Suroboyoan
- Detiker berbagi untuk Pen... wongsemprul
- ANDA MENGALAMI EJEKULASI ... kangpendi41
- Free...!!! 10 Tips Langsi... merlion
- [Khusus] Kenalan... henry9099
- selamat pagi... bukan_janda
- selamat siang... henry9099
Berita Lain
-
Selasa, 09/02/2010 18:03 WIB
Sempat Disandera, Bayi Meninggal di RS Dibawa Pulang -
Selasa, 09/02/2010 16:34 WIB
Peneliti Australia Teliti Hiu Tutul di Probolinggo -
Selasa, 09/02/2010 16:22 WIB
Nelayan Madura Tangkap Dua Kapal Pukat Harimau -
Selasa, 09/02/2010 15:47 WIB
Suporter Persik Kediri Tawuran, 1 Orang Kritis -
Selasa, 09/02/2010 15:23 WIB
Wartawan di Banyuwangi Jadi Korban Perampokan
Indeks Berita
Rabu, 28/10/2009 13:12 WIB
Perguruan Santriloka Klaim Salat Bukan Perintah Allah
Tamam Mubarrok - detikSurabaya

Pengasuh Perguruan Santriloka/Tamam M
Mojokerto -
Pengasuh Perguruan Ilmu Kalam Santriloka, Kiai Ahmad Naf'an (Gus Aan) menyatakan salat seperti yang dilakukan umat Islam bukan perintah Allah. Karena bukan perintah, Gus Aan menyarankan para santrinya tidak perlu salat.
"Sejak kecil saya dididik dan sudah pernah salat. Sekarang pertanyaannya, apakah masih salat. Saya jawab sekarang tidak perlu, karena bukan perintah Allah," kata Gus Aan kepada detiksurabaya.com, Rabu (28/10/2009).
Dalam perbincangan dengan detiksurabaya.com di Padepokan Santriloka, Kelurahan Kranggan Gang 5, Kota Mojokerto, Gus Aan menyatakan siap salat, jika ada pahala dari Allah. "Berhubung ini bukan perintah Tuhan, buat apa kalian lakukan salat," tegas Gus Aan.
Menurut Gus Aan, salat merupakan ajaran budi pekerti. Bukan ajaran fisik yang dimulai takbiratul ihram dan diakhiri salam. "Seperti salat Dhuhur. Bukan 4 rakaat yang diminta Tuhan. Melainkan yang diminta Tuhan agar kita berbudi luhur," kata Gus Aan.
Gus Aan menyatakan tidak ada pahala bagi orang yang salat. "Kalau salat 4 rakaat diberi pahala oleh Tuhan, saya akan salat 8 rakaat. Kira-kira diberi berapa kilo oleh Tuhan. Apa Anda dapat pahala selama ini," kata Gus Aan kepada detiksurabaya.com dengan nada penuh tanya.
Komunitas Perguruan Ilmu Kalam Santriloka ini juga memperkenalkan 4 jenis salat. Yaitu Salat Maghrib, Isya, Subuh dan Dhuhur. Namun ke-4 jenis salat itu, tidak sama dengan salat umat Islam. Begitu pula salat Ashar juga tidak dikenal di komunitas ini.
Menurut Aan, Maghrib berarti Mageri Urip (Membentengi hidup) dengan budi pekerti, Isya berarti isak-isakno (Sebisa mungkin) berbuat baik kepada sesama, Subuh berarti ojo kesusu labuh (Jangan mudah percaya) dan Dhuhur berarti nduweni budi luhur (Bermoral).
Jika sudah bisa melakukan 4 jenis salat itu, maka tidak perlu salat Ashar, yang berarti ojo kesasar (Jangan tersesat). "Karena salat Ashar itu perintah agar tidak tersesat, maka salat Ashar tidak ada," kata Gus Aan menyatakan salat komunitas ini tidak seperti umat Islam lainnya. (fat/fat)
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Perguruan Santriloka Klaim Salat Bukan Perintah Allah
Tamam Mubarrok - detikSurabaya

Pengasuh Perguruan Santriloka/Tamam M
"Sejak kecil saya dididik dan sudah pernah salat. Sekarang pertanyaannya, apakah masih salat. Saya jawab sekarang tidak perlu, karena bukan perintah Allah," kata Gus Aan kepada detiksurabaya.com, Rabu (28/10/2009).
Dalam perbincangan dengan detiksurabaya.com di Padepokan Santriloka, Kelurahan Kranggan Gang 5, Kota Mojokerto, Gus Aan menyatakan siap salat, jika ada pahala dari Allah. "Berhubung ini bukan perintah Tuhan, buat apa kalian lakukan salat," tegas Gus Aan.
Menurut Gus Aan, salat merupakan ajaran budi pekerti. Bukan ajaran fisik yang dimulai takbiratul ihram dan diakhiri salam. "Seperti salat Dhuhur. Bukan 4 rakaat yang diminta Tuhan. Melainkan yang diminta Tuhan agar kita berbudi luhur," kata Gus Aan.
Gus Aan menyatakan tidak ada pahala bagi orang yang salat. "Kalau salat 4 rakaat diberi pahala oleh Tuhan, saya akan salat 8 rakaat. Kira-kira diberi berapa kilo oleh Tuhan. Apa Anda dapat pahala selama ini," kata Gus Aan kepada detiksurabaya.com dengan nada penuh tanya.
Komunitas Perguruan Ilmu Kalam Santriloka ini juga memperkenalkan 4 jenis salat. Yaitu Salat Maghrib, Isya, Subuh dan Dhuhur. Namun ke-4 jenis salat itu, tidak sama dengan salat umat Islam. Begitu pula salat Ashar juga tidak dikenal di komunitas ini.
Menurut Aan, Maghrib berarti Mageri Urip (Membentengi hidup) dengan budi pekerti, Isya berarti isak-isakno (Sebisa mungkin) berbuat baik kepada sesama, Subuh berarti ojo kesusu labuh (Jangan mudah percaya) dan Dhuhur berarti nduweni budi luhur (Bermoral).
Jika sudah bisa melakukan 4 jenis salat itu, maka tidak perlu salat Ashar, yang berarti ojo kesasar (Jangan tersesat). "Karena salat Ashar itu perintah agar tidak tersesat, maka salat Ashar tidak ada," kata Gus Aan menyatakan salat komunitas ini tidak seperti umat Islam lainnya. (fat/fat)
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Baca juga :
- VCD Ajaran Islam Sesat Resahkan Warga Mojokerto
- Diduga Beraliran Sesat, 14 Pria Berjubah Diusir Warga
- MUI Blitar Selidiki Kelompok Aliran Sesat 'Tiket ke Surga'
- MUI: Jamaah Safaatul Sholawat Tidak Sesat
DETIKSURABAYA.COM
Jl. Jimerto 17 A Surabaya
Redaksi:
Email : redaksi[at]detiksurabaya.com
Telp/ Fax: 031 547 4465
Iklan & Promosi:
Telepon : 031 546 0475 | Faks : 031 547 4465
Email : iklan[at]detiksurabaya.com, event[at]detiksurabaya.com
Jl. Jimerto 17 A Surabaya
Redaksi:
Email : redaksi[at]detiksurabaya.com
Telp/ Fax: 031 547 4465
Iklan & Promosi:
Telepon : 031 546 0475 | Faks : 031 547 4465
Email : iklan[at]detiksurabaya.com, event[at]detiksurabaya.com


