Suroboyoan
- ۩۞۩ [Un... thedarkcm
- Seminar International Pen... pendidikan
- Slm bwt detikers smua dh ... atiqfitro
- selamat pagi... bukan_janda
- selamat siang... henry9099
- selamat malam............ henry9099
Berita Lain
-
Rabu, 25/11/2009 16:19 WIB
Ribuan Lubang Tambang Emas Ilegal Dimusnahkan -
Rabu, 25/11/2009 14:41 WIB
Pelaku Pelindas Anak ke KA Divonis 10 Tahun Penjara -
Rabu, 25/11/2009 12:31 WIB
Landasan Pacu Lanud Berlubang
46 Hari Ditutup, Bandara Abdulrachman Saleh Dibuka -
Rabu, 25/11/2009 12:25 WIB
Bisnis Syahwat di Sumenep
PSK 'Menghilang' Saat Razia Digelar -
Rabu, 25/11/2009 12:19 WIB
Dibacok Orang Tak Dikenal, Mulut Mandor Robek 15 Cm
Indeks Berita
Minggu, 28/06/2009 18:19 WIB
Depresi, TKW Singapura Diborgol di RS
Tamam Mubarrok - detikSurabaya

Foto: Tamam Mubarrok
Jombang -
Mantan TKW Singapura, Elin Prasetyowati (31), warga Desa Genukwatu, Kecamatan Ngoro, Jombang, dirawat di RS Swadana Jombang, Minggu (28/6/2009) karena mengalami depresi. Khawatir suatu saat mengamuk, Elin harus diborgol saat dirawat di RS itu.
"Kalau tidak diborgol begini, khawatir isteri saya malah seenaknya dan bisa mengamuk," kata Nur Effendi (36) kepada wartawan di ruang Cempaka, RS Swadana, Jalan Wahid Hasyim, Kota Jombang.
Beberapa kali Elin mengomel dan bicara sendiri tanpa sebab dan tanpa lawan bicara. "Oala, nasibku kok ngene mbok. Aku kok dirante ngene. Ojo ngawur ngene," kata Elin sendirian tanpa ada lawan bicara.
Elin mengalami depresi hebat usai bekerja di Singapura setahun lalu. Menurut Nur Effendi, Elin berangkat ke Singapura lewat salah satu PJTKI di kawasan Kenjeran, Surabaya, 10 Juni 2008 lalu. Namun pada Mei 2009, Elin pulang diantar seseorang.
Sepulang dari Singapura, Elin mengalami perubahan kejiwaan. "Sebelum jadi TKW, kejiwaan isteri saya sangat normal. Tapi entah kenapa begini. Apa dia di Singapura disiksa, saya tidak tahu,” kata Effendi penuh tanya.
Elin pulang dari Singapura diantar seorang warga yang mengaku melihat Elin seperti orang gila di kawasan Bandara Juanda, Sidoarjo. Elin lalu diantar orang tersebut ke rumahnya, di Desa Genukwatu, Kecamatan Ngoro.
Setelah tahu Elin depresi, keluarga minta penjelasan ke pihak PJTKI. Namun oleh pihak PJTKI, keluarga Elin disarankan meminta pertanggungjawaban ke agen TKW di Singapura. "Saya bingung tak tahu harus kemana mengadu nasib ini," kata Effendi menambahkan.
Menurut Effendi, pihak PJTKI juga mengaku tidak mengetahui perubahan kejiwaan Elin. Keluarga juga tidak bisa meminta penjelasan ke Elin yang mirip orang gila.
"Setelah isteri saya depresi, pihak PJTKI memberi kami uang Rp 1 juta. Itu saja, tidak lebih," jelas Effendi.
(fat/fat)
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Depresi, TKW Singapura Diborgol di RS
Tamam Mubarrok - detikSurabaya

Foto: Tamam Mubarrok
"Kalau tidak diborgol begini, khawatir isteri saya malah seenaknya dan bisa mengamuk," kata Nur Effendi (36) kepada wartawan di ruang Cempaka, RS Swadana, Jalan Wahid Hasyim, Kota Jombang.
