Suroboyoan
- Slm bwt detikers smua dh ... atiqfitro
- Tambah Sepi... cak_roy
- Curhat... cow
- selamat pagi... bukan_janda
- selamat siang... henry9099
- selamat malam............ henry9099
Berita Lain
-
Rabu, 25/11/2009 12:25 WIB
Bisnis Syahwat di Sumenep
PSK 'Menghilang' Saat Razia Digelar -
Rabu, 25/11/2009 12:19 WIB
Dibacok Orang Tak Dikenal, Mulut Mandor Robek 15 Cm -
Rabu, 25/11/2009 11:18 WIB
Karyawan Bakso Kepala Sapi Dibawa Kabur Pria Beristri -
Rabu, 25/11/2009 09:58 WIB
Bisnis Syahwat di Sumenep
Rumah Sempat Dibakar Tapi Tak Membuat Jera -
Rabu, 25/11/2009 09:05 WIB
Bisnis Syahwat di Sumenep Mulai Rambah Perkampungan
Indeks Berita
Rabu, 10/06/2009 08:49 WIB
5 Bulan, 27 Kasus Asusila di Tuban Korbannya Anak-anak
TB Utama - detikSurabaya
Tuban -
Selama 5 bulan sejak Januari hingga akhir Mei 2009, 27 kasus perbuatan amoral terjadi di wilayah Kabupaten Tuban. Dari jumlah kasus perbuatan asusila tersebut, 70 persen korban diantaranya anak-anak.
"Ini kondisi yang memprihatinkan, anak-anak di bawah umur ternyata masih menjadi korban perbuatan kriminal amoral," kata Direktur Koalisi Perempuan Ronggolawe (KPR) Tuban, Nunuk Fauziyah di Sekretariat KPR Tuban di Jalan Panglima Sudirman, Sukolilo-Tuban, Rabu (10/6/2009).
Catatan KPR Tuban, dari 27 kasus tersebut sebanyak 22 kasus berupa pemerkosaan maupun pencabulan. Celakanya korbannya adalah anak-anak.
"Anak-anak memang sangat riskan menjadi korban perbuatan asusila maupun amoral. Mereka lebih mudah diserang," tambah Nunuk Fauziyah.
Menurutnya, pada tahun 2008 ada sekitar 93 kasus, 36 diantaranya adalah menimpa anak-anak. Untuk tahun 2007 ditemukan 92 kasus, sebanyak 30 diantaranya berupa pencabulan dan pemerkosaan dengan korban perempuan dengan usia di bawah 18 tahun.
Rentetan kasus yang dikaji KPR, ada beberapa faktor yang menyebabkan anak-anak lebih mudah menjadi korban. Diantaranya karena faktor lingkungan, orangtua bekerja atau di rumah sendirian. Dalam kondisi seperti itu, korban mudah dilumpuhkan dengan ancaman.
Dilihat dari sisi lokasi kejadian perkara (TKP), rata-rata korban asusila dan pemerkosaan berdomisili di sekitar wilayah hutan. Terbukti pula, korban yang paling sering melaporkan adanya pencabulan maupun pemerkosaan berada di wilayah tepian hutan.
Mereka berasal dari wilayah Kecamatan Merakurak, Kerek dan Kecamatan Bangilan. Di luar wilayah itu, juga sering terjadi pemerkosaan dan pencabulan yakni Kecamatan Kota, Widang dan Kecamatan Palang.
"Mereka yang berada di sekitar hutan tingkat pendidikannya kurang bagus, dan secara ekonomi juga tidak mapan," tambah Nunuk.
(fat/fat)
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
5 Bulan, 27 Kasus Asusila di Tuban Korbannya Anak-anak
TB Utama - detikSurabaya
"Ini kondisi yang memprihatinkan, anak-anak di bawah umur ternyata masih menjadi korban perbuatan kriminal amoral," kata Direktur Koalisi Perempuan Ronggolawe (KPR) Tuban, Nunuk Fauziyah di Sekretariat KPR Tuban di Jalan Panglima Sudirman, Sukolilo-Tuban, Rabu (10/6/2009).
