Suroboyoan
- Detiker berbagi untuk Pen... wongsemprul
- ANDA MENGALAMI EJEKULASI ... kangpendi41
- Free...!!! 10 Tips Langsi... merlion
- [Khusus] Kenalan... henry9099
- selamat pagi... bukan_janda
- selamat siang... henry9099
Berita Lain
-
Selasa, 09/02/2010 18:03 WIB
Sempat Disandera, Bayi Meninggal di RS Dibawa Pulang -
Selasa, 09/02/2010 16:34 WIB
Peneliti Australia Teliti Hiu Tutul di Probolinggo -
Selasa, 09/02/2010 16:22 WIB
Nelayan Madura Tangkap Dua Kapal Pukat Harimau -
Selasa, 09/02/2010 15:47 WIB
Suporter Persik Kediri Tawuran, 1 Orang Kritis -
Selasa, 09/02/2010 15:23 WIB
Wartawan di Banyuwangi Jadi Korban Perampokan
Indeks Berita
Rabu, 07/10/2009 13:25 WIB
Isu Gempa di Jawa Timur
Panik, Warga Malang Ramai-ramai Telepon BMKG
Muhammad Aminudin - detikSurabaya

Malang -
Isu gempa mengguncang daerah pesisir di wilayah Jawa Timur, juga membuat panik warga Kabupaten Malang. Untuk mengetahui kebenaran kabar burung tersebut, dalam dua hari ini BMKG Sumberpuncung banyak menerima telepon dari masyarakat.
"Sudah dua hari ini banyak warga yang menghubungi melalui telepon untuk menanyakan kebenaran dari kabar adanya gempa," kata Kepala Stasiun Badan Meterologi Klimatologi dan Geofisika Sumberpucung, Adi Supriyanto dihubungi detiksurabaya.com melalui telpon gengamnya, Rabu (7/10/2009).
Menurut Adi, apa yang dilakukan masyarakat dengan menghubungi BMKG merupakan suatu bentuk kepanikan dengan kabar gempa bakal mengguncang wilayah Jawa Timur.
"Dua hari ini sudah puluhan masyarakat yang menelepon. Yang ditanyakan apakah gempa itu akan terjadi. Para penelepon dari perkantoran, mall, dan masyarakat pesisir Jawa Timur," ujar Adi.
Adi menjelaskan, sampai kini belum ada alat atau teknologi mampu memprediksi terjadinya gempa. Hanya saja respon dapat dilakukan setelah gempa terjadi melalui alat sesmograf.
Secara geologis, lanjut Adi, wilayah selatan Jawa Timur rawan gempa. Dikarenakan berada di daerah tumbukkan lempeng tektonik Indoaustralia dan Euroasia.
"Setiap tahunnya lempeng australia dan lempeng euroasia bergerak sepanjang 7 centimeter. Dengan lempeng australia bergerak ke utara dan lempeng euriasia bergerak ke selatan. Tumbukkan dua lempeng itu yang menyebabkan gempa," ujarnya.
Adi mengusulkan kepada pemerintah untuk memasang alat tanda peringatan dini seperti alarm. Seperti yang diterapkan di Jepang. Dengan memasang tanda peringatan. Hingga dapat meminalisir adanya korban jiwa.
Dari data di BMKG Sumberpucung, di wilayah Malang telah terjadi gempa sebanyak dua kali pada bulan Juli 2009, Agustus 2009. Sedangkan pada bulan September 2009, tercata 5 kali gempa dengan kekuatan 1-9 MMI.
Sementara dalam riwayat gempa di Kabupaten Malang pernah terjadi di Tahun 1958 dengan skala intensitas gempa mencapai 7-8 MMI mengakibatkan retakan pada bangunan dan tanah dan 8 orang tewas.
Gempa kembali terjadi pada tanggal 19 Febuari 1967 dengan skala intensitas gempa sebesar 7-9 MMI. Kerusakan terparah terjadi di Kecamatan Dampit, hingga mengakibatkan 1.539 rumah rusak, 14 orang tewas, 72 orang luka-luka. Kedua di wilayah Kecamatan Gondanglegi 9 orang tewas, 49 orang luka-luka, dan 119 bangunan roboh, 402 retak serta 5 masjid rusak.
