Suroboyoan
- Seminar : CERDAS MENEMBUS... heavenhunter
- [undangan] resepsi pernik... sepung
- Spoiler Sudah bisa !... polenk_sakti
- selamat pagi... bukan_janda
- selamat siang... henry9099
- selamat malam............ henry9099
Berita Lain
-
Sabtu, 07/11/2009 18:59 WIB
Sambut Hari Pahlawan
Gus Ipul, Arif Afandi, dan Putra Bung Tomo Main Perang-perangan
-
Sabtu, 07/11/2009 15:55 WIB
Mahir Menari Membuat Tugu Berkeliling Dunia -
Sabtu, 07/11/2009 14:30 WIB
Ibu Ajak Anak Bunuh Diri di DTC
Anita Belum Sadar dan Masih Kritis

-
Sabtu, 07/11/2009 13:35 WIB
Jelang Pilwali Surabaya, Para Kandidat Mulai Unjuk Diri -
Sabtu, 07/11/2009 11:06 WIB
HTI Tuntut Pemberantasan Korupsi
Indeks Berita
Selasa, 30/06/2009 09:09 WIB
Polisi Didesak Usut PSB Online
Budi Sugiharto - detikSurabaya

Surabaya -
Proses Penerimaan Siswa Baru (PSB) di Kota Surabaya tahun ini di Surabaya dinilai masih jauh dari harapan. Untuk itu Dinas Pendidikan maupun pelaksana didesak untuk minta maaf kepada publik.
Demikian Isa Anshori, Ketua II Dewan Pendidikan Surabaya saat dihubungi detiksurabaya.com, Selasa (30/6/2009).
Menurut dia, di awal PSB online sebenarnya untuk memudahkan masyarakat. Tentunya untuk mewujudukan ide itu membutuhkan biaya. Namun ketika biaya sudah dianggarkan dan hasilnya tidak sesuai dengan kenyataan yaitu meringankan masyarakat tentunya harus ada pertanggungjawaban.
Kalau anggaran yang dikeluarkan dengan harapan yang tidak tercapai harus dipertanggungjawabkan. DPRD dan pemkot bisa meminta pertanggungjawabkan. "Termasuk kejaksaan negeri bisa masuk ke wilayah itu. Ini kan bukan delik aduan, polisi mestinya bisa melakukan penyelidikan," pintanya.
Menurut Isa, proses PSB Online yang dijanjikan bisa mempercepat, mempermudah dan meringankan beban masyarakat justru tidak sesuai dengan kenyataan yang di lapangan.
Misalnya, jadwal pendaftaran SBI (Sekolah Berstandar Internasional) 22-24 Juni tapi diundur sampai 26 Juni. "Alasannya sistem online-nya tidak jalan sehingga kemudian dirubah menjadi manual. Ini kan merugikan," tegasnya.
Apalagi lanjut Isa, para pendaftar yang terlanjur sudah mendaftar kemudian dipaksa mendaftar lagi. "Mestinya dinas pendidikan maupun para pelaksana proyek itu minta maaf. Tapi sampai saat ini saya belum mendengar permintaan maaf itu," keluh Isa.
Seperti diberitakan sebelumnya, Kejaksaan Negeri (Kejari) Surabaya menduga proyek Penerimaan Siswa Baru online senilai Rp 2,3 miliar itu beraroma korupsi. Namun Kadis Pendidikan Sahudi menegaskan jika proyek yang dilakukan pihaknya sudah melalui jalur yang sesuai prosedur. (gik/gik)
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Polisi Didesak Usut PSB Online
Budi Sugiharto - detikSurabaya

