Suroboyoan
- hefny_amany... kuduk-kuduk_bawean
- Dompet Amal Untuk Penderi... wongsemprul
- Opo sih tempat dolan sing... www.hongkonggrosir.co.nr
- [Khusus] Kenalan... henry9099
- selamat pagi... bukan_janda
- selamat siang... delila
Berita Lain
-
Sabtu, 20/03/2010 18:00 WIB
Himpunan Profesional Muda NU Dukung Gus Sholah Jadi Ketua PBNU -
Sabtu, 20/03/2010 17:18 WIB
Tak Ada Tahanan Ikut UN Tahun Ini

-
Sabtu, 20/03/2010 17:03 WIB
Muspida Jatim akan Rehabilitasi Mantan Napi Teroris -
Sabtu, 20/03/2010 16:38 WIB
Demi Foya-foya, Dua Remaja Nekat Gasak Motor -
Sabtu, 20/03/2010 16:03 WIB
Mendiknas Imbau Tak Percaya Bocoran UN

Indeks Berita
Selasa, 03/11/2009 15:44 WIB
Terbelit Utang, SPG HP Gelapkan Uang Perusahaan
Rois Jajeli - detikSurabaya

Foto: Rois Jajeli
Surabaya -
Utang menumpuk membuat Nur Suci (24) SPG counter Hp di WTC nekat menggelapkan uang perusahaannya sekitar Rp 42 juta. Tapi perbuatannya itu terbongkar setelah perusahaan mengaudit laporan keuangan, sehingga Suci berurusan dengan polisi.
"Dia kita tahan karena diduga menggelapkan uang perusahaan sekitar Rp 42 juta," kata Kapolsek Genteng AKP Damar Bastiar di mapolsek, Jalan Ambengan Surabaya, Selasa (3/11/2009).
Modus operandinya, Suci warga Simo Margersari itu menjual HP ke costumer. Namun uang penjualan itu, tidak disetorkan ke PT Garuda Teknik tempat bekerja Suci.
"Harusnya nota penjualan dengan sistem komputerisasi, tapi dia menggunakan dengan nota penjualan manual. Penggelapan yang dilakukan sejak 3 bulan lalu," tutur Damar.
Sementara Nur Suci mengaku uang hasil penggelapan itu untuk gali lubang tutup lubang. "Bingung mas, hasil buat bayar utang," kata Suci ibu satu anak ini.
(roi/fat)
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Terbelit Utang, SPG HP Gelapkan Uang Perusahaan
Rois Jajeli - detikSurabaya

Foto: Rois Jajeli
"Dia kita tahan karena diduga menggelapkan uang perusahaan sekitar Rp 42 juta," kata Kapolsek Genteng AKP Damar Bastiar di mapolsek, Jalan Ambengan Surabaya, Selasa (3/11/2009).
Modus operandinya, Suci warga Simo Margersari itu menjual HP ke costumer. Namun uang penjualan itu, tidak disetorkan ke PT Garuda Teknik tempat bekerja Suci.
"Harusnya nota penjualan dengan sistem komputerisasi, tapi dia menggunakan dengan nota penjualan manual. Penggelapan yang dilakukan sejak 3 bulan lalu," tutur Damar.
Sementara Nur Suci mengaku uang hasil penggelapan itu untuk gali lubang tutup lubang. "Bingung mas, hasil buat bayar utang," kata Suci ibu satu anak ini.
(roi/fat)
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Baca juga :
- Geger Bacokan Gunungsari Indah
Polisi Menduga Motif Pembacokan Karena Dendam - Geger Bacokan Gunungsari Indah
Rumah Korban Sering Didatangi Orang Tak Dikenal - Aksi Pembacokan Gegerkan Warga Gunungsari Indah
- Penculikan WNA Taiwan Diduga Melibatkan Oknum TNI Digagalkan
DETIKSURABAYA.COM
Jl. Jimerto 17 A Surabaya
Redaksi:
Email : redaksi[at]detiksurabaya.com
Telp/ Fax: 031 547 4465
Iklan & Promosi:
Telepon : 031 546 0475 | Faks : 031 547 4465
Email : iklan[at]detiksurabaya.com, event[at]detiksurabaya.com
Jl. Jimerto 17 A Surabaya
Redaksi:
Email : redaksi[at]detiksurabaya.com
Telp/ Fax: 031 547 4465
Iklan & Promosi:
Telepon : 031 546 0475 | Faks : 031 547 4465
Email : iklan[at]detiksurabaya.com, event[at]detiksurabaya.com


