Suroboyoan
- Seminar : CERDAS MENEMBUS... heavenhunter
- [undangan] resepsi pernik... sepung
- Spoiler Sudah bisa !... polenk_sakti
- selamat pagi... bukan_janda
- selamat siang... henry9099
- selamat malam............ henry9099
Berita Lain
-
Minggu, 08/11/2009 12:33 WIB
Putus Cinta Naik Tower
5 Jam di Atas Tower, Heri Malah Asyik Merokok -
Minggu, 08/11/2009 11:28 WIB
Putus Cinta Naik Tower
Dievakuasi, Heri Ancam Kencingi Petugas PLN -
Minggu, 08/11/2009 10:10 WIB
Diduga Putus Cinta, Suheri Nekat Panjat Tower Sutet -
Minggu, 08/11/2009 09:51 WIB
Mengaku Kelaparan, Seorang Pemuda Bobol Warung Nasi -
Sabtu, 07/11/2009 21:41 WIB
Dituduh Miliki Mahkluk Halus, Warga Lamongan Disumpah
Indeks Berita
Jumat, 03/07/2009 18:30 WIB
Usai Makan Tongkol, Sekujur Tubuh Bocah SD Melepuh
Muhammad Aminudin - detikSurabaya

Foto: M Aminuddin
Malang -
Seorang bocah SD asal Jalan Diponegoro No 6, Kecamatan Junrejo, Kota Batu, Malang mengalami nasib naas. Hampir 90 persen tubuhnya melepuh dan mengelupas setelah berobat ke puskesmas.
Putra pasangan Sudibyo Anton (30) dan Tri Susiati (28), ini mendapat perawatan intensif di ruang Observasi Penyakit Kulit Irna 4 Anak RSU Dr. Saiful Anwar (RSSA) Malang.
Ibu kandung pasien Tri Susiati mengatakan, semula yang dialami Nurochman saat selesai mengonsumsi ikan tongkol awal Juni 2009 lalu. Selang sehari putra satu-satunya langsung gatal-gatal dan melepuh di bagian anggota tubuh. Khawatir akan kondisi anaknya, dia membawa anaknya ke Puskesmas Junrejo.
"Dari puskesmas kami diberi obat. Tapi esok harinya anak saya jadi tambah parah seperti sekarang ini," tutur Susiati kepada detiksurabaya.com di RSSA Malang Jalan Jaksa Agung Suprapto, Kota Malang, Jumat (3/7/2009).
Mengetahui kondisi anaknya makin memburuk, Susanti membawanya ke RSSA Malang. Selama menjalani pengobatan di RSSA Malang, petugas medis memperban seluruh tubuh yang melepuh.
"Tiap harinya minum obat dan vitamin, serta memberikan salep pada lukanya. Sedangkan perban ini baru dua hari ini dipasang oleh dokter. Nanti jika lewat empat hari akan diganti lagi," ujarnya.
Meski telah mendapat perawatan intensif pasien kerap mengeluh gatal-gatal pada lukanya. Keluhan itu sering terjadi pada malam hari. "Kalau malam ngeluh panas, gatal-gatal, juga nyeri," imbuhnya.
Menurutnya hasil uji laboratorium mengungkapkan kalau anaknya alergi obat hingga menyebabkan kulit pada tubuhnya melepuh.
Sementara Kepala Puskesmas Junrejo dr Rudi Yudiantoro saat dihubungi menuturkan bahwa kasus yang dialami korban adalah Steven Jhonson Syndrome hingga menyebabkan luka melepuh di bagian tubuhnya.
Rudi membenarkan, jika sebelumnya pasien mendapat penanganan medis di Puskesmas Junrejo 9 Juni 2009 lalu, dengan keluhan gatal-gatal di bagian bibir atas dan sebagian anggota tubuh setelah mengonsumsi ikan tongkol.
Pihak puskesmas, kata dia, memberi terapi berupa beberapa obat. "Kami belum tahu perkembangannya, ternyata seperti ini kondisi yang dialami pasien. Dari hasil diagnosa pasien ternyata mengalami Steven Jhonson Syndrome," ungkap Rudi saat dihubungi.
Rudi membantah pengaruh obat yang diberikan pihaknya menyebabkan korban seperti saat ini. Pasalnya, selang 3 hari menjalani obat jalan ke puskesmas, orang tua pasien membawanya ke bidan dan mantri setempat.
Dari dua tenaga medis itu pasien mendapatkan obat berupa puyer dan sirup. Setelah keduanya dikonsumsi kondisi korban jadi seperti sekarang. "Setelah dari kami orang tua pasien membawanya ke mantri dan bidan. Jarak dua hari kondisi semakin memburuk," jelasnya
Rudi menambahkan menanggung biaya rawat inap yang dijalani pasien selama berada di RSSA Malang. "Untuk obat hanya sebagian saja, tidak semua," pungkasnya. (fat/fat)
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Usai Makan Tongkol, Sekujur Tubuh Bocah SD Melepuh
Muhammad Aminudin - detikSurabaya

Foto: M Aminuddin
Putra pasangan Sudibyo Anton (30) dan Tri Susiati (28), ini mendapat perawatan intensif di ruang Observasi Penyakit Kulit Irna 4 Anak RSU Dr. Saiful Anwar (RSSA) Malang.
