Suroboyoan
- Seminar : CERDAS MENEMBUS... heavenhunter
- [undangan] resepsi pernik... sepung
- Spoiler Sudah bisa !... polenk_sakti
- selamat pagi... bukan_janda
- selamat siang... henry9099
- selamat malam............ henry9099
Berita Lain
-
Sabtu, 07/11/2009 16:10 WIB
Berharap Hujan, Warga Sumenep Gelar Karapan Sapi -
Sabtu, 07/11/2009 15:20 WIB
Sakit Tak Kunjung Sembuh, Nenek 80 Tahun Gantung Diri -
Sabtu, 07/11/2009 14:20 WIB
Bank Primkoveri Dirampok
Polisi Temukan Sidik Jari dan Bekas Kaki di Kursi -
Sabtu, 07/11/2009 13:46 WIB
Bank Primkoveri Dirampok, Uang Nasabah Rp 22 Juta Amblas -
Sabtu, 07/11/2009 11:55 WIB
Tukang Ojek di Ngawi Ditemukan Tewas di Bawah Jembatan
Indeks Berita
Jumat, 03/07/2009 17:19 WIB
Pengusiran Penambang Oleh Warga Berakhir Bentrok
Samsul Hadi - detikSurabaya
Kediri -
Keberadaan penambang pasir mekanaik di aliran Sungai Brantas, Kelurahan Ngampel, Kecamatan Mojoroto, Kota Kediri, membuat warga yang tinggal di sekitarnya gerah.
Puluhan warga berusaha mengusir paksa hingga berujung terjadinya bentrokan, Jumat (3/7/2009).
Bentrokan antara warga dan penambang pasir mekanik bermula saat aksi unjuk rasa minta aktivitas penambangan dihentikan. Namun aksi itu tidak mendapat tanggapan. Malah sejumlah penambang justru meninggalkan lokasi kerjanya dan tetap membiarkan mesin diesel pengeruk pasir tetap hidup.
Kondisi tersebut membuat warga marah dan berusaha memutus rantai pengikat diesel dan dihanyutkan bersama aliran sungai. Hal ini memancing kemarahan sejumlah penambang pasir dan berusaha memberi perlawanan, hingga aksi saling lempar batu dan adu mulut tak dapat dihindarkan.
Beruntung hal tersebut secepatnya dilerai oleh perwakilan masing-masing pihak, dengan keputusan akhir penambang pasir dipaksa mengalah dengan menarik diesel pengeruk pasirnya.
Keterangan yang berhasil dihimpun dari sejumlah warga menyebutkan, kemarahan warga memuncak setelah sekian kali dilakukan pembicaraan baik-baik tidak dicapai kata sepakat. Terlebih, akibat keberadaan tambang pasir mekanik tersebut sejumlah kerusakan telah terjadi.
"Sampeyan bisa lihat sendiri, tadi perjalanan ke sini ada 1 rumah warga amblas dan 2 lainnya retak-retak. Coba kalau dibiarkan terus, bisa habis rumah satu kampung ini," kata Agus Prasetyo (26), salah satu warga yang ikut dalam aksi.
Selain karena alasan rusaknya rumah sejumlah warga, kemarahan juga dipicu tidak diberikannya kopensasi kerusakan sesuai dengan perjanjian.
"Pakdhe saya ini salah satu contohnya. Tanahnya tergerus ada 15 meter dan dijanjikan ganti rugi 800 ribu seminggu, tapi yang ada hanya 200 ribu yang diberikan," imbuh Agus dengan nada tinggi.
Warga masyarakat mengaku akan melakukan aksi yang lebih besar, dengan mengerahkan massa yang lebih banyak apabila aksi penambangan pasir mekanik tersebut tetap dilanjutkan.
"Pokoknya kami akan terus lanjut, karena biasanya sekali diusir besok sudah kembali lagi. Selama pemerintah tidak bisa menghentikan mereka, kami yang akan bergerak sendiri," tegas Agus.
(fat/fat)
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Pengusiran Penambang Oleh Warga Berakhir Bentrok
Samsul Hadi - detikSurabaya
Puluhan warga berusaha mengusir paksa hingga berujung terjadinya bentrokan, Jumat (3/7/2009).
