Suroboyoan
- Detiker berbagi untuk Pen... wongsemprul
- ANDA MENGALAMI EJEKULASI ... kangpendi41
- Free...!!! 10 Tips Langsi... merlion
- [Khusus] Kenalan... henry9099
- selamat pagi... bukan_janda
- selamat siang... henry9099
Berita Lain
-
Selasa, 09/02/2010 18:03 WIB
Sempat Disandera, Bayi Meninggal di RS Dibawa Pulang -
Selasa, 09/02/2010 16:34 WIB
Peneliti Australia Teliti Hiu Tutul di Probolinggo -
Selasa, 09/02/2010 16:22 WIB
Nelayan Madura Tangkap Dua Kapal Pukat Harimau -
Selasa, 09/02/2010 15:47 WIB
Suporter Persik Kediri Tawuran, 1 Orang Kritis -
Selasa, 09/02/2010 15:23 WIB
Wartawan di Banyuwangi Jadi Korban Perampokan
Indeks Berita
Sabtu, 04/07/2009 18:19 WIB
Kenek Truk Gauli Gadis di Bawah Umur Hingga Hamil 5 Bulan
TB Utama - detikSurabaya
Tuban -
Perilaku pemuda yang berprofesi sebagai kenek truk ini memang biadab. Pria asal Desa Tasikmadu, Kecamatan Palang-Tuban, Wawan alias Ndomble (26) tega menggauli Melati (16) hingga hamil 5 bulan. Duh..!
Kini pelaku diburu polisi setelah kasusnya dilaporkan ke Polres Tuban. Sementara korban yang masih kelas 2 SMU ini masih syok dan dalam perlindungan aktivis Koalisi Perempuan Ronggolawe (KPR) Tuban.
Informasi yang dihimpun menyebutkan, kasus menimpa Melati berawal dari perkenalan dengan Ndomble melalui SMS nyasar. Kala itu Ndomble iseng SMS dan ditanggapi korban. Akhirnya dari perkenalan itu mereka sepakat bertemu.
Sebulan berkenalan, Ndomble mengajak korban mampir ke rumahnya di Desa Tasikmadu. Saat rumah sepi, korban dipaksa melayani nafsu birahi Ndomble. Korban pun tak bisa menolak karena Ndombel mengancam akan membunuhnya.
Peristiwa itu hanya sekali terjadi di rumah Ndomble. Namun, benih yang ditabur berbuah hingga terhitung awal Juli, korban hamil 5 bulan. Mengetahui dirinya berbadan dua, korban mencoba mencari Ndomble. Namun sang pria nakal itu menghilang.
Mengetahui kondisinya putrinya hamil, orang tua korban langsung melaporkan masalah itu ke Polres Tuban. Mereka didampingi aktivis dari KPR Tuban.
Direktur KPR Tuban Nunuk Fauziah menyatakan, hingga saat ini kondisi korban masih dalam keadaan shok akibat kehamilannya. "Masalah ini masih dalam proses di Polres Tuban. Keluarga korban sudah melapor dan korban juga sudah menjalani pemeriksaan di Mapolres," kata Nunuk kepada wartawan di Sekretariat KPR Tuban di Jalan Panglima Sudirman, Kelurahan Sukolilo-Tuban.
Dia menjelaskan, keluarga korban bingung tentang kondisi anaknya lantaran masih duduk di bangku sekolah. "Dilemanya tidak mungkin mengorbankan si janin yang tidak berdosa, sementara dia juga harus melanjutkan sekolah," papar Nunuk Fauziyah.
Sementara Polres Tuban saat dikonfirmasi mengaku saat ini jajaran Reskrim sedang melakukan pengejaran terhadap pelaku. "Kami tetap memprosesnya sesuai aturan hukum yang berlaku. Pelakunya saat ini tengah kita kejar," kata sejumlah polisi dari jajaran Reskrim Polres Tuban. (fat/fat)
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Kenek Truk Gauli Gadis di Bawah Umur Hingga Hamil 5 Bulan
TB Utama - detikSurabaya
Kini pelaku diburu polisi setelah kasusnya dilaporkan ke Polres Tuban. Sementara korban yang masih kelas 2 SMU ini masih syok dan dalam perlindungan aktivis Koalisi Perempuan Ronggolawe (KPR) Tuban.
Informasi yang dihimpun menyebutkan, kasus menimpa Melati berawal dari perkenalan dengan Ndomble melalui SMS nyasar. Kala itu Ndomble iseng SMS dan ditanggapi korban. Akhirnya dari perkenalan itu mereka sepakat bertemu.
Sebulan berkenalan, Ndomble mengajak korban mampir ke rumahnya di Desa Tasikmadu. Saat rumah sepi, korban dipaksa melayani nafsu birahi Ndomble. Korban pun tak bisa menolak karena Ndombel mengancam akan membunuhnya.
Peristiwa itu hanya sekali terjadi di rumah Ndomble. Namun, benih yang ditabur berbuah hingga terhitung awal Juli, korban hamil 5 bulan. Mengetahui dirinya berbadan dua, korban mencoba mencari Ndomble. Namun sang pria nakal itu menghilang.
Mengetahui kondisinya putrinya hamil, orang tua korban langsung melaporkan masalah itu ke Polres Tuban. Mereka didampingi aktivis dari KPR Tuban.
Direktur KPR Tuban Nunuk Fauziah menyatakan, hingga saat ini kondisi korban masih dalam keadaan shok akibat kehamilannya. "Masalah ini masih dalam proses di Polres Tuban. Keluarga korban sudah melapor dan korban juga sudah menjalani pemeriksaan di Mapolres," kata Nunuk kepada wartawan di Sekretariat KPR Tuban di Jalan Panglima Sudirman, Kelurahan Sukolilo-Tuban.
Dia menjelaskan, keluarga korban bingung tentang kondisi anaknya lantaran masih duduk di bangku sekolah. "Dilemanya tidak mungkin mengorbankan si janin yang tidak berdosa, sementara dia juga harus melanjutkan sekolah," papar Nunuk Fauziyah.
Sementara Polres Tuban saat dikonfirmasi mengaku saat ini jajaran Reskrim sedang melakukan pengejaran terhadap pelaku. "Kami tetap memprosesnya sesuai aturan hukum yang berlaku. Pelakunya saat ini tengah kita kejar," kata sejumlah polisi dari jajaran Reskrim Polres Tuban. (fat/fat)
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Komentar terkini (2 Komentar)
Baca juga :
- Oknum Guru Digerebek Warga Saat Kepergok Selingkuh
- 5 Bulan, 27 Kasus Asusila di Tuban Korbannya Anak-anak
- Diancam Ditembak, Gadis Jalanan Diperkosa Dua Oknum TNI
- Diduga Tiduri Tetangga, Kasun Boreng Digeruduk Warga
DETIKSURABAYA.COM
Jl. Jimerto 17 A Surabaya
Redaksi:
Email : redaksi[at]detiksurabaya.com
Telp/ Fax: 031 547 4465
Iklan & Promosi:
Telepon : 031 546 0475 | Faks : 031 547 4465
Email : iklan[at]detiksurabaya.com, event[at]detiksurabaya.com
Jl. Jimerto 17 A Surabaya
Redaksi:
Email : redaksi[at]detiksurabaya.com
Telp/ Fax: 031 547 4465
Iklan & Promosi:
Telepon : 031 546 0475 | Faks : 031 547 4465
Email : iklan[at]detiksurabaya.com, event[at]detiksurabaya.com