Catatan KPR Tuban, dari 27 kasus tersebut sebanyak 22 kasus berupa pemerkosaan maupun pencabulan. Celakanya korbannya adalah anak-anak.
"Anak-anak memang sangat riskan menjadi korban perbuatan asusila maupun amoral. Mereka lebih mudah diserang," tambah Nunuk Fauziyah.
Menurutnya, pada tahun 2008 ada sekitar 93 kasus, 36 diantaranya adalah menimpa anak-anak. Untuk tahun 2007 ditemukan 92 kasus, sebanyak 30 diantaranya berupa pencabulan dan pemerkosaan dengan korban perempuan dengan usia di bawah 18 tahun.
Rentetan kasus yang dikaji KPR, ada beberapa faktor yang menyebabkan anak-anak lebih mudah menjadi korban. Diantaranya karena faktor lingkungan, orangtua bekerja atau di rumah sendirian. Dalam kondisi seperti itu, korban mudah dilumpuhkan dengan ancaman.
Dilihat dari sisi lokasi kejadian perkara (TKP), rata-rata korban asusila dan pemerkosaan berdomisili di sekitar wilayah hutan. Terbukti pula, korban yang paling sering melaporkan adanya pencabulan maupun pemerkosaan berada di wilayah tepian hutan.
Mereka berasal dari wilayah Kecamatan Merakurak, Kerek dan Kecamatan Bangilan. Di luar wilayah itu, juga sering terjadi pemerkosaan dan pencabulan yakni Kecamatan Kota, Widang dan Kecamatan Palang.
"Mereka yang berada di sekitar hutan tingkat pendidikannya kurang bagus, dan secara ekonomi juga tidak mapan," tambah Nunuk.
(fat/fat)
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Baca juga :
- Diancam Ditembak, Gadis Jalanan Diperkosa Dua Oknum TNI
- Diduga Tiduri Tetangga, Kasun Boreng Digeruduk Warga
- Siswi SMA Jadi Pelampiasan Nafsu Setan Pemuda Pengangguran
- Pencuri Ponsel Dicabuli
Divonis 8 Bulan Penjara, Kuasa Hukum Nyatakan Banding
Iklan Mini
Lowongan:DCR Karyawati Dibid.Fashion Dom.Ps.Atum Krm Lmr Ps.Atum ThpI Lt1-1165T H:0315025718
DNA:DNA Genteng Besar18 03170973237newGemini/5800/6300?bks99%e90fs(35)bb8900bsbfs(32/28)n86gX2mg(37)omnia/e71gbsb(25)e51(13)n95/n81/5610/6500c/s/s8300/BB8310/BB8700
Makanan:Angela Salad Buah Istimewa dan Pastel Goreng Istimewa Buktikan T.(031)5996429/77803380
Motor:V-IXION'09 TGN.I ABU2 SPT BARU (19jt) Rungkut Kidul Raya 22 T.081330040500 nego
AC:FRESH COOL Pusatnya Service AC Cleaning3Gratis1(25rb)Freon(75rb)Bgkr+Psg(100) Terjamin+Bergaransi+Puas T.0318720699
Selengkapnya
DETIKSURABAYA.COM
Jl. Jimerto 17 A Surabaya
Redaksi:
Email : redaksi[at]detiksurabaya.com
Telp/ Fax: 031 547 4465
Iklan & Promosi:
Telepon : 031 546 0475 | Faks : 031 547 4465
Email : iklan[at]detiksurabaya.com, event[at]detiksurabaya.com
Jl. Jimerto 17 A Surabaya
Redaksi:
Email : redaksi[at]detiksurabaya.com
Telp/ Fax: 031 547 4465
Iklan & Promosi:
Telepon : 031 546 0475 | Faks : 031 547 4465
Email : iklan[at]detiksurabaya.com, event[at]detiksurabaya.com




