Suroboyoan
- Slm bwt detikers smua dh ... atiqfitro
- Tambah Sepi... cak_roy
- Curhat... cow
- selamat pagi... bukan_janda
- selamat siang... henry9099
- selamat malam............ henry9099
Berita Lain
-
Rabu, 25/11/2009 14:58 WIB
Pemkot Bongkar Bangunan yang Berdiri di Brandgang -
Rabu, 25/11/2009 14:04 WIB
Pilwali Surabaya 2010
Calon Walikota Independen Ikut Fit and Profer Test -
Rabu, 25/11/2009 14:04 WIB
8 Orang Pelanggar Perda Anti Rokok Diproses ke Pengadilan -
Rabu, 25/11/2009 13:51 WIB
Pemkot Minta Warga Menginternalisasi Perda Anti Rokok -
Rabu, 25/11/2009 13:25 WIB
Masih Banyak Sopir Tidak Paham Perda Anti Rokok
Indeks Berita
Kamis, 02/07/2009 10:47 WIB
Spanduk Capres Ngawur
Giliran Panwaslu Salahkan Tim Sukses & KPU
Irawulan - detikSurabaya

Surabaya -
Panwaslu menolak disalahkan dengan menjamurnya spanduk dukungan capres yang dipasang secara ngawur di pusat Kota Surabaya. Sebab ketiga tim sukses pemenangan capres sudah diperingatkan namun tak dihiraukan.
"Kita sudah sampaikan pada partai politik dan tim pemenangan para kandidat tentang aturan dan kesepakatan bersama tempat atribut dipasang," kata Anggota Panwaslu Kota Surabaya, Suparno kepada detiksurabaya.com, Kamis (2/6/2009).
Pimpinan partai ataupun tim pemenangan masing-masing capres dan cawapres juga punya peranan. Sebelum kampanye digelar mereka sudah melakukan sosialisasi pada tim sukses dan bahkan ada kesepakatan bersama.
Jadi bandel? "Bisa dikatakan begitu, karena setiap rapat selalu disampaikan. Kita sendiri kalau ada pelanggaran aturan langsung menegur tim kampanye masing-masing capres," ungkapnya.
Suparno mengatakan kurang tertibnya tim pemenangan para kandidat ini juga dipengaruhi sikap KPU Surabaya sebagai penyelenggara. Dia mengatakan KPU dinilainya masih kurang melakukan sosialisasi kepada parpol dan tim pemenangan terkait pemasangan atribut.
"KPU juga kurang proaktif menyampaikan aturan main soal pemasangan atribut kampanye. Tapi kita setiap rapat kita selalu sampaikan pada tim sukses tentang pemasangan spanduk atau atribut," tandasnya.
Ketika disinggung apakah Panwas takut dengan walikota atau wakil walikota yang berasal dari partai politik besar? Dia membantahnya. Menurut dia, Panwas dibentuk bukan oleh parpol ataupun pihak tertentu. Panwas menurutnya adalah lembaga independen.
"Tidak ada korelasinya dengan walikota dan wakil walikota. Kita lembaga independen," tegasnya.
Dia mengatakan sanksi yang diberikan hanyalah sanksi moral. Mereka kata dia sudah melakukan penertiban atribut beberapa waktu yang lalu. Tanggal 3-4 Juli mendatang mereka akan melakukan penertiban karena sudah memasuki masa tenang. "Harus bersih," katanya.
(wln/gik)
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Spanduk Capres Ngawur
Giliran Panwaslu Salahkan Tim Sukses & KPU
Irawulan - detikSurabaya

"Kita sudah sampaikan pada partai politik dan tim pemenangan para kandidat tentang aturan dan kesepakatan bersama tempat atribut dipasang," kata Anggota Panwaslu Kota Surabaya, Suparno kepada detiksurabaya.com, Kamis (2/6/2009).
Pimpinan partai ataupun tim pemenangan masing-masing capres dan cawapres juga punya peranan. Sebelum kampanye digelar mereka sudah melakukan sosialisasi pada tim sukses dan bahkan ada kesepakatan bersama.
Jadi bandel? "Bisa dikatakan begitu, karena setiap rapat selalu disampaikan. Kita sendiri kalau ada pelanggaran aturan langsung menegur tim kampanye masing-masing capres," ungkapnya.
Suparno mengatakan kurang tertibnya tim pemenangan para kandidat ini juga dipengaruhi sikap KPU Surabaya sebagai penyelenggara. Dia mengatakan KPU dinilainya masih kurang melakukan sosialisasi kepada parpol dan tim pemenangan terkait pemasangan atribut.
"KPU juga kurang proaktif menyampaikan aturan main soal pemasangan atribut kampanye. Tapi kita setiap rapat kita selalu sampaikan pada tim sukses tentang pemasangan spanduk atau atribut," tandasnya.
Ketika disinggung apakah Panwas takut dengan walikota atau wakil walikota yang berasal dari partai politik besar? Dia membantahnya. Menurut dia, Panwas dibentuk bukan oleh parpol ataupun pihak tertentu. Panwas menurutnya adalah lembaga independen.
"Tidak ada korelasinya dengan walikota dan wakil walikota. Kita lembaga independen," tegasnya.
Dia mengatakan sanksi yang diberikan hanyalah sanksi moral. Mereka kata dia sudah melakukan penertiban atribut beberapa waktu yang lalu. Tanggal 3-4 Juli mendatang mereka akan melakukan penertiban karena sudah memasuki masa tenang. "Harus bersih," katanya.
(wln/gik)
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Komentar terkini (0 Komentar)
Belum ada komentar yang masuk
Baca juga :
- Spanduk Capres Ngawur, Pemkot Surabaya Salahkan Panwaslu
- Kampanye Mega-Prabowo di Tambaksari, Undangan Hanya 5.000 Orang
- Kampanye Mega-Prabowo, Rawan Macet, Hindari Tambaksari!
- Spanduk Capres Bikin Kumuh, Satpol PP Tutup Mata
Iklan Mini
Lowongan:DCR Karyawati Dibid.Fashion Dom.Ps.Atum Krm Lmr Ps.Atum ThpI Lt1-1165T H:0315025718
DNA:DNA Genteng Besar18 03170973237newGemini/5800/6300?bks99%e90fs(35)bb8900bsbfs(32/28)n86gX2mg(37)omnia/e71gbsb(25)e51(13)n95/n81/5610/6500c/s/s8300/BB8310/BB8700
Makanan:Angela Salad Buah Istimewa dan Pastel Goreng Istimewa Buktikan T.(031)5996429/77803380
Motor:V-IXION'09 TGN.I ABU2 SPT BARU (19jt) Rungkut Kidul Raya 22 T.081330040500 nego
AC:FRESH COOL Pusatnya Service AC Cleaning3Gratis1(25rb)Freon(75rb)Bgkr+Psg(100) Terjamin+Bergaransi+Puas T.0318720699
Selengkapnya
DETIKSURABAYA.COM
Jl. Jimerto 17 A Surabaya
Redaksi:
Email : redaksi[at]detiksurabaya.com
Telp/ Fax: 031 547 4465
Iklan & Promosi:
Telepon : 031 546 0475 | Faks : 031 547 4465
Email : iklan[at]detiksurabaya.com, event[at]detiksurabaya.com
Jl. Jimerto 17 A Surabaya
Redaksi:
Email : redaksi[at]detiksurabaya.com
Telp/ Fax: 031 547 4465
Iklan & Promosi:
Telepon : 031 546 0475 | Faks : 031 547 4465
Email : iklan[at]detiksurabaya.com, event[at]detiksurabaya.com




