Suroboyoan
- Detiker berbagi untuk Pen... wongsemprul
- ANDA MENGALAMI EJEKULASI ... kangpendi41
- Free...!!! 10 Tips Langsi... merlion
- [Khusus] Kenalan... henry9099
- selamat pagi... bukan_janda
- selamat siang... henry9099
Berita Lain
-
Selasa, 09/02/2010 18:03 WIB
Sempat Disandera, Bayi Meninggal di RS Dibawa Pulang -
Selasa, 09/02/2010 16:34 WIB
Peneliti Australia Teliti Hiu Tutul di Probolinggo -
Selasa, 09/02/2010 16:22 WIB
Nelayan Madura Tangkap Dua Kapal Pukat Harimau -
Selasa, 09/02/2010 15:47 WIB
Suporter Persik Kediri Tawuran, 1 Orang Kritis -
Selasa, 09/02/2010 15:23 WIB
Wartawan di Banyuwangi Jadi Korban Perampokan
Indeks Berita
Selasa, 27/10/2009 21:42 WIB
VCD Ajaran Islam Sesat Resahkan Warga Mojokerto
Tamam Mubarrok - detikSurabaya

Santri Nonton VCD Sesat/Tamam M
Mojokerto -
Sejumlah Pondok Pesantren di Mojokerto meminta polisi melacak keberadaan pengajian Ilmu Kalam Santriloka. Ajaran pengajian komunitas itu dianggap sesat karena tidak mewajibkan puasa Ramadan dan salat 5 waktu.
"Berdasar kaset yang kita lihat tadi, jelas ajaran Islam sesat. Karena puasa Ramadan tidak wajib dan salat mereka cukup ingat Allah saja," kata pengasuh Pesantren Nurul Huda, KH Fakih Utsman kepada detiksurabaya.com, Selasa (27/10/2009).
Bersama para santri, Fakih Utsman memutar 3 keping VCD yang berisi pengajian Ilmu Kalam Santriloka. "Ini sangat menyesatkan. Di awal kaset, ada iringan salawat burdah, padahal isinya penistaan Islam," kata kiai yang biasa dipanggil Gus Fakih ini.
Dalam salah satu pidatonya, seorang lelaki menyatakan umat Islam tidak perlu berpuasa di bulan Ramadan. "Puasanya umat Islam itu, di bulan Jawa kesembilan Bulan Selo. Gusti Allah tidak pernah menyuruh puasa bulan Ramadan," kata seorang pria di VCD itu dengan nada tinggi.
Lelaki itu juga menyatakan tidak ada gunanya umat Islam berdzikir 'Laa Ilaaha Illa Allah' setiap hari. "Meski sejuta orang wiridan, Gusti Allah itu tetap saja satu. Kalau bisa beranak, berarti Gusti Allah punya puting susu," kata lelaki itu disambut tawa sejumlah orang di VCD itu.
Menurut Gus Fakih, di Mojokerto terdapat aliran Santriloka ini. Terutama berbasis di Jalan Empu Nala dan kawasan Panggerman, Kota Mojokerto. Namun detiksurabaya.com belum menemukan sebuah tempat yang menjadi basis komunitas Santriloka di 2 lokasi itu.
Selain meminta polisi melacak dan melarang keberadaan pengajian ini, Gus Fakih juga meminta Majelis Ulama Indonesia (MUI) setempat menyikapi komunitas ini. "Kami khawatir atas reaksi umat, jika melihat VCD ini secara langsung," kata Gus Fakih.
(bdh/bdh)
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
VCD Ajaran Islam Sesat Resahkan Warga Mojokerto
Tamam Mubarrok - detikSurabaya

Santri Nonton VCD Sesat/Tamam M
"Berdasar kaset yang kita lihat tadi, jelas ajaran Islam sesat. Karena puasa Ramadan tidak wajib dan salat mereka cukup ingat Allah saja," kata pengasuh Pesantren Nurul Huda, KH Fakih Utsman kepada detiksurabaya.com, Selasa (27/10/2009).
Bersama para santri, Fakih Utsman memutar 3 keping VCD yang berisi pengajian Ilmu Kalam Santriloka. "Ini sangat menyesatkan. Di awal kaset, ada iringan salawat burdah, padahal isinya penistaan Islam," kata kiai yang biasa dipanggil Gus Fakih ini.
Dalam salah satu pidatonya, seorang lelaki menyatakan umat Islam tidak perlu berpuasa di bulan Ramadan. "Puasanya umat Islam itu, di bulan Jawa kesembilan Bulan Selo. Gusti Allah tidak pernah menyuruh puasa bulan Ramadan," kata seorang pria di VCD itu dengan nada tinggi.
Lelaki itu juga menyatakan tidak ada gunanya umat Islam berdzikir 'Laa Ilaaha Illa Allah' setiap hari. "Meski sejuta orang wiridan, Gusti Allah itu tetap saja satu. Kalau bisa beranak, berarti Gusti Allah punya puting susu," kata lelaki itu disambut tawa sejumlah orang di VCD itu.
Menurut Gus Fakih, di Mojokerto terdapat aliran Santriloka ini. Terutama berbasis di Jalan Empu Nala dan kawasan Panggerman, Kota Mojokerto. Namun detiksurabaya.com belum menemukan sebuah tempat yang menjadi basis komunitas Santriloka di 2 lokasi itu.
Selain meminta polisi melacak dan melarang keberadaan pengajian ini, Gus Fakih juga meminta Majelis Ulama Indonesia (MUI) setempat menyikapi komunitas ini. "Kami khawatir atas reaksi umat, jika melihat VCD ini secara langsung," kata Gus Fakih.
(bdh/bdh)
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Komentar terkini (23 Komentar)
Baca juga :
- MUI Blitar Selidiki Kelompok Aliran Sesat 'Tiket ke Surga'
- MUI: Jamaah Safaatul Sholawat Tidak Sesat
- Massa Rusak Mushola Milik Jamaah Safaatul Sholawat
- Menteri Agama Minta Ulama Kembali ke Barak
DETIKSURABAYA.COM
Jl. Jimerto 17 A Surabaya
Redaksi:
Email : redaksi[at]detiksurabaya.com
Telp/ Fax: 031 547 4465
Iklan & Promosi:
Telepon : 031 546 0475 | Faks : 031 547 4465
Email : iklan[at]detiksurabaya.com, event[at]detiksurabaya.com
Jl. Jimerto 17 A Surabaya
Redaksi:
Email : redaksi[at]detiksurabaya.com
Telp/ Fax: 031 547 4465
Iklan & Promosi:
Telepon : 031 546 0475 | Faks : 031 547 4465
Email : iklan[at]detiksurabaya.com, event[at]detiksurabaya.com


