Suroboyoan
- ۩۞۩ [Un... thedarkcm
- Seminar International Pen... pendidikan
- Slm bwt detikers smua dh ... atiqfitro
- selamat pagi... bukan_janda
- selamat siang... henry9099
- selamat malam............ henry9099
Berita Lain
-
Rabu, 25/11/2009 19:34 WIB
Persik Imbang dengan Persipura -
Rabu, 25/11/2009 17:29 WIB
Dugaan Korupsi Rp 22 Miliar
Eks Dirut PT Iglas Dijebloskan ke Rutan Medaeng -
Rabu, 25/11/2009 17:16 WIB
Embat HP PSK, Arifin Diamankan -
Rabu, 25/11/2009 16:59 WIB
Polisi Amankan 2.500 keping DVD Porno -
Rabu, 25/11/2009 16:46 WIB
Berkas Pelanggar Perda Anti Rokok Ditolak Pengadilan
Indeks Berita
Minggu, 26/04/2009 21:11 WIB
Penyelundupan Heroin di Juanda
Polisi Identifikasi Jaringan Timur Tengah dan Afrika
Zainal Effendi - detikSurabaya

Surabaya -
Kerjasama Polda Jatim dan Mabes Polri menguak jaringan narkotika internasional dalam kasus penyelundupan heroin seberat 2,671 kg yang ditangkap di Bandara Juanda akhirnya menemukan titik terang. Mabes Polri berhasil mengidentifikasi dua jaringan internasional kasus tersebut.
"Tim Mabes Polri sudah mengidentifikasi jika jaringan internasional tersangka pembawa heron ini berasal dari Timur Tengah dan Afrika," kata Kasat II Direktorat Reserse Narkoba Polda Jatim, AKBP Sudirman kepada detiksurabaya.com saat dihubungi, Minggu (26/4/2009).
Sudirman menegaskan, hasil identifikasi ini tidak hanya berdasarkan pengakuan tersangka yang disuruh oleh orang kulit hitam serta barang bukti yang katanya berasal dari Kolombia. Setelah itu heroin diolah di Afganistan kemudian diselundupkan melalui kawasan Segitiga Emas Indochina.
"Tidak hanya berdasarkan pengakuan tersangka, tapi juga dari data-data yang kita kumpulkan," imbuhnya.
Sebelumnya polisi menduga heroin seberat 2,671 kg yang dibawa oleh tersangka Chanraem Suwanson (27) asal Thailand merupakan produksi Kolombia dengan kualitas terbaik. Heroin ini sebelum diselundupkan ke negara kawasan Segitiga Emas Indochina diantaranya Thailand, Myanmar, Vietnam maupun Singapura, namun diolah terlebih dahulu di negara Afganistan.
Chanraem Suwanson berhasil ditangkap petugas Bea dan Cukai Juanda pada Kamis (23/4/2009) malam. Dari tangan tersangka, disita barang bukti 2 kantong heroin seberat 2,671 kg yang disimpan rapi didinding sisi kanan dan kiri tas jinjing atau handback yang dibawanya.
(bdh/bdh)
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Penyelundupan Heroin di Juanda
Polisi Identifikasi Jaringan Timur Tengah dan Afrika
Zainal Effendi - detikSurabaya

Video Terkait
Foto Terkait
"Tim Mabes Polri sudah mengidentifikasi jika jaringan internasional tersangka pembawa heron ini berasal dari Timur Tengah dan Afrika," kata Kasat II Direktorat Reserse Narkoba Polda Jatim, AKBP Sudirman kepada detiksurabaya.com saat dihubungi, Minggu (26/4/2009).
Sudirman menegaskan, hasil identifikasi ini tidak hanya berdasarkan pengakuan tersangka yang disuruh oleh orang kulit hitam serta barang bukti yang katanya berasal dari Kolombia. Setelah itu heroin diolah di Afganistan kemudian diselundupkan melalui kawasan Segitiga Emas Indochina.
"Tidak hanya berdasarkan pengakuan tersangka, tapi juga dari data-data yang kita kumpulkan," imbuhnya.
Sebelumnya polisi menduga heroin seberat 2,671 kg yang dibawa oleh tersangka Chanraem Suwanson (27) asal Thailand merupakan produksi Kolombia dengan kualitas terbaik. Heroin ini sebelum diselundupkan ke negara kawasan Segitiga Emas Indochina diantaranya Thailand, Myanmar, Vietnam maupun Singapura, namun diolah terlebih dahulu di negara Afganistan.
Chanraem Suwanson berhasil ditangkap petugas Bea dan Cukai Juanda pada Kamis (23/4/2009) malam. Dari tangan tersangka, disita barang bukti 2 kantong heroin seberat 2,671 kg yang disimpan rapi didinding sisi kanan dan kiri tas jinjing atau handback yang dibawanya.
(bdh/bdh)
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Baca juga :
- Penyelundup Heroin Asal Thailand Diduga Mengidap AIDS
- Penyelundupan Ekstasi dan Heroin
Ungkap Pelaku, Polda Jatim Gandeng Mabes Polri - Penyelundupan Ekstasi
Gui Qing Lin Dijanjikan Komisi US $ 4.000 - Penyelundupan Ekstasi
Pil Ekstasi Diduga Diproduksi dari Belanda
Iklan Mini
Lowongan:DCR Karyawati Dibid.Fashion Dom.Ps.Atum Krm Lmr Ps.Atum ThpI Lt1-1165T H:0315025718
DNA:DNA Genteng Besar18 03170973237newGemini/5800/6300?bks99%e90fs(35)bb8900bsbfs(32/28)n86gX2mg(37)omnia/e71gbsb(25)e51(13)n95/n81/5610/6500c/s/s8300/BB8310/BB8700
Makanan:Angela Salad Buah Istimewa dan Pastel Goreng Istimewa Buktikan T.(031)5996429/77803380
Motor:V-IXION'09 TGN.I ABU2 SPT BARU (19jt) Rungkut Kidul Raya 22 T.081330040500 nego
AC:FRESH COOL Pusatnya Service AC Cleaning3Gratis1(25rb)Freon(75rb)Bgkr+Psg(100) Terjamin+Bergaransi+Puas T.0318720699
Selengkapnya
DETIKSURABAYA.COM
Jl. Jimerto 17 A Surabaya
Redaksi:
Email : redaksi[at]detiksurabaya.com
Telp/ Fax: 031 547 4465
Iklan & Promosi:
Telepon : 031 546 0475 | Faks : 031 547 4465
Email : iklan[at]detiksurabaya.com, event[at]detiksurabaya.com
Jl. Jimerto 17 A Surabaya
Redaksi:
Email : redaksi[at]detiksurabaya.com
Telp/ Fax: 031 547 4465
Iklan & Promosi:
Telepon : 031 546 0475 | Faks : 031 547 4465
Email : iklan[at]detiksurabaya.com, event[at]detiksurabaya.com




