Berita Lain

Indeks Berita

Kamis, 25/06/2009 12:32 WIB
Pelajar SMUN 18 Demo
Pihak Sekolah Menolak Dikatakan Menahan Ijazah
Rois Jajeli - detikSurabaya



Surabaya - Tidak dikeluarkannya ijazah dari sekolah berpengaruh pada masa depan para siswa di SMUN 18 Surabaya. Pasalnya sebagian siswa terancam gagal masuk perguruan tinggi (PT).

Dari informasi yang dihimpun, sebagian dari pelajar sudah mengembalikan formulir pendaftaran ke Universitas Airlangga (Unair) atau pun ke Universitas Negeri Surabaya (Unesa).

Seperti yang dituturkan oleh Riki Hariansyah siswa jurusan IPS. Dirinya sudah mendaftarkan dan mengembalikan formulir ke Unesa. Dia berencana masuk jurusan akutansi. Semua persyaratan masuk ke PTN sudah dilengkapinya, hanya tinggal satu yang kurang yaitu ijazah. Dirinya kuatir kalau-kalau dirinya tidak bisa melanjutkan masuk PT.

"Formulir sudah saya kembalikan tetapi masih kurang ijazahnya karena belum keluar. Padahal batas terakhir hari Sabtu besok," kata Rizky kepada detiksurabaya di SMUN 18 Jalan Bibis Karah Sawah, Jambangan, Kamis (25/6/2009).

Riki mengakui kalau dirinya masih belum melunasi beberapa urusan administrasi di sekolahnya seperti SPP dan bimbingan belajar. Dirinya menunggak karena orangtuanya masih belum punya uang untuk membayar tunggakan sebesar Rp 1,5 juta.

"Orangtua saya tidak mampu. Bapak saya kerja di bengkel, ibu saya hanya ibu rumah tangga biasa. Saya sudah mau mencicil tapi pihak sekolah tidak mau," tuturnya.

Hal senada dikatakan oleh Rizki Maulana jurusan IPS. Dia juga mempunyai tunggakan uang SPP dan bimbingan belajar Rp 1,5 juta. Perekonomian keluarganya kata Rizki juga pas-pasan. Bapaknya seorang guru di sekolah swasta, sedangkan ibunya hanya ibu rumah tangga. Impiannya kuliah di Fakultas Hukum Unair juga terancam kandas.

"Kita-kita ini rata-rata yang belum dapat ijazah, ekonomi tidak mampu. Saya bilang ke sekolah akan mencicil, tapi ditolak oleh sekolah," tandasnya.

Sementara itu pihak sekolah berkilah jika siswa yang belum mendapatkan ijazah karena pada saat pembagian ijazah orangtuanya tidak hadir. Wakasek Kesiswaan SMUN 18 Surabaya, Gatot Soenarjadi menjelaskan bahwa tidak ada masalah seperti terkait penahanan ijazah seperti yang dituturkan oleh para siswanya.

"Anak-anak itu belum mengambil ijazah. Saat pengambilan ijazah orangtuanya tidak hadir. Anak SMA itu bukan mahasiswa. Ijazah kita serahkan ke orangtuanya bukan ke anaknya. Saya tegaskan SMUN 18 tidak menahan ijazah," tandasnya.

Ketika disinggung mengenai tunggakan para siswa untuk SPP dan bimbingan belajar, Gatot menegaskan bahwa tidak ada masalah dan bisa dicari solusi yang terbaik. (wln/bdh)

Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!

Baca juga :

Iklan Mini

Lowongan:DCR Karyawati Dibid.Fashion Dom.Ps.Atum Krm Lmr Ps.Atum ThpI Lt1-1165T H:0315025718
DNA:DNA Genteng Besar18 03170973237newGemini/5800/6300?bks99%e90fs(35)bb8900bsbfs(32/28)n86gX2mg(37)omnia/e71gbsb(25)e51(13)n95/n81/5610/6500c/s/s8300/BB8310/BB8700
Makanan:Angela Salad Buah Istimewa dan Pastel Goreng Istimewa Buktikan T.(031)5996429/77803380
Motor:V-IXION'09 TGN.I ABU2 SPT BARU (19jt) Rungkut Kidul Raya 22 T.081330040500 nego
AC:FRESH COOL Pusatnya Service AC Cleaning3Gratis1(25rb)Freon(75rb)Bgkr+Psg(100) Terjamin+Bergaransi+Puas T.0318720699

Selengkapnya

DETIKSURABAYA.COM
Jl. Jimerto 17 A Surabaya

Redaksi:
Email : redaksi[at]detiksurabaya.com
Telp/ Fax: 031 547 4465

Iklan & Promosi:
Telepon : 031 546 0475 | Faks : 031 547 4465
Email : iklan[at]detiksurabaya.com, event[at]detiksurabaya.com