Suroboyoan
- Slm bwt detikers smua dh ... atiqfitro
- Tambah Sepi... cak_roy
- Curhat... cow
- selamat pagi... bukan_janda
- selamat siang... henry9099
- selamat malam............ henry9099
Berita Lain
-
Rabu, 25/11/2009 12:31 WIB
Landasan Pacu Lanud Berlubang
46 Hari Ditutup, Bandara Abdulrachman Saleh Dibuka -
Rabu, 25/11/2009 12:25 WIB
Bisnis Syahwat di Sumenep
PSK 'Menghilang' Saat Razia Digelar -
Rabu, 25/11/2009 12:19 WIB
Dibacok Orang Tak Dikenal, Mulut Mandor Robek 15 Cm -
Rabu, 25/11/2009 11:18 WIB
Karyawan Bakso Kepala Sapi Dibawa Kabur Pria Beristri -
Rabu, 25/11/2009 09:58 WIB
Bisnis Syahwat di Sumenep
Rumah Sempat Dibakar Tapi Tak Membuat Jera
Indeks Berita
Kamis, 25/06/2009 12:13 WIB
Ditinggal Keluarga Ngerumpi, Bocah 7 Tahun Tewas Tenggelam
Moh Hartono - detikSurabaya
Sumenep -
Pemandian Tirta Sumekar Indah (TSI) Batuan Kabupaten Sumenep, Madura makan korban jiwa. Seorang bocah berumur 7 tahun ditemukan tewas tenggelam, Kamis (25/6/2009).
Korban, Nabila Ainun Sariyah, warga Kalianget tersebut sempat dilarikan ke RSU Dr Moh Anwar setempat setelah dievakuasi oleh keluarga dan pengunjung lain, namun usaha tersebut tidak berhasil karena korban diduga telah banyak meminum air kolam.
Musibah ini terjadi saat korban berenang di tempat pemandian khusus anak-anak yang kedalamannya berkisar antara 50 sampai 60 centimeter. Namun, disaat keluarganya lengah, korban berpindah ke pemandian yang berkedalaman 110 centimeter.
Petugas TSI sudah berusaha memberitahu keluarga korban, tetapi tidak direspon. Justru keluarganya sibuk ngobrol dengan pengunjung lain, sehingga saat korban berada di kedalaman 110 cm tersebut, tenggelam karena tidak bisa berenang.
Korban pertama kali diketahui oleh pamannya, Buhariyanto (42) dalam keadaan mengambang. Saat ditolong, korban masih sempat bernafas. Lalu, dilarikan ke RSU setempat. Tidak berselang lama, korban akhirnya menghembuskan nyawa terakhirnya.
Kapolsek Kota Sumenep AKP Mohammad Heri EP mengatakan, keluarga korban tidak mau dilakukan otopsi melainkan hanya dilakukan visum luar. "Setelah meninggal di RSU, korban langsung dibawa pulang ke Kalianget," terang Heri pada wartawan di kantornya, Jalan Trunojoyo, Sumenep, Kamis (25/6/2009).
Dia menduga, korban tewas karena tenggelam. Sebab, tidak ada tanda-tanda kekerasan pada tubuhnya. Namun, petugas polsek kota tetap melakukan pemeriksaan terhadap pengawas TSI, meski keluarga korban sudah mengeluarkan surat pernyataan damai.
"Pihak keluarga merelakan kepergian korban dan meminta untuk tidak dilakukan proses hukum," tegasnya.
(bdh/bdh)
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Ditinggal Keluarga Ngerumpi, Bocah 7 Tahun Tewas Tenggelam
Moh Hartono - detikSurabaya
Korban, Nabila Ainun Sariyah, warga Kalianget tersebut sempat dilarikan ke RSU Dr Moh Anwar setempat setelah dievakuasi oleh keluarga dan pengunjung lain, namun usaha tersebut tidak berhasil karena korban diduga telah banyak meminum air kolam.
Musibah ini terjadi saat korban berenang di tempat pemandian khusus anak-anak yang kedalamannya berkisar antara 50 sampai 60 centimeter. Namun, disaat keluarganya lengah, korban berpindah ke pemandian yang berkedalaman 110 centimeter.
Petugas TSI sudah berusaha memberitahu keluarga korban, tetapi tidak direspon. Justru keluarganya sibuk ngobrol dengan pengunjung lain, sehingga saat korban berada di kedalaman 110 cm tersebut, tenggelam karena tidak bisa berenang.
Korban pertama kali diketahui oleh pamannya, Buhariyanto (42) dalam keadaan mengambang. Saat ditolong, korban masih sempat bernafas. Lalu, dilarikan ke RSU setempat. Tidak berselang lama, korban akhirnya menghembuskan nyawa terakhirnya.
Kapolsek Kota Sumenep AKP Mohammad Heri EP mengatakan, keluarga korban tidak mau dilakukan otopsi melainkan hanya dilakukan visum luar. "Setelah meninggal di RSU, korban langsung dibawa pulang ke Kalianget," terang Heri pada wartawan di kantornya, Jalan Trunojoyo, Sumenep, Kamis (25/6/2009).
Dia menduga, korban tewas karena tenggelam. Sebab, tidak ada tanda-tanda kekerasan pada tubuhnya. Namun, petugas polsek kota tetap melakukan pemeriksaan terhadap pengawas TSI, meski keluarga korban sudah mengeluarkan surat pernyataan damai.
"Pihak keluarga merelakan kepergian korban dan meminta untuk tidak dilakukan proses hukum," tegasnya.
(bdh/bdh)
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Baca juga :
- Caleg Jadi PKNU Tewas dengan Mulut Berbusa
- Nonton Kuda Lumping, Taufik Tewas dengan Luka Tusuk
- Pria Hidung Belang Tewas di Lokalisasi Eks Dolog
- Diduga Overdosis Pil Distro, Mahmud Meregang Nyawa
Iklan Mini
Lowongan:DCR Karyawati Dibid.Fashion Dom.Ps.Atum Krm Lmr Ps.Atum ThpI Lt1-1165T H:0315025718
DNA:DNA Genteng Besar18 03170973237newGemini/5800/6300?bks99%e90fs(35)bb8900bsbfs(32/28)n86gX2mg(37)omnia/e71gbsb(25)e51(13)n95/n81/5610/6500c/s/s8300/BB8310/BB8700
Makanan:Angela Salad Buah Istimewa dan Pastel Goreng Istimewa Buktikan T.(031)5996429/77803380
Motor:V-IXION'09 TGN.I ABU2 SPT BARU (19jt) Rungkut Kidul Raya 22 T.081330040500 nego
AC:FRESH COOL Pusatnya Service AC Cleaning3Gratis1(25rb)Freon(75rb)Bgkr+Psg(100) Terjamin+Bergaransi+Puas T.0318720699
Selengkapnya
DETIKSURABAYA.COM
Jl. Jimerto 17 A Surabaya
Redaksi:
Email : redaksi[at]detiksurabaya.com
Telp/ Fax: 031 547 4465
Iklan & Promosi:
Telepon : 031 546 0475 | Faks : 031 547 4465
Email : iklan[at]detiksurabaya.com, event[at]detiksurabaya.com
Jl. Jimerto 17 A Surabaya
Redaksi:
Email : redaksi[at]detiksurabaya.com
Telp/ Fax: 031 547 4465
Iklan & Promosi:
Telepon : 031 546 0475 | Faks : 031 547 4465
Email : iklan[at]detiksurabaya.com, event[at]detiksurabaya.com




