Suroboyoan
- Tambah Sepi... cak_roy
- Curhat... cow
- salam kenal cak..:D... angelicavoc
- selamat pagi... bukan_janda
- selamat siang... henry9099
- selamat malam............ henry9099
Berita Lain
-
Selasa, 24/11/2009 09:09 WIB
Gara-gara Bola Voli
Polisi Tidak Tetapkan Tersangka Tawuran -
Selasa, 24/11/2009 08:34 WIB
2009, Pelaku Curat Anak-anak Capai 133 Orang -
Senin, 23/11/2009 22:19 WIB
Gara-gara Bola Voli, Mahasiswa STIKES Tawuran dengan Warga -
Senin, 23/11/2009 18:26 WIB
Askes Imbau RS Pemerintah Ikut Program PJKMU -
Senin, 23/11/2009 18:20 WIB
Tidur-tiduran, Tukang Becak Bablas ke Akhirat
Indeks Berita
Jumat, 19/06/2009 08:39 WIB
Hirup Udara Pagi Penunjang Kesembuhan Paru-paru
Fatichatun Nadhiroh - detikSurabaya

Illustrasi
Surabaya -
Anda tak ingin terkena kanker paru-paru atau ingin sembuh dari penyakit paru-paru, coba simak dan cari salah satu solusinya.
Penyakit kanker paru-paru rata-rata menyebabkan kematian dan disebabkan karena asap rokok. Tapi sebenarnya, kanker paru-parulah yang paling mudah dicegah.
Saat ini trend orang terkena paru-paru usai muda yakni 35 tahun-an. Padahal dibandingkan 7 tahun lalu, penderita paru-paru melanda orang berusia 50 tahun ke atas.
"Hampir 90 persen kanker paru-paru menyebabkan kematian dan mayoritas kanker paru-paru dikarenakan asap rokok. Trend saat ini seseorang yang terkena kanker paru-paru sudah merambah usia 35-an," katanya Ahli paru RSU dr Soetomo, dr Isnu Pradjoko SpS(K), Jumat (19/6/2009).
Dia menyarankan, agar rajin berolah raga makan-makanan yang bergizi terutama diimbangi dengan sayuran.
"Sering-seringlah mengirup udara pagi secara dalam, dengan kondisi lingkungan sehat dan nyaman," jelasnya.
Di RSU dr Soetomo, lanjut Isnu, dalam sebulan pasien usia 30 ke atas bisa datang sekitar 10 hingga 12 orang. Hal itu ada beberapa 7 tahun lalu, yang hanya 3 hingga 5 orang. Sebab diantaranya, seseorang merokok dalam usia muda, menghisap terlalu dalam, kebiasaan merokok terlalu sehingga kadar nikotinnya lebih tinggi.
Ada tiga cara yang dianggap sebagai prosedur standar dalam rangka penyembuhan kanker yakni melalui operasi, radiasi dan kemoterapi. Meski demikian dari ketiga usaha tersebut tidak ada satupun yang dapat memperkuat kekebalan tubuh terhadap kanker, sehingga dapat mencegah kanker bisa kambuh kembali.
Efek sampingan dari terapi radiasi, kata Isnu, sel-sel sehat di sekitar sel kanker akan turut menjadi hancur dan rusak. Hal ini terjadi karena energi radiasi cahaya tidak bisa difokuskan ke daerah tertentu saja, melainkan disebar ke sekeliling daerah penyakit.
(fat/fat)
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Hirup Udara Pagi Penunjang Kesembuhan Paru-paru
Fatichatun Nadhiroh - detikSurabaya

Illustrasi
Penyakit kanker paru-paru rata-rata menyebabkan kematian dan disebabkan karena asap rokok. Tapi sebenarnya, kanker paru-parulah yang paling mudah dicegah.
Saat ini trend orang terkena paru-paru usai muda yakni 35 tahun-an. Padahal dibandingkan 7 tahun lalu, penderita paru-paru melanda orang berusia 50 tahun ke atas.
"Hampir 90 persen kanker paru-paru menyebabkan kematian dan mayoritas kanker paru-paru dikarenakan asap rokok. Trend saat ini seseorang yang terkena kanker paru-paru sudah merambah usia 35-an," katanya Ahli paru RSU dr Soetomo, dr Isnu Pradjoko SpS(K), Jumat (19/6/2009).
Dia menyarankan, agar rajin berolah raga makan-makanan yang bergizi terutama diimbangi dengan sayuran.
"Sering-seringlah mengirup udara pagi secara dalam, dengan kondisi lingkungan sehat dan nyaman," jelasnya.
Di RSU dr Soetomo, lanjut Isnu, dalam sebulan pasien usia 30 ke atas bisa datang sekitar 10 hingga 12 orang. Hal itu ada beberapa 7 tahun lalu, yang hanya 3 hingga 5 orang. Sebab diantaranya, seseorang merokok dalam usia muda, menghisap terlalu dalam, kebiasaan merokok terlalu sehingga kadar nikotinnya lebih tinggi.
Ada tiga cara yang dianggap sebagai prosedur standar dalam rangka penyembuhan kanker yakni melalui operasi, radiasi dan kemoterapi. Meski demikian dari ketiga usaha tersebut tidak ada satupun yang dapat memperkuat kekebalan tubuh terhadap kanker, sehingga dapat mencegah kanker bisa kambuh kembali.
Efek sampingan dari terapi radiasi, kata Isnu, sel-sel sehat di sekitar sel kanker akan turut menjadi hancur dan rusak. Hal ini terjadi karena energi radiasi cahaya tidak bisa difokuskan ke daerah tertentu saja, melainkan disebar ke sekeliling daerah penyakit.
(fat/fat)
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Baca juga :
- Baksos DSC untuk Fery
Bantuan Bocah Tersiram Minyak Goreng Kembali Diberikan - Awas..! Musim Pancaroba Hantui Anak-anak
- Bocah Tersiram Minyak Goreng
Luka Bakar di Punggung Kering, Fery Minta Duduk - Toxoplasma Bisa Menyerang Pria!
Iklan Mini
Motor:GL MAX Neotex'96Lengkap Orsinil=5,6jt Nego Bratang Wetan 4/16A(081357292215)
Motor:MTR GEROBAK TERMURAH Cash/Kredit Bisa Grosir Ngagel Rejo Kidul 44 T03177852555
HP:"OC"03170232455;n97gX3mg(45)w980igbsb(17) 6500sg(1350)3660l/3650l(350/325)6600l(450)
Mobil:MANNA MOBIL KERTAJAYA 210 0315011571 H.STREAM 1.7 Manual'05(L)TgI Slv F.OrsCat
HP:Ciliwung 64 T.03170573369New100%PhilipsBat Standby 1Bulan2mp Bluetooth RadioMmc1Gb(8) PhilipsSpecialEditionDragon&Phoenix(11)tt
Selengkapnya
DETIKSURABAYA.COM
Jl. Jimerto 17 A Surabaya
Redaksi:
Email : redaksi[at]detiksurabaya.com
Telp/ Fax: 031 547 4465
Iklan & Promosi:
Telepon : 031 546 0475 | Faks : 031 547 4465
Email : iklan[at]detiksurabaya.com, event[at]detiksurabaya.com
Jl. Jimerto 17 A Surabaya
Redaksi:
Email : redaksi[at]detiksurabaya.com
Telp/ Fax: 031 547 4465
Iklan & Promosi:
Telepon : 031 546 0475 | Faks : 031 547 4465
Email : iklan[at]detiksurabaya.com, event[at]detiksurabaya.com





