Berita Lain

Indeks Berita

Gaya Hidup

Rabu, 16/05/2012 09:16

Fitness Atasi Hipertensi Turunan

Gb
Tekanan darah tinggi atau yang dikenal dengan hipertensi bisa menurun dalam keluarga. Jika Anda memiliki orang tua yang mengidap penyakit ini, Anda harus pintar-pintar mengantisipasinya.

Kuliner

Selasa, 08/05/2012 12:16

Mie Ayam Rambut Setan, Dijamin Bakal Berkeringat!

Gb
Nama seram kini menjadi trend di dunia kuliner Indonesia, sebut saja misalnya Rawon setan. Di Lamongan, kini muncul kuliner lain dari yang lain yakni Mie Ayam Rambut Setan. Pedas dan jamur tiramnya terasa menggigit.

Pelajar

Rabu, 09/05/2012 13:42

Siswa SMK Racik Mesin Penggiling 4 in 1

Gb
Kabar menggembirakan datang dari generasi muda kita, Siswa Menengah Kejuruan di Surabaya. Setelah menyelesaikan UN, para anak didik ini menciptakan sebuah tugas akhir yang berbentuk mesin penggiling 4 in 1.
Blog SurabayaDaftar blog | Login

Cari Penawaran Terbaik di Sini


Parikan

Arep Mbales PariKan? Klik di Sini
Senin, 01/06/2009 22:46 WIB

Seluruh Siswa Tak Lulus UAN

Akan Ujian Ulang, Alumni SMUN 2 Ngawi Kirim 'Petisi Batavia'

Budi Sugiharto - detikSurabaya



Materi ujian (ilustrasi)
Surabaya - Adanya dugaan kecurangan yang terjadi pada saat Ujian Akhir Nasional (UAN) yang menimpa SMUN 2 Ngawi menyebabkan seluruh siswa yang mengikuti ujian nasional tahun 2009 tidak lulus. Kabar itu tentu membuat para alumninya yang tersebar di Jakarta prihatin.

Jaringan Alumni SMUN 2 Ngawi yang berdomisili di Jakarta dan sekitarnya menerbitkan petisi dan tuntutan. Petisinya dinamakan 'Petisi Batavia' dan dilayangkan kepada pejabat daerah, dinas pendidikan, SMAN 2 maupun kepolisian di Ngawi.

Petisi Batavia seperti dalam siaran pers yang diterima, Senin (1/6/2009),isinya ada 7 point. Diantaranya meminta kepada Bupati, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Ngawi dan seluruh jajaran terkait untuk bertindak bijak dan bekerja keras untuk mengusut adanya dugaan kecurangan atau kesalahan dari pihak korektor soal secara terbuka (transparan) dan obyektif.

Para pejabat itu juga diminta tidak membuat pernyataan kepada publik yang dapat meresahkan siswa, orang tua/wali murid dan masyarakat pada umumnya. Selain itu harus ada perlindungan hukum dan hak-hak siswa terkait dengan kelulusan serta memberikan kepastian penyelesaian masalah dengan sebaik-baiknya.

Kepolisian diminta berperan aktif mencari, melakukan penyelidikan, penyidikan dan proses hukum lainnya yang diperlukan guna mengungkap adanya dugaan tindak pidana dalam masalah ketidaklulusan Ujian Akhir Nasional di SMA Negeri 2 Ngawi.

Para alumni juga menyesalkan adanya kebijakan pelaksanaan ujian ulangan yang akan diselenggarakan pada tanggal 8 Juni 2009. Menurut mereka ujian ulang itu tidak memiliki landasan materiil maupun formil yang kuat. Selain itu, ujian ulangan berpotensi menimbulkan keresahan dan kecemburuan bagi sekolah lain," tegasnya.

"Kami minta pihak sekolah meninjau kembali ujian ulang itu," tegas M Arief Kurniawan, mewakili para alumni SMAN 2 Ngawi Regional Jakarta.

Kepada siswa dan wali murid dan masyarakat diimbau para alumni untuk tetap tenang dan tidak terpengaruh adanya isu-isu yang belum tentu kebenarannya. Arief menyoroti alasan pelaksanaan ujian ulangan ini terkesan sangat dipaksakan karena tidak adanya keterbukaan, transparansi dan hanya berdasarkan asumsi-asumsi. (gik/gik)



Share

widjaya 01/01/1970 07:00 WIB hayooooooooooooooooo katauan nyontek yach?kasihan dech... » Selengkapnya
widjaya 01/01/1970 07:00 WIB masak sech segitu banyaknya siswa cuma nyontoh dari sms? katanya... » Selengkapnya
Anna 01/01/1970 07:00 WIB Walo q alumni SMADA, tapi Ni pelajaran buat semua. Ujian Ulang???... » Selengkapnya
The GREATEST mailinglist in East-Java. Informations, Entertainment, lifestyle, and others article. You named it we got it! Join now, detiksurabaya-subscribe@yahoogroups.com
Redaksi:
Email : redaksi[at]detiksurabaya.com
Jl. Jimerto No. 17 A Surabaya
Telp/ Fax: 031 547 4465

Informasi pemasangan iklan:
Email : sales[at]detik.com

Promosi / Event:
Hubungi: Gilang Permana Seta
Email: event[at]detiksurabaya.com
Telepon : 031 546 0475 | Faks : 031 547 4465