Ibu kandung pasien Tri Susiati mengatakan, semula yang dialami Nurochman saat selesai mengonsumsi ikan tongkol awal Juni 2009 lalu. Selang sehari putra satu-satunya langsung gatal-gatal dan melepuh di bagian anggota tubuh. Khawatir akan kondisi anaknya, dia membawa anaknya ke Puskesmas Junrejo.
"Dari puskesmas kami diberi obat. Tapi esok harinya anak saya jadi tambah parah seperti sekarang ini," tutur Susiati kepada detiksurabaya.com di RSSA Malang Jalan Jaksa Agung Suprapto, Kota Malang, Jumat (3/7/2009).
Mengetahui kondisi anaknya makin memburuk, Susanti membawanya ke RSSA Malang. Selama menjalani pengobatan di RSSA Malang, petugas medis memperban seluruh tubuh yang melepuh.
"Tiap harinya minum obat dan vitamin, serta memberikan salep pada lukanya. Sedangkan perban ini baru dua hari ini dipasang oleh dokter. Nanti jika lewat empat hari akan diganti lagi," ujarnya.
Meski telah mendapat perawatan intensif pasien kerap mengeluh gatal-gatal pada lukanya. Keluhan itu sering terjadi pada malam hari. "Kalau malam ngeluh panas, gatal-gatal, juga nyeri," imbuhnya.
Menurutnya hasil uji laboratorium mengungkapkan kalau anaknya alergi obat hingga menyebabkan kulit pada tubuhnya melepuh.
Sementara Kepala Puskesmas Junrejo dr Rudi Yudiantoro saat dihubungi menuturkan bahwa kasus yang dialami korban adalah Steven Jhonson Syndrome hingga menyebabkan luka melepuh di bagian tubuhnya.
Rudi membenarkan, jika sebelumnya pasien mendapat penanganan medis di Puskesmas Junrejo 9 Juni 2009 lalu, dengan keluhan gatal-gatal di bagian bibir atas dan sebagian anggota tubuh setelah mengonsumsi ikan tongkol.
Pihak puskesmas, kata dia, memberi terapi berupa beberapa obat. "Kami belum tahu perkembangannya, ternyata seperti ini kondisi yang dialami pasien. Dari hasil diagnosa pasien ternyata mengalami Steven Jhonson Syndrome," ungkap Rudi saat dihubungi.
Rudi membantah pengaruh obat yang diberikan pihaknya menyebabkan korban seperti saat ini. Pasalnya, selang 3 hari menjalani obat jalan ke puskesmas, orang tua pasien membawanya ke bidan dan mantri setempat.
Dari dua tenaga medis itu pasien mendapatkan obat berupa puyer dan sirup. Setelah keduanya dikonsumsi kondisi korban jadi seperti sekarang. "Setelah dari kami orang tua pasien membawanya ke mantri dan bidan. Jarak dua hari kondisi semakin memburuk," jelasnya
Rudi menambahkan menanggung biaya rawat inap yang dijalani pasien selama berada di RSSA Malang. "Untuk obat hanya sebagian saja, tidak semua," pungkasnya. (fat/fat)
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Komentar terkini (0 Komentar)
Belum ada komentar yang masuk
Baca juga :
- 35 Tahun Digerogoti Tumor Ganas
Dijubeli Warga dan Wartawan, Sumini Mengaku Lelah - 35 Tahun Digerogoti Tumor Ganas
Tetangga dan Anggota Dewan Turut Bersimpati - Baksos DSC untuk Sumini
Bantuan Wajah Berlubang Mulai Disalurkan - Demi Kesembuhan, Keluarga Sumini Pinjam Uang ke Bank
Iklan Mini
Komputer:ALL SERVICE PC,Mon,Print,Laptop Infus Ready P3/P4 TT/Kredit H:0315910356 Datang
Motor:MEGA PRO 2008 ISTIMEWA JL.Kencanasari Timur XV/15 T.03171637988
Mobil:NISSAN X-Trail ST'04 Silver Ist Orscat Vkool Manyar Kertoarjo I/60 T.03160611028
Mobil:KIJANG PU'03(L)Diesel AC/TP 100% Ors cat Babatan Pratama 27/UU-74 T.03191078280 Anj Tekel dan Mini Pincher STB-Non STB Hub:71555525/5044984
Catering:Eco Catering sedia paket utk karyawan dan Ibu rumah tangga di SDA dan SBY dgn hrg standar.Menu terdiri dari masakan khas jawa yang dijamin keunggulan rasanya.Info dilihat di http://www.ecocatering.blogdetik.com
Selengkapnya
DETIKSURABAYA.COM
Jl. Jimerto 17 A Surabaya
Redaksi:
Email : redaksi[at]detiksurabaya.com
Telp/ Fax: 031 547 4465
Iklan & Promosi:
Telepon : 031 546 0475 | Faks : 031 547 4465
Email : iklan[at]detiksurabaya.com, event[at]detiksurabaya.com
Jl. Jimerto 17 A Surabaya
Redaksi:
Email : redaksi[at]detiksurabaya.com
Telp/ Fax: 031 547 4465
Iklan & Promosi:
Telepon : 031 546 0475 | Faks : 031 547 4465
Email : iklan[at]detiksurabaya.com, event[at]detiksurabaya.com


