Berita Lain

Indeks Berita

Rabu, 07/10/2009 13:25 WIB
Isu Gempa di Jawa Timur
Panik, Warga Malang Ramai-ramai Telepon BMKG
Muhammad Aminudin - detikSurabaya



Malang - Isu gempa mengguncang daerah pesisir di wilayah Jawa Timur, juga membuat panik warga Kabupaten Malang. Untuk mengetahui kebenaran kabar burung tersebut, dalam dua hari ini BMKG Sumberpuncung banyak menerima telepon dari masyarakat.

"Sudah dua hari ini banyak warga yang menghubungi melalui telepon untuk menanyakan kebenaran dari kabar adanya gempa," kata Kepala Stasiun Badan Meterologi Klimatologi dan Geofisika Sumberpucung, Adi Supriyanto  dihubungi detiksurabaya.com melalui telpon gengamnya, Rabu (7/10/2009).

Menurut Adi, apa yang dilakukan masyarakat dengan menghubungi BMKG merupakan suatu bentuk kepanikan dengan kabar gempa bakal mengguncang wilayah Jawa Timur.

"Dua hari ini sudah puluhan masyarakat yang menelepon. Yang ditanyakan apakah gempa itu akan terjadi. Para penelepon dari perkantoran, mall, dan masyarakat pesisir Jawa Timur," ujar Adi.

Adi menjelaskan, sampai kini belum ada alat atau teknologi mampu memprediksi terjadinya gempa. Hanya saja respon dapat dilakukan setelah gempa terjadi melalui alat sesmograf.

Secara geologis, lanjut Adi, wilayah selatan Jawa Timur rawan gempa. Dikarenakan berada di daerah tumbukkan lempeng tektonik Indoaustralia dan Euroasia.

"Setiap tahunnya lempeng australia dan lempeng euroasia bergerak sepanjang 7 centimeter. Dengan lempeng australia bergerak ke utara dan lempeng euriasia bergerak ke selatan. Tumbukkan dua lempeng itu yang menyebabkan gempa," ujarnya.

Adi mengusulkan kepada pemerintah untuk memasang alat tanda peringatan dini seperti alarm. Seperti yang diterapkan di Jepang. Dengan memasang tanda peringatan. Hingga dapat meminalisir adanya korban jiwa.

Dari data di BMKG Sumberpucung, di wilayah Malang telah terjadi gempa sebanyak dua kali pada bulan Juli 2009, Agustus 2009. Sedangkan pada bulan September 2009, tercata 5 kali gempa dengan kekuatan 1-9 MMI.

Sementara dalam riwayat gempa di Kabupaten Malang pernah terjadi di Tahun 1958 dengan skala intensitas gempa mencapai 7-8 MMI mengakibatkan retakan pada bangunan dan tanah dan 8 orang tewas.

Gempa kembali terjadi pada tanggal 19 Febuari 1967 dengan skala intensitas gempa sebesar 7-9 MMI. Kerusakan terparah terjadi di Kecamatan Dampit, hingga mengakibatkan 1.539 rumah rusak, 14 orang tewas, 72 orang luka-luka. Kedua di wilayah Kecamatan Gondanglegi 9 orang tewas, 49 orang luka-luka, dan 119 bangunan roboh, 402 retak serta 5 masjid rusak.
(bdh/bdh)

Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!

Baca juga :

DETIKSURABAYA.COM
Jl. Jimerto 17 A Surabaya

Redaksi:
Email : redaksi[at]detiksurabaya.com
Telp/ Fax: 031 547 4465

Iklan & Promosi:
Telepon : 031 546 0475 | Faks : 031 547 4465
Email : iklan[at]detiksurabaya.com, event[at]detiksurabaya.com