Suroboyoan
- Seminar : CERDAS MENEMBUS... heavenhunter
- [undangan] resepsi pernik... sepung
- Spoiler Sudah bisa !... polenk_sakti
- selamat pagi... bukan_janda
- selamat siang... henry9099
- selamat malam............ henry9099
Berita Lain
-
Minggu, 08/11/2009 10:47 WIB
HUT ke-64 Marinir
3 Ribu Prajurit Bersih-bersih Kali Surabaya -
Minggu, 08/11/2009 09:13 WIB
Junk Food Picu Diabetes Anak-anak -
Minggu, 08/11/2009 02:43 WIB
Perluasan Vihara Eka Dharma Loka Telan Rp 5 Miliar -
Sabtu, 07/11/2009 18:59 WIB
Sambut Hari Pahlawan
Gus Ipul, Arif Afandi, dan Putra Bung Tomo Main Perang-perangan
-
Sabtu, 07/11/2009 15:55 WIB
Mahir Menari Membuat Tugu Berkeliling Dunia
Indeks Berita
Senin, 12/01/2009 17:50 WIB
Petualangan Rochmad Berakhir di Penjara
Imam Wahyudiyanta - detikSurabaya
Surabaya -
Pencuri satu ini terbilang cukup sabar. Meski terjemur matahari dan terperangkap pengapnya atap plafon selama berjam-jam, Rohmad (29) warga Dukuh Kupang Timur tetap tabah menjalaninya.
Sayang, ketabahan Rohmad tidak membuahkan hasil. Rohmad tertangkap setelah 4 jam kucing-kucingan dengan polisi di atap saat ditangkap.
"Kami harus bekerja keras menangkap tersangka," ujar Kapolsek Sukomanunggal, AKP Nurhadi kepada wartawan di mapolsek, Jalan Sukomanunggal Jaya, Senin (12/1/2009).
Nurhadi menceritakan bahwa sejak pukul 10.00 WIB, Rohmad sudah bertengger di genteng rumah milik Tejo di Jalan Kupang Jaya VII. Rohmad naik ke genteng dengan memanjat bangunan rumah di samping rumah Tejo yang sedang direnovasi.
Selama 9 jam lamanya Rohmad terpanggang matahari sebelum akhirnya pukul 19.00 WIB, pria berperawakan kecil itu masuk ke plafon rumah. Di dalam plafon, Rohmad harus menunggu 4 jam lagi sebelum masuk ke dalam rumah.
"Lucunya, di atas genteng dan di dalam plafon, tersangka masih sempat-sempatnya tidur," tambah Nurhadi sambil terkekeh.
Untuk masuk ke dalam rumah, Rohmad menjebol plafon kamar mandi. Sambil
'bersenjatakan' besi yang biasa digunakan untuk menaruh handuk, Rohmad masuk ke dalam rumah untuk mencari barang berharga. Rupanya tanpa diketahui Rohmad, suara gaduh yang ditimbulkan saat menjebol plafon terdengar oleh anak Tejo yang segera bangun untuk mencari sumber suara itu.
Mereka pun 'bertemu' di ruang tamu. Lucunya lagi, Rohmad langsung lari ketakutan begitu mereka bertemu. Padahal bapak satu anak itu sempat mengancam anak Tejo untuk menunjukkan tempat barang berharga disimpan. Rohmad pun lari lagi ke atas plafon untuk bersembunyi.
Anak Tejo pun tak tinggal diam. Dia segera mengontak keamanan perumahan yang segera diteruskan dengan laporan ke polisi. Ternyata yang datang tidak hanya polisi, warga perumahan pun berbondong-bondong datang untuk ikut mencari maling tersebut. Sambil dibantu warga, 20 angggota polisi dikerahkan untuk mencari Rohmad, termasuk naik ke atap rumah.
Ternyata Rohmad cukup cerdik. Sambil keluar dari plafon, dia berpura-pura berlagak sebagai warga perumahan yang ikut mencari sang maling di atap. Dan dengan diam-diam, Rohmad turun untuk melarikan diri.
Namun salah seorang polisi langsung mencengkeram tangannya. Polisi itu tahu jika Rohmad adalah sang maling yang sedang dicari. Simpel saja, polisi itu tahu karena baju dan celana Rohmad sangat kotor karena lama berada di dalam plafon. Petualangan Rohmad pun berakhir saat dirinya dengan pasrah digelandang ke kantor polisi. (iwd/fat)
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Petualangan Rochmad Berakhir di Penjara
Imam Wahyudiyanta - detikSurabaya
Sayang, ketabahan Rohmad tidak membuahkan hasil. Rohmad tertangkap setelah 4 jam kucing-kucingan dengan polisi di atap saat ditangkap.
"Kami harus bekerja keras menangkap tersangka," ujar Kapolsek Sukomanunggal, AKP Nurhadi kepada wartawan di mapolsek, Jalan Sukomanunggal Jaya, Senin (12/1/2009).
Nurhadi menceritakan bahwa sejak pukul 10.00 WIB, Rohmad sudah bertengger di genteng rumah milik Tejo di Jalan Kupang Jaya VII. Rohmad naik ke genteng dengan memanjat bangunan rumah di samping rumah Tejo yang sedang direnovasi.
Selama 9 jam lamanya Rohmad terpanggang matahari sebelum akhirnya pukul 19.00 WIB, pria berperawakan kecil itu masuk ke plafon rumah. Di dalam plafon, Rohmad harus menunggu 4 jam lagi sebelum masuk ke dalam rumah.
"Lucunya, di atas genteng dan di dalam plafon, tersangka masih sempat-sempatnya tidur," tambah Nurhadi sambil terkekeh.
Untuk masuk ke dalam rumah, Rohmad menjebol plafon kamar mandi. Sambil
'bersenjatakan' besi yang biasa digunakan untuk menaruh handuk, Rohmad masuk ke dalam rumah untuk mencari barang berharga. Rupanya tanpa diketahui Rohmad, suara gaduh yang ditimbulkan saat menjebol plafon terdengar oleh anak Tejo yang segera bangun untuk mencari sumber suara itu.
Mereka pun 'bertemu' di ruang tamu. Lucunya lagi, Rohmad langsung lari ketakutan begitu mereka bertemu. Padahal bapak satu anak itu sempat mengancam anak Tejo untuk menunjukkan tempat barang berharga disimpan. Rohmad pun lari lagi ke atas plafon untuk bersembunyi.
Anak Tejo pun tak tinggal diam. Dia segera mengontak keamanan perumahan yang segera diteruskan dengan laporan ke polisi. Ternyata yang datang tidak hanya polisi, warga perumahan pun berbondong-bondong datang untuk ikut mencari maling tersebut. Sambil dibantu warga, 20 angggota polisi dikerahkan untuk mencari Rohmad, termasuk naik ke atap rumah.
Ternyata Rohmad cukup cerdik. Sambil keluar dari plafon, dia berpura-pura berlagak sebagai warga perumahan yang ikut mencari sang maling di atap. Dan dengan diam-diam, Rohmad turun untuk melarikan diri.
Namun salah seorang polisi langsung mencengkeram tangannya. Polisi itu tahu jika Rohmad adalah