi susu sari kedelai tersebut.
"Awalnya hanya satu dua, tapi terus bertambah dan sampai sekarang sudah ada 72 anak. Saat itu juga kami langsung mulai mengirimkan ke sini dan langsung mendapatkan perawatan," jelas Kepala Sekolah MI Miftahul Ulum, Bahrul Ulum saat ditemui wartawan di puskesmas, Kamis (5/11/2009).
Dari 72 korban keracunan tercatat sebagai siswa kelas I hingga V. Program perbaikan gizi biasa diberikan 4 kali dalam 1 bulan dengan memberikan makanan cuma-cuma kepada siswa. Biasanya diberikan dalam bentuk bakso, bubur atau sari kedelai.
Kini semua siswa-siswi telah diinfus untuk pemulihan. Namun karena banyaknya korban tak berbanding dengan stok infus, sebagian diantaranya hanya diberi oralit.
"Keterangan dokter infus dan oralit fungisnya sama yakni mengembalikan kondisi tubuh korban. Kami yakin dokter sudah punya pertimbangan mana yang yang layak diinfus dan mana yang cukup diberikan oralit," ungkap Bahrul.
Sementara keracunan massal ini pun masih diselidiki polisi. Dua orang saksi saat ini diperiksa petugas. "Mereka adalah pembuat minuman sari kedelai dan sampai saat ini statusnya masih saksi," ujar Kapolsek Kandangan AKP Basuki.
Untuk menentukan status mereka, polisi masih menunggu hasil pemeriksaan, termasuk bagaimana hasil uji sampel minuman yang sudah kami ambil. "Kita masih tunggu hasil uji sampel minuman," tegasnya.
(fat/fat)
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Puluhan Siswa MI Miftahul Ulum Keracunan Susu Kedelai
Samsul Hadi - detikSurabaya
Informasi yang dihimpun detiksurabaya.com menyebutkan, 72 anak itu mengalami keracunan setelah mengkonsumsi susu sari kedelai yang diberi oleh staf Dinas Kesehatan Kabupaten Kediri. Dari 150 anak yang mengkonsumsi, 72 diantaranya mengeluh mual dan pusing tak lama setelah mengkonsumsi susu sari kedelai tersebut.
"Awalnya hanya satu dua, tapi terus bertambah dan sampai sekarang sudah ada 72 anak. Saat itu juga kami langsung mulai mengirimkan ke sini dan langsung mendapatkan perawatan," jelas Kepala Sekolah MI Miftahul Ulum, Bahrul Ulum saat ditemui wartawan di puskesmas, Kamis (5/11/2009).
Dari 72 korban keracunan tercatat sebagai siswa kelas I hingga V. Program perbaikan gizi biasa diberikan 4 kali dalam 1 bulan dengan memberikan makanan cuma-cuma kepada siswa. Biasanya diberikan dalam bentuk bakso, bubur atau sari kedelai.
Kini semua siswa-siswi telah diinfus untuk pemulihan. Namun karena banyaknya korban tak berbanding dengan stok infus, sebagian diantaranya hanya diberi oralit.
"Keterangan dokter infus dan oralit fungisnya sama yakni mengembalikan kondisi tubuh korban. Kami yakin dokter sudah punya pertimbangan mana yang yang layak diinfus dan mana yang cukup diberikan oralit," ungkap Bahrul.
Sementara keracunan massal ini pun masih diselidiki polisi. Dua orang saksi saat ini diperiksa petugas. "Mereka adalah pembuat minuman sari kedelai dan sampai saat ini statusnya masih saksi," ujar Kapolsek Kandangan AKP Basuki.
Untuk menentukan status mereka, polisi masih menunggu hasil pemeriksaan, termasuk bagaimana hasil uji sampel minuman yang sudah kami ambil. "Kita masih tunggu hasil uji sampel minuman," tegasnya.
(fat/fat)
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Baca juga :
- Satu Keluarga Keracunan Usai Makan Sate Kambing
- Keracunan Tasyakuran Agustusan
Polisi Belum Periksa Pemasak Menu Makanan - Gelar Tasyakuran Agustusan, 95 Orang Keracunan
- Seorang Balita Tewas Keracunan Makanan Ringan
Iklan Mini
Lowongan:DCR Karyawati Dibid.Fashion Dom.Ps.Atum Krm Lmr Ps.Atum ThpI Lt1-1165T H:0315025718
DNA:DNA Genteng Besar18 03170973237newGemini/5800/6300?bks99%e90fs(35)bb8900bsbfs(32/28)n86gX2mg(37)omnia/e71gbsb(25)e51(13)n95/n81/5610/6500c/s/s8300/BB8310/BB8700
Makanan:Angela Salad Buah Istimewa dan Pastel Goreng Istimewa Buktikan T.(031)5996429/77803380
Motor:V-IXION'09 TGN.I ABU2 SPT BARU (19jt) Rungkut Kidul Raya 22 T.081330040500 nego
AC:FRESH COOL Pusatnya Service AC Cleaning3Gratis1(25rb)Freon(75rb)Bgkr+Psg(100) Terjamin+Bergaransi+Puas T.0318720699
Selengkapnya
DETIKSURABAYA.COM
Jl. Jimerto 17 A Surabaya
Redaksi:
Email : redaksi[at]detiksurabaya.com
Telp/ Fax: 031 547 4465
Iklan & Promosi:
Telepon : 031 546 0475 | Faks : 031 547 4465
Email : iklan[at]detiksurabaya.com, event[at]detiksurabaya.com
Jl. Jimerto 17 A Surabaya
Redaksi:
Email : redaksi[at]detiksurabaya.com
Telp/ Fax: 031 547 4465
Iklan & Promosi:
Telepon : 031 546 0475 | Faks : 031 547 4465
Email : iklan[at]detiksurabaya.com, event[at]detiksurabaya.com




