Suroboyoan
- Situs belajar mandarin... bemo88
- [pagi]Bantuin pilih desai... geraimaya
- "sandal dgn namamu&q... fif10
- [Khusus] Kenalan... henry9099
- selamat pagi... bukan_janda
- selamat siang... henry9099
Berita Lain
-
Senin, 15/03/2010 18:03 WIB
'Kepala Obama' Ditendang Pendemo -
Senin, 15/03/2010 13:13 WIB
Jelang Nyepi, Kamar Hotel di Banyuwangi Diborong Warga Bali -
Senin, 15/03/2010 12:54 WIB
Fatwa Haram Merokok Diterapkan, Perekonomian Jatim Terancam -
Senin, 15/03/2010 10:28 WIB
Kesal Tak Dibayar Usai Kencan, PSK Lumajang Embat Motor -
Senin, 15/03/2010 09:10 WIB
Jelang Nyepi, Wisatawan Bromo Dilarang Bertamu
Indeks Berita
Rabu, 30/09/2009 15:50 WIB
Lubang Buaya Jejak Keganasan PKI di Banyuwangi
Irul Hamdani - detikSurabaya

Foto: Irul Hamdani
Banyuwangi -
Sudah dua tahun terakhir, Monumen Pancasila Jaya, Lubang Buaya di Dusun Krajan Desa Cemetuk Kecamatan Cluring, Banyuwangi, sepi kegiatan. Padahal tiap 30 September seperti hari ini, lokasi itu selalu ramai kegiatan.
Di depan monumen itu kokoh berdiri patung Burung garuda. Di sisi kanan berdiri dinding pembatas setinggi 1,5 meter sepanjang 15 meter. Di dinding itu terdapat relief bertema sadisme yang dilakukan PKI.
Setidaknya rekaman sejarah tergambar di relief mayat manusia yang diperlakuan bagai bangkai hewan buruan. Serta relief aksi sadisme yang tak kalah kejam lainnya. Memang, di tempat inilah 62 anggota Ansor dari Kecamatan Muncar dibantai secara licik dan sadis oleh PKI, pada tanggal 18 Oktober 1965.
Konon mayat para pemuda tersebut dikubur di dalam tiga lubang yang berbeda. Dua lubang masing-masing berisi 10 mayat. Dan lubang ketiga berisi 42 mayat. Mereka dibunuh dengan cara diracun oleh anggota Gerakan wanita Indonesia (Gerwani).
"Tiga lubang ini kuburan 62 pemuda Ansor. Sebab itu disebut sebagai lubang buaya," jelas tokoh pemuda setempat Sugiono Abdillah (36) saat menemani detiksurabaya.com masuk ke dalam areal lubang buaya, Rabu (30/9/2009).
Abdillah tak dapat bercerita banyak tentang sejarah pembantaian yang dilakukan PKI. Ia hanya dapat menuturkan sepenggal cerita yang didapatnya sewaktu kecil dari para sesepuh Desa Cemetuk.
Menurut cerita, pembantaian itu sudah direncanakan oleh PKI secara licik. Mereka mengundang pemuda Ansor Muncar untuk menggelar pengajian bersama. Kedatangan para pemuda Ansor kala itu disambut anggota Gerwani yang menyaru sebagai Fatayat NU.
Ke-62 pemuda Ansor sekarat seusai menyantap hidangan beracun yang disuguhkan PKI. Sejurus kemudian, dengan membabi buta tubuh para pemuda Ansor dibantai dan ditumpuk dalam tiga lubang yang kini menjadi tetenger peristiwa tersebut.
"Setelah teler mereka dibantai dan dikubur di Cemetuk ini," tambah Abdillah.
Diceritakan juga ada beberapa pemuda Ansor yang berhasil menyelamatkan diri dan memberitahukan kejadian itu ke rekan-rekannya. Pembalasan pun dilakukan Ansor dan ormas Islam lainnya yang berakhir dengan runtuhnya PKI di Banyuwangi. (fat/fat)
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Lubang Buaya Jejak Keganasan PKI di Banyuwangi
Irul Hamdani - detikSurabaya

Foto: Irul Hamdani
Foto Terkait
Di depan monumen itu kokoh berdiri patung Burung garuda. Di sisi kanan berdiri dinding pembatas setinggi 1,5 meter sepanjang 15 meter. Di dinding itu terdapat relief bertema sadisme yang dilakukan PKI.
Setidaknya rekaman sejarah tergambar di relief mayat manusia yang diperlakuan bagai bangkai hewan buruan. Serta relief aksi sadisme yang tak kalah kejam lainnya. Memang, di tempat inilah 62 anggota Ansor dari Kecamatan Muncar dibantai secara licik dan sadis oleh PKI, pada tanggal 18 Oktober 1965.
Konon mayat para pemuda tersebut dikubur di dalam tiga lubang yang berbeda. Dua lubang masing-masing berisi 10 mayat. Dan lubang ketiga berisi 42 mayat. Mereka dibunuh dengan cara diracun oleh anggota Gerakan wanita Indonesia (Gerwani).
"Tiga lubang ini kuburan 62 pemuda Ansor. Sebab itu disebut sebagai lubang buaya," jelas tokoh pemuda setempat Sugiono Abdillah (36) saat menemani detiksurabaya.com masuk ke dalam areal lubang buaya, Rabu (30/9/2009).
Abdillah tak dapat bercerita banyak tentang sejarah pembantaian yang dilakukan PKI. Ia hanya dapat menuturkan sepenggal cerita yang didapatnya sewaktu kecil dari para sesepuh Desa Cemetuk.
Menurut cerita, pembantaian itu sudah direncanakan oleh PKI secara licik. Mereka mengundang pemuda Ansor Muncar untuk menggelar pengajian bersama. Kedatangan para pemuda Ansor kala itu disambut anggota Gerwani yang menyaru sebagai Fatayat NU.
Ke-62 pemuda Ansor sekarat seusai menyantap hidangan beracun yang disuguhkan PKI. Sejurus kemudian, dengan membabi buta tubuh para pemuda Ansor dibantai dan ditumpuk dalam tiga lubang yang kini menjadi tetenger peristiwa tersebut.
"Setelah teler mereka dibantai dan dikubur di Cemetuk ini," tambah Abdillah.
Diceritakan juga ada beberapa pemuda Ansor yang berhasil menyelamatkan diri dan memberitahukan kejadian itu ke rekan-rekannya. Pembalasan pun dilakukan Ansor dan ormas Islam lainnya yang berakhir dengan runtuhnya PKI di Banyuwangi. (fat/fat)
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Baca juga :
- Dua Arca Peninggalan Majapahit Diamankan dari Warga Blitar
- Situs di Hutan Mojokerto Diduga Tempat Pemujaan Hindu
- Situs Majapahit Kembali Ditemukan
- Peninggalan Kerajaan Kadiri Kembali Ditemukan
DETIKSURABAYA.COM
Jl. Jimerto 17 A Surabaya
Redaksi:
Email : redaksi[at]detiksurabaya.com
Telp/ Fax: 031 547 4465
Iklan & Promosi:
Telepon : 031 546 0475 | Faks : 031 547 4465
Email : iklan[at]detiksurabaya.com, event[at]detiksurabaya.com
Jl. Jimerto 17 A Surabaya
Redaksi:
Email : redaksi[at]detiksurabaya.com
Telp/ Fax: 031 547 4465
Iklan & Promosi:
Telepon : 031 546 0475 | Faks : 031 547 4465
Email : iklan[at]detiksurabaya.com, event[at]detiksurabaya.com


