Suroboyoan
- Detiker berbagi untuk Pen... wongsemprul
- ANDA MENGALAMI EJEKULASI ... kangpendi41
- Free...!!! 10 Tips Langsi... merlion
- [Khusus] Kenalan... henry9099
- selamat pagi... bukan_janda
- selamat siang... henry9099
Berita Lain
-
Selasa, 09/02/2010 18:03 WIB
Sempat Disandera, Bayi Meninggal di RS Dibawa Pulang -
Selasa, 09/02/2010 16:34 WIB
Peneliti Australia Teliti Hiu Tutul di Probolinggo -
Selasa, 09/02/2010 16:22 WIB
Nelayan Madura Tangkap Dua Kapal Pukat Harimau -
Selasa, 09/02/2010 15:47 WIB
Suporter Persik Kediri Tawuran, 1 Orang Kritis -
Selasa, 09/02/2010 15:23 WIB
Wartawan di Banyuwangi Jadi Korban Perampokan
Indeks Berita
Selasa, 10/02/2009 11:33 WIB
Dukun Cilik Sakti Ponari Dieksploitasi
Irwan Nugroho - detikSurabaya

Jakarta -
Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA) melihat adanya eksploitasi terhadap anak dalam fenomena Ponari, dukun cilik sakti di Jombang, Jawa Timur (Jatim). Lembaga itu meminta semua pihak lebih mementingkan hak-hak Ponari dibanding mukjizat yang dipunyainya.
"Ini terjadi eksploitasi dan perampasan hak anak. Dia sudah melakukan penyembuhan di luar batas kepribadian anak. Ponari melakukan aktivitasnya lebih 3 jam, sekolahnya tertinggal, harus didatangkan guru, dan sebagainya," kata Sekjen Komnas PA, Arist Merdeka Sirait, dalam perbincangan dengan detikcom, Selasa (10/2/2009).
Memang, kata Arist, pengobatan itu tidak dipungut tarif. Akan tetapi, pasien yang "berobat" memberikan sesuatu, utamanya dalam bentuk uang. Dari uang yang terkumpul tersebut, Arist mendengar ada yang akan digunakan untuk membangun jalan di lingkungan Dusun Kedungsari, Desa Balongsari, Megaluh, Jombang.
Lebih memperihatinkan lagi, lanjut Arist, Ponari tetap mengobati puluhan ribu pasiennya dalam kondisi sakit pada Senin kemarin. Anak tersebut bukannya disuruh beristirahat, akan tetapi digendong-gendong untuk melayani pasien.
Untuk itu, demi Ponari, Arist meminta pihak-pihak terkait mulai keluarga, Pamong Desa Balongsari, Pemda Jombang, dan Kepolisian setempat untuk berembug kembali. Jika tidak dapat dihentikan sementara, para pasien yang hendak berobat dapat saja disiasati.
"Kalau itu mukjizat sebenarnya biarlah mengalir, manusia kan juga tidak bisa menolak pemberian Tuhan. Cuma harus disiasati. Misalnya memakai foto. Kan fotonya bisa dilihat. Terus edarkan air di tanki kepada yang antre dan celumpakan batunya. Karena yang berkhasiat kan katanya air, bukan batunya," kata Arist.
Menurut Arist, Komnas PA kini menurunkan tim ke Jombang untuk melihat secara langsung. Hasil penelitian dari Komnas akan menjadi rekomendasai bagi pihak-pihak terkait tersebut untuk mengambil keputusan yang bijaksana. (irw/fat)
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Dukun Cilik Sakti Ponari Dieksploitasi
Irwan Nugroho - detikSurabaya

Video Terkait
"Ini terjadi eksploitasi dan perampasan hak anak. Dia sudah melakukan penyembuhan di luar batas kepribadian anak. Ponari melakukan aktivitasnya lebih 3 jam, sekolahnya tertinggal, harus didatangkan guru, dan sebagainya," kata Sekjen Komnas PA, Arist Merdeka Sirait, dalam perbincangan dengan detikcom, Selasa (10/2/2009).
Memang, kata Arist, pengobatan itu tidak dipungut tarif. Akan tetapi, pasien yang "berobat" memberikan sesuatu, utamanya dalam bentuk uang. Dari uang yang terkumpul tersebut, Arist mendengar ada yang akan digunakan untuk membangun jalan di lingkungan Dusun Kedungsari, Desa Balongsari, Megaluh, Jombang.
Lebih memperihatinkan lagi, lanjut Arist, Ponari tetap mengobati puluhan ribu pasiennya dalam kondisi sakit pada Senin kemarin. Anak tersebut bukannya disuruh beristirahat, akan tetapi digendong-gendong untuk melayani pasien.
Untuk itu, demi Ponari, Arist meminta pihak-pihak terkait mulai keluarga, Pamong Desa Balongsari, Pemda Jombang, dan Kepolisian setempat untuk berembug kembali. Jika tidak dapat dihentikan sementara, para pasien yang hendak berobat dapat saja disiasati.
"Kalau itu mukjizat sebenarnya biarlah mengalir, manusia kan juga tidak bisa menolak pemberian Tuhan. Cuma harus disiasati. Misalnya memakai foto. Kan fotonya bisa dilihat. Terus edarkan air di tanki kepada yang antre dan celumpakan batunya. Karena yang berkhasiat kan katanya air, bukan batunya," kata Arist.
Menurut Arist, Komnas PA kini menurunkan tim ke Jombang untuk melihat secara langsung. Hasil penelitian dari Komnas akan menjadi rekomendasai bagi pihak-pihak terkait tersebut untuk mengambil keputusan yang bijaksana. (irw/fat)
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Baca juga :
- Dukun Cilik Sakti Ponari Dieksploitasi
- Pengamat Sosial: Fenomena Dukun Cilik Sakti Akan Hilang Sendiri
- Dukun Cilik Sakti
Ribuan Orang Bertahan karena Pegang Kupon Antrean - Ribuan Pasien Dukun Cilik Sakti Dihadang Polisi
DETIKSURABAYA.COM
Jl. Jimerto 17 A Surabaya
Redaksi:
Email : redaksi[at]detiksurabaya.com
Telp/ Fax: 031 547 4465
Iklan & Promosi:
Telepon : 031 546 0475 | Faks : 031 547 4465
Email : iklan[at]detiksurabaya.com, event[at]detiksurabaya.com
Jl. Jimerto 17 A Surabaya
Redaksi:
Email : redaksi[at]detiksurabaya.com
Telp/ Fax: 031 547 4465
Iklan & Promosi:
Telepon : 031 546 0475 | Faks : 031 547 4465
Email : iklan[at]detiksurabaya.com, event[at]detiksurabaya.com


