Suroboyoan
- Situs belajar mandarin... bemo88
- [pagi]Bantuin pilih desai... geraimaya
- "sandal dgn namamu&q... fif10
- [Khusus] Kenalan... henry9099
- selamat pagi... bukan_janda
- selamat siang... henry9099
Berita Lain
-
Senin, 15/03/2010 23:09 WIB
Persebaya Dipecundangi PSM -
Senin, 15/03/2010 21:50 WIB
Oknum Polisi Diringkus Saat Asyik Pesta Sabu dan Seks -
Senin, 15/03/2010 17:58 WIB
3 Tahun Menghilang, DPO Pembobolan Toko Diringkus -
Senin, 15/03/2010 17:46 WIB
Pemilik Rumah Bantah Air Sumur Tiban dari Pipa PDAM Bocor

-
Senin, 15/03/2010 17:22 WIB
Berbekal STNK Temuan, Yusuf Malah Embat Motor
Indeks Berita
Jumat, 19/06/2009 10:48 WIB
Kecerdasan Anak Dipengaruhi Lingkungan dan Genetik
Fatichatun Nadhiroh - detikSurabaya

Surabaya -
Orang tua mana yang tak ingin anak cerdas dan kreatif. Semua orang tua dapat melakukannya jika mau mementingkan dan mengutamakan kebutuhan anak mulai dari kandungan.
Kecerdasan dipengaruhi 2 faktor utama yakni faktor lingkungan dan keturunan (genetik). Seorang anak bisa mengembangkan kecerdasan dengan dasar keturunan dan rangsangan dari faktor lingkungan. Namun bagi orang tua yang kebetulan tidak berkesempatan mengikuti pendidikan tinggi, bisa dicukupi kebutuhan pengembangan kecerdasan mulai kandungan hingga remaja.
"Stimulasi dilakukan setiap ada kesempatan berinteraksi dengan anak sesuai umur dan perkembangan anak. Yang perlu disiapkan yakni kebutuhan fisik-biologis, kasih sayang dan kebutuhan stimulasi," kata ahli anak Siloam Hospital, dr Ahmad Suryawan SpAK kepada detiksurabaya.com, Jumat (19/6/2009).
Stimulasi dini dan perangsangan kecerdasan itu bisa dilakukan saat memandikan, mengganti popok, menyusui, menggendong, berjalan-jalan, menonton teve, membunyikan berbagai suara atau musik bergantian dan menjelang tidur.
"Bermain Bermain ciluk ba pada bayi 3-6 bulan, memanggil nama, mengajak bersalaman, membacakan dongeng, merangsang duduk dan dilatih berdiri berpegangan pada bayi 6-12 bulan," tambahnya.
Selain itu menggambar, menyusun kubus, puzzle, naik turun tangga, melepas celana, mengerti dan melakukan perintah sederhana, menyebut dan menunjuk benda-benda pada usia 12-18 bulan.
Usia 18-24 bulan, menyebut dan menunjuk bagian-bagian tubuh, nama-nama binatang dan benda di sekitar rumah, bermain bola, melompat, memakai celana baju dan mencuci tangan.
Perangsangan untuk berbicara dan bercerita, seperti diajak memancing, menendang bola, mengalah dan belajar kerja sama, mengajarkan anak menanam biji hingga tumbuh, memelihara tanaman atau binatang, berwisata dan mengenalkan alam semesta pada usia 2-3 tahun.
(fat/fat)
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Kecerdasan Anak Dipengaruhi Lingkungan dan Genetik
Fatichatun Nadhiroh - detikSurabaya

Kecerdasan dipengaruhi 2 faktor utama yakni faktor lingkungan dan keturunan (genetik). Seorang anak bisa mengembangkan kecerdasan dengan dasar keturunan dan rangsangan dari faktor lingkungan. Namun bagi orang tua yang kebetulan tidak berkesempatan mengikuti pendidikan tinggi, bisa dicukupi kebutuhan pengembangan kecerdasan mulai kandungan hingga remaja.
"Stimulasi dilakukan setiap ada kesempatan berinteraksi dengan anak sesuai umur dan perkembangan anak. Yang perlu disiapkan yakni kebutuhan fisik-biologis, kasih sayang dan kebutuhan stimulasi," kata ahli anak Siloam Hospital, dr Ahmad Suryawan SpAK kepada detiksurabaya.com, Jumat (19/6/2009).
Stimulasi dini dan perangsangan kecerdasan itu bisa dilakukan saat memandikan, mengganti popok, menyusui, menggendong, berjalan-jalan, menonton teve, membunyikan berbagai suara atau musik bergantian dan menjelang tidur.
"Bermain Bermain ciluk ba pada bayi 3-6 bulan, memanggil nama, mengajak bersalaman, membacakan dongeng, merangsang duduk dan dilatih berdiri berpegangan pada bayi 6-12 bulan," tambahnya.
Selain itu menggambar, menyusun kubus, puzzle, naik turun tangga, melepas celana, mengerti dan melakukan perintah sederhana, menyebut dan menunjuk benda-benda pada usia 12-18 bulan.
Usia 18-24 bulan, menyebut dan menunjuk bagian-bagian tubuh, nama-nama binatang dan benda di sekitar rumah, bermain bola, melompat, memakai celana baju dan mencuci tangan.
Perangsangan untuk berbicara dan bercerita, seperti diajak memancing, menendang bola, mengalah dan belajar kerja sama, mengajarkan anak menanam biji hingga tumbuh, memelihara tanaman atau binatang, berwisata dan mengenalkan alam semesta pada usia 2-3 tahun.
(fat/fat)
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Baca juga :
- Demam Kerap Ganggu Kesehatan Anak Saat Pancaroba
- Baksos DSC untuk Fery
Bantuan Bocah Tersiram Minyak Goreng Kembali Diberikan - Awas..! Musim Pancaroba Hantui Anak-anak
- Bocah Tersiram Minyak Goreng
Luka Bakar di Punggung Kering, Fery Minta Duduk
DETIKSURABAYA.COM
Jl. Jimerto 17 A Surabaya
Redaksi:
Email : redaksi[at]detiksurabaya.com
Telp/ Fax: 031 547 4465
Iklan & Promosi:
Telepon : 031 546 0475 | Faks : 031 547 4465
Email : iklan[at]detiksurabaya.com, event[at]detiksurabaya.com
Jl. Jimerto 17 A Surabaya
Redaksi:
Email : redaksi[at]detiksurabaya.com
Telp/ Fax: 031 547 4465
Iklan & Promosi:
Telepon : 031 546 0475 | Faks : 031 547 4465
Email : iklan[at]detiksurabaya.com, event[at]detiksurabaya.com