(bdh/bdh)
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Isu Gempa di Jawa Timur
Panik, Warga Malang Ramai-ramai Telepon BMKG
Muhammad Aminudin - detikSurabaya

Video Terkait
"Sudah dua hari ini banyak warga yang menghubungi melalui telepon untuk menanyakan kebenaran dari kabar adanya gempa," kata Kepala Stasiun Badan Meterologi Klimatologi dan Geofisika Sumberpucung, Adi Supriyanto dihubungi detiksurabaya.com melalui telpon gengamnya, Rabu (7/10/2009).
Menurut Adi, apa yang dilakukan masyarakat dengan menghubungi BMKG merupakan suatu bentuk kepanikan dengan kabar gempa bakal mengguncang wilayah Jawa Timur.
"Dua hari ini sudah puluhan masyarakat yang menelepon. Yang ditanyakan apakah gempa itu akan terjadi. Para penelepon dari perkantoran, mall, dan masyarakat pesisir Jawa Timur," ujar Adi.
Adi menjelaskan, sampai kini belum ada alat atau teknologi mampu memprediksi terjadinya gempa. Hanya saja respon dapat dilakukan setelah gempa terjadi melalui alat sesmograf.
Secara geologis, lanjut Adi, wilayah selatan Jawa Timur rawan gempa. Dikarenakan berada di daerah tumbukkan lempeng tektonik Indoaustralia dan Euroasia.
"Setiap tahunnya lempeng australia dan lempeng euroasia bergerak sepanjang 7 centimeter. Dengan lempeng australia bergerak ke utara dan lempeng euriasia bergerak ke selatan. Tumbukkan dua lempeng itu yang menyebabkan gempa," ujarnya.
Adi mengusulkan kepada pemerintah untuk memasang alat tanda peringatan dini seperti alarm. Seperti yang diterapkan di Jepang. Dengan memasang tanda peringatan. Hingga dapat meminalisir adanya korban jiwa.
Dari data di BMKG Sumberpucung, di wilayah Malang telah terjadi gempa sebanyak dua kali pada bulan Juli 2009, Agustus 2009. Sedangkan pada bulan September 2009, tercata 5 kali gempa dengan kekuatan 1-9 MMI.
Sementara dalam riwayat gempa di Kabupaten Malang pernah terjadi di Tahun 1958 dengan skala intensitas gempa mencapai 7-8 MMI mengakibatkan retakan pada bangunan dan tanah dan 8 orang tewas.
Gempa kembali terjadi pada tanggal 19 Febuari 1967 dengan skala intensitas gempa sebesar 7-9 MMI. Kerusakan terparah terjadi di Kecamatan Dampit, hingga mengakibatkan 1.539 rumah rusak, 14 orang tewas, 72 orang luka-luka. Kedua di wilayah Kecamatan Gondanglegi 9 orang tewas, 49 orang luka-luka, dan 119 bangunan roboh, 402 retak serta 5 masjid rusak.
(bdh/bdh)
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Baca juga :
- Isu Gempa Bumi Merembet Hingga Kediri
- Termakan Isu Gempa, Warga Pacitan Tidur di Luar Rumah
- Isu Gempa di Jawa Timur
Ibu Guru Asal Padang di Sidoarjo Menangis Histeris - Kabar Gempa dari Dinas Pendidikan Picu Ketegangan di Sekolah
DETIKSURABAYA.COM
Jl. Jimerto 17 A Surabaya
Redaksi:
Email : redaksi[at]detiksurabaya.com
Telp/ Fax: 031 547 4465
Iklan & Promosi:
Telepon : 031 546 0475 | Faks : 031 547 4465
Email : iklan[at]detiksurabaya.com, event[at]detiksurabaya.com
Jl. Jimerto 17 A Surabaya
Redaksi:
Email : redaksi[at]detiksurabaya.com
Telp/ Fax: 031 547 4465
Iklan & Promosi:
Telepon : 031 546 0475 | Faks : 031 547 4465
Email : iklan[at]detiksurabaya.com, event[at]detiksurabaya.com