Demikian Isa Anshori, Ketua II Dewan Pendidikan Surabaya saat dihubungi detiksurabaya.com, Selasa (30/6/2009).
Menurut dia, di awal PSB online sebenarnya untuk memudahkan masyarakat. Tentunya untuk mewujudukan ide itu membutuhkan biaya. Namun ketika biaya sudah dianggarkan dan hasilnya tidak sesuai dengan kenyataan yaitu meringankan masyarakat tentunya harus ada pertanggungjawaban.
Kalau anggaran yang dikeluarkan dengan harapan yang tidak tercapai harus dipertanggungjawabkan. DPRD dan pemkot bisa meminta pertanggungjawabkan. "Termasuk kejaksaan negeri bisa masuk ke wilayah itu. Ini kan bukan delik aduan, polisi mestinya bisa melakukan penyelidikan," pintanya.
Menurut Isa, proses PSB Online yang dijanjikan bisa mempercepat, mempermudah dan meringankan beban masyarakat justru tidak sesuai dengan kenyataan yang di lapangan.
Misalnya, jadwal pendaftaran SBI (Sekolah Berstandar Internasional) 22-24 Juni tapi diundur sampai 26 Juni. "Alasannya sistem online-nya tidak jalan sehingga kemudian dirubah menjadi manual. Ini kan merugikan," tegasnya.
Apalagi lanjut Isa, para pendaftar yang terlanjur sudah mendaftar kemudian dipaksa mendaftar lagi. "Mestinya dinas pendidikan maupun para pelaksana proyek itu minta maaf. Tapi sampai saat ini saya belum mendengar permintaan maaf itu," keluh Isa.
Seperti diberitakan sebelumnya, Kejaksaan Negeri (Kejari) Surabaya menduga proyek Penerimaan Siswa Baru online senilai Rp 2,3 miliar itu beraroma korupsi. Namun Kadis Pendidikan Sahudi menegaskan jika proyek yang dilakukan pihaknya sudah melalui jalur yang sesuai prosedur. (gik/gik)
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Komentar terkini (0 Komentar)
Belum ada komentar yang masuk
Baca juga :
- Cium Bau Korupsi, Kejaksaan Selidiki Proyek PSB Online
- Hari Pertama, Formulir Pendaftaran SD di Surabaya Ludes
- Pelajar SMUN 18 Demo
Pihak Sekolah Menolak Dikatakan Menahan Ijazah - Tuntut Ijazah Dikeluarkan, Pelajar SMUN 18 Demo
Iklan Mini
Catering:Kami Eco Catering menyediakan paket katering untuk karyawan perkantoran maupun ibu rumah tangga di Sidoarjo dan Surabaya dengan harga standar.Menu yang kami sediakan untuk Anda terdiri dari masakan khas jawa yang dijamin keunggulan rasanya.Informasi dapat dilihat di http://www.ecocatering.blogdetik.com
Birojasa:Privat Balita(1-5th)Pintar Calistung Hub:081553124653/031-70818303
Kursus:Kursus Mobil"Sie Bersaudara"SIM+AJ Bs Malam Avanza Xenia Kijang Panther (031)5618484/5682491
Gudang:Jual Gudang Siap Pakai Fas Lkp Ex.Kosmetik 1000m2 Kendangsari Hub:03191364750
Lowongan:Dcr Tng Adm Wnt SMEA Max.25Th Lmr Ke Jl.Margomulyo Permai R-17A Sby
Selengkapnya
DETIKSURABAYA.COM
Jl. Jimerto 17 A Surabaya
Redaksi:
Email : redaksi[at]detiksurabaya.com
Telp/ Fax: 031 547 4465
Iklan & Promosi:
Telepon : 031 546 0475 | Faks : 031 547 4465
Email : iklan[at]detiksurabaya.com, event[at]detiksurabaya.com
Jl. Jimerto 17 A Surabaya
Redaksi:
Email : redaksi[at]detiksurabaya.com
Telp/ Fax: 031 547 4465
Iklan & Promosi:
Telepon : 031 546 0475 | Faks : 031 547 4465
Email : iklan[at]detiksurabaya.com, event[at]detiksurabaya.com


