Berita Lain

Indeks Berita

Kamis, 07/05/2009 08:11 WIB
Ayam Pedes Bu Juri 'Membakar' Mulut
Budi Sugiharto - detikSurabaya



Foto: Budi Sugiharto
Jember - Satu lagi menu yang rasa pedasnya nendang dan bikin bibir ndoweh bakal menandingi popularitas oseng-oseng mercon. Namun tak mudah untuk mencicipi menu ala kare ini. Di Jawa Timur, makanan ayam pedas ini hanya bisa dijumpai di Bagorejo Kecamatan Gumukmas Kabupaten Jember. Bagi mereka yang gila cabe sangat layak untuk mencoba. Dijamin bibir akan ndoweh.

Di Bagorejo memang terdapat sejumlah warung yang menyajikan menu andalan ayam pedes. Namun sebagian besar banyak yang memilih 'Warung Ayam Pedes Bu Juri'. Bangunan warungnya sangat sederhana, jauh dari kesan sebuah depot maupun rumah makan. Lokasinya berada di jalur Lumajang-Jember. Dari Puger berjarak sekitar 3 kilometer.

Warung milik Bu Juri ini sudah berdiri sejak tahun 1998 lalu. Dan hingga saat ini, jumlah pelanggannya tak terhitung. "Sehari paling sedikit kita habis 25 ekor ayam kampung," kata Bu Juri saat ditemui detiksurabaya.com belum lama ini.

Performence ayam pedes karya Bu Juri ini sekilas memang tidak jauh beda dengan menu kare pada umumnya. Hanya yang membedakan ayam kampungnya sebelum dicampur dengan santan terlebih dahulu dibakar. Yang lebih nendang lagi, harganya. Wow..cukup murah dijamin tak membuat kantong bolong. Satu porsi harganya hanya Rp 6.000.

"Di kampung sini biasa disebut sayur santan lombok sebab ya itu tadi pedasnya luar biasa," ujar Bu Juri.

Menu ayam pedes ini biasa disajikan dengan tempe goreng tanpa tepung, lalapan timun dan kangkung rebus plus minumnya es temulawak. Seorang pelanggan, Hasan mengakui jika ayam Bu Juri ini pedasnya menandingi oseng-oseng mercon yang selama ini pernah dijajalnya.

"Mulut seperti terbakar karena pedasnya yang luar biasa," kata Hasan sembari mengusap keringatnya yang bercucuran setelah menyantap ayam pedes tersebut.

Yang membuat Hasan heran adalah rasa pedas yang sempat membuat bibirnya ndoweh itu hilang dalam waktu tak lama setelah santapannya ludes. "Aneh memang. Tadinya pedas ndoweh-ndoweh, tapi tak lama hilang seoalah tak pernah kena lombok," tutur Hasan.

Kepala Desa Atok Urrohman yang saat itu sedang menikmati menu Bu Juri mengakui bahwa menu di desanya ini tak ada yang menandingi. "Di tempat lain mungkin tidak ada yang menjual menu serupa. Mungkin hanya di sini saja," kata Atok.

Bagi Atok, ayam pedes ini adalah khas daerah yang dipimpinnya. Dan bangunan warung yang ada tetap tidak terpengaruh jaman. "Warungnya ya dari dulu hingga sekarang tetap sederhana. Walau pengunjungnya banyak namun tetap tidak akan dipermak menjadi semacam depot atau rumah makan. Sebab biasanya justru jika berubah malah pelanggannya akan lari," kata pria alumni Universitas Jember ini.
(gik/fat)

Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Komentar terkini (0 Komentar) Belum ada komentar yang masuk

Baca juga :

Iklan Mini

Lowongan:DCR Karyawati Dibid.Fashion Dom.Ps.Atum Krm Lmr Ps.Atum ThpI Lt1-1165T H:0315025718
DNA:DNA Genteng Besar18 03170973237newGemini/5800/6300?bks99%e90fs(35)bb8900bsbfs(32/28)n86gX2mg(37)omnia/e71gbsb(25)e51(13)n95/n81/5610/6500c/s/s8300/BB8310/BB8700
Makanan:Angela Salad Buah Istimewa dan Pastel Goreng Istimewa Buktikan T.(031)5996429/77803380
Motor:V-IXION'09 TGN.I ABU2 SPT BARU (19jt) Rungkut Kidul Raya 22 T.081330040500 nego
AC:FRESH COOL Pusatnya Service AC Cleaning3Gratis1(25rb)Freon(75rb)Bgkr+Psg(100) Terjamin+Bergaransi+Puas T.0318720699

Selengkapnya

DETIKSURABAYA.COM
Jl. Jimerto 17 A Surabaya

Redaksi:
Email : redaksi[at]detiksurabaya.com
Telp/ Fax: 031 547 4465

Iklan & Promosi:
Telepon : 031 546 0475 | Faks : 031 547 4465
Email : iklan[at]detiksurabaya.com, event[at]detiksurabaya.com