Berita Lain

Indeks Berita

Kamis, 07/05/2009 08:56 WIB
Waspadai Obesitas dengan Mengukur Lingkar Perut
Imam Wahyudiyanta - detikSurabaya



ist
Surabaya - Pernahkah Anda mengukur lingkar perut? Jika pernah, pastikan bahwa ukurannya tidak lebih dari 90 cm bagi pria dan 80 cm bagi wanita. Jika lebih, waspadalah karena Anda sudah mengalami apa yang dinamakan obesitas abdominal.

"Dari sini orang harus waspada. Jangan sampai melangkah ke stadium selanjutnya yakni Cardiometabolic Risk (CMR) dan Cardiometabolic Disease (CMD)," ujar Ketua Pusat Diabetes dan Nutrisi RSU dr Soetomo, Prof DR dr Askandar Tjokroprawiro SpPD KEMD kepada wartawan di RSU dr Soetomo, Kamis (7/6/2009).

Jika sampai melangkah ke stadium itu, kata Askandar, penderitanya bisa mengalami sindroma metabolik (simet) dan obesitas remaja pada CMR atau penyakit jantung koroner dan bahkan hingga stroke pada CMD. Biasanya, tambah Askandar, orang menyepelekan obesitas yang dideritanya. Padahal efeknya bisa sangat berbahaya jika tidak ditangani dengan tepat.

Bagi orang yang kelihatan ramping pun belum tentu tidak terkena diabetes. Untuk meyakinkan diri, periksakanlah diri ke rumah sakit. Acuannya, setelah menjalani pemeriksaan, pastikan bahwa trigliserida tidak lebih dari 150 mg/dl, kolesterol-HD kurang dari 40 mg/dl untuk pria dan kurang dari 50 mg/dl untuk wanita. Selain itu tekanan darah juga tidak boleh lebih atau sama dengan 130/85 mmHg. Dan yang terakhir, gula darah puasa tidak boleh lebih atau sama dengan 100 mg/dl.

"Jika hasil pemeriksaan anda melebihi acuan tersebut, maka Anda mengalami obesitas dan harus menjalani hidup sehat," tambah Askandar.
Askandar menambahkan bahwa gaya hidup tidak sehat sangat berisiko meningkatkan penderita obesitas. Jika tidak ditangani dengan baik, maka penyakit itu akan menjadi bom waktu yang akan meledak pada tahun 2020 nanti. Untuk menjembataninya, joint symposiun 'Surabaya Metabolic Syndrome Update-5' (Sumetsu 5) dan 'Metabolic Cardiovascular Disease Surabaya Update-4 (Mecarsu 4) digelar lagi.

Bertempat di Ballroom Hotel Shangri-La, acara yang digelar Perkumpulan Endokrinologi Indonesia (Perkeni) cabang Surabaya bekerjasama dengan Perhimpunan Ahli Penyakit Dalam Indonesia (Papdi) itu akan berlangsung pada 8-10 Mei.

Bertema Cardiometabolic Health Toward 2020, simposium itu bertujuan pencapaian kesehatan kardiometabolik tahun 2020 dengan menekankan pada pencegahan Simet dan RKM sehingga tidak terjadi penyakit bom waktu (time bomb disease). (iwd/fat)

Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!

Baca juga :

Iklan Mini

Lowongan:DCR Karyawati Dibid.Fashion Dom.Ps.Atum Krm Lmr Ps.Atum ThpI Lt1-1165T H:0315025718
DNA:DNA Genteng Besar18 03170973237newGemini/5800/6300?bks99%e90fs(35)bb8900bsbfs(32/28)n86gX2mg(37)omnia/e71gbsb(25)e51(13)n95/n81/5610/6500c/s/s8300/BB8310/BB8700
Makanan:Angela Salad Buah Istimewa dan Pastel Goreng Istimewa Buktikan T.(031)5996429/77803380
Motor:V-IXION'09 TGN.I ABU2 SPT BARU (19jt) Rungkut Kidul Raya 22 T.081330040500 nego
AC:FRESH COOL Pusatnya Service AC Cleaning3Gratis1(25rb)Freon(75rb)Bgkr+Psg(100) Terjamin+Bergaransi+Puas T.0318720699

Selengkapnya

DETIKSURABAYA.COM
Jl. Jimerto 17 A Surabaya

Redaksi:
Email : redaksi[at]detiksurabaya.com
Telp/ Fax: 031 547 4465

Iklan & Promosi:
Telepon : 031 546 0475 | Faks : 031 547 4465
Email : iklan[at]detiksurabaya.com, event[at]detiksurabaya.com