Bentrokan antara warga dan penambang pasir mekanik bermula saat aksi unjuk rasa minta aktivitas penambangan dihentikan. Namun aksi itu tidak mendapat tanggapan. Malah sejumlah penambang justru meninggalkan lokasi kerjanya dan tetap membiarkan mesin diesel pengeruk pasir tetap hidup.
Kondisi tersebut membuat warga marah dan berusaha memutus rantai pengikat diesel dan dihanyutkan bersama aliran sungai. Hal ini memancing kemarahan sejumlah penambang pasir dan berusaha memberi perlawanan, hingga aksi saling lempar batu dan adu mulut tak dapat dihindarkan.
Beruntung hal tersebut secepatnya dilerai oleh perwakilan masing-masing pihak, dengan keputusan akhir penambang pasir dipaksa mengalah dengan menarik diesel pengeruk pasirnya.
Keterangan yang berhasil dihimpun dari sejumlah warga menyebutkan, kemarahan warga memuncak setelah sekian kali dilakukan pembicaraan baik-baik tidak dicapai kata sepakat. Terlebih, akibat keberadaan tambang pasir mekanik tersebut sejumlah kerusakan telah terjadi.
"Sampeyan bisa lihat sendiri, tadi perjalanan ke sini ada 1 rumah warga amblas dan 2 lainnya retak-retak. Coba kalau dibiarkan terus, bisa habis rumah satu kampung ini," kata Agus Prasetyo (26), salah satu warga yang ikut dalam aksi.
Selain karena alasan rusaknya rumah sejumlah warga, kemarahan juga dipicu tidak diberikannya kopensasi kerusakan sesuai dengan perjanjian.
"Pakdhe saya ini salah satu contohnya. Tanahnya tergerus ada 15 meter dan dijanjikan ganti rugi 800 ribu seminggu, tapi yang ada hanya 200 ribu yang diberikan," imbuh Agus dengan nada tinggi.
Warga masyarakat mengaku akan melakukan aksi yang lebih besar, dengan mengerahkan massa yang lebih banyak apabila aksi penambangan pasir mekanik tersebut tetap dilanjutkan.
"Pokoknya kami akan terus lanjut, karena biasanya sekali diusir besok sudah kembali lagi. Selama pemerintah tidak bisa menghentikan mereka, kami yang akan bergerak sendiri," tegas Agus.
(fat/fat)
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Baca juga :
- Penambangan Sirtu Dirazia, Mobil Kapolres Digedor Massa
- Tutup Tambang Sirtu, Petugas Gabungan Diusir Warga
Iklan Mini
Catering:Kami Eco Catering menyediakan paket katering untuk karyawan perkantoran maupun ibu rumah tangga di Sidoarjo dan Surabaya dengan harga standar.Menu yang kami sediakan untuk Anda terdiri dari masakan khas jawa yang dijamin keunggulan rasanya.Informasi dapat dilihat di http://www.ecocatering.blogdetik.com
Birojasa:Privat Balita(1-5th)Pintar Calistung Hub:081553124653/031-70818303
Kursus:Kursus Mobil"Sie Bersaudara"SIM+AJ Bs Malam Avanza Xenia Kijang Panther (031)5618484/5682491
Gudang:Jual Gudang Siap Pakai Fas Lkp Ex.Kosmetik 1000m2 Kendangsari Hub:03191364750
Lowongan:Dcr Tng Adm Wnt SMEA Max.25Th Lmr Ke Jl.Margomulyo Permai R-17A Sby
Selengkapnya
DETIKSURABAYA.COM
Jl. Jimerto 17 A Surabaya
Redaksi:
Email : redaksi[at]detiksurabaya.com
Telp/ Fax: 031 547 4465
Iklan & Promosi:
Telepon : 031 546 0475 | Faks : 031 547 4465
Email : iklan[at]detiksurabaya.com, event[at]detiksurabaya.com
Jl. Jimerto 17 A Surabaya
Redaksi:
Email : redaksi[at]detiksurabaya.com
Telp/ Fax: 031 547 4465
Iklan & Promosi:
Telepon : 031 546 0475 | Faks : 031 547 4465
Email : iklan[at]detiksurabaya.com, event[at]detiksurabaya.com