Beberapa kali Elin mengomel dan bicara sendiri tanpa sebab dan tanpa lawan bicara. "Oala, nasibku kok ngene mbok. Aku kok dirante ngene. Ojo ngawur ngene," kata Elin sendirian tanpa ada lawan bicara.
Elin mengalami depresi hebat usai bekerja di Singapura setahun lalu. Menurut Nur Effendi, Elin berangkat ke Singapura lewat salah satu PJTKI di kawasan Kenjeran, Surabaya, 10 Juni 2008 lalu. Namun pada Mei 2009, Elin pulang diantar seseorang.
Sepulang dari Singapura, Elin mengalami perubahan kejiwaan. "Sebelum jadi TKW, kejiwaan isteri saya sangat normal. Tapi entah kenapa begini. Apa dia di Singapura disiksa, saya tidak tahu,” kata Effendi penuh tanya.
Elin pulang dari Singapura diantar seorang warga yang mengaku melihat Elin seperti orang gila di kawasan Bandara Juanda, Sidoarjo. Elin lalu diantar orang tersebut ke rumahnya, di Desa Genukwatu, Kecamatan Ngoro.
Setelah tahu Elin depresi, keluarga minta penjelasan ke pihak PJTKI. Namun oleh pihak PJTKI, keluarga Elin disarankan meminta pertanggungjawaban ke agen TKW di Singapura. "Saya bingung tak tahu harus kemana mengadu nasib ini," kata Effendi menambahkan.
Menurut Effendi, pihak PJTKI juga mengaku tidak mengetahui perubahan kejiwaan Elin. Keluarga juga tidak bisa meminta penjelasan ke Elin yang mirip orang gila.
"Setelah isteri saya depresi, pihak PJTKI memberi kami uang Rp 1 juta. Itu saja, tidak lebih," jelas Effendi.
(fat/fat)
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Baca juga :
- Awasi Kecurangan Pilpres, Tim Mega-Prabowo Tatar Calon Saksi
- KPU Sumenep Kekurangan Alat Bantu Tuna Netra
- Sosialisasi Pilpres, Badut-badut Diterjunkan ke Pasar
- Ratusan Surat Suara di KPUD Kota Kediri Ditemukan Rusak
Iklan Mini
Lowongan:DCR Karyawati Dibid.Fashion Dom.Ps.Atum Krm Lmr Ps.Atum ThpI Lt1-1165T H:0315025718
DNA:DNA Genteng Besar18 03170973237newGemini/5800/6300?bks99%e90fs(35)bb8900bsbfs(32/28)n86gX2mg(37)omnia/e71gbsb(25)e51(13)n95/n81/5610/6500c/s/s8300/BB8310/BB8700
Makanan:Angela Salad Buah Istimewa dan Pastel Goreng Istimewa Buktikan T.(031)5996429/77803380
Motor:V-IXION'09 TGN.I ABU2 SPT BARU (19jt) Rungkut Kidul Raya 22 T.081330040500 nego
AC:FRESH COOL Pusatnya Service AC Cleaning3Gratis1(25rb)Freon(75rb)Bgkr+Psg(100) Terjamin+Bergaransi+Puas T.0318720699
Selengkapnya
DETIKSURABAYA.COM
Jl. Jimerto 17 A Surabaya
Redaksi:
Email : redaksi[at]detiksurabaya.com
Telp/ Fax: 031 547 4465
Iklan & Promosi:
Telepon : 031 546 0475 | Faks : 031 547 4465
Email : iklan[at]detiksurabaya.com, event[at]detiksurabaya.com
Jl. Jimerto 17 A Surabaya
Redaksi:
Email : redaksi[at]detiksurabaya.com
Telp/ Fax: 031 547 4465
Iklan & Promosi:
Telepon : 031 546 0475 | Faks : 031 547 4465
Email : iklan[at]detiksurabaya.com, event[at]detiksurabaya.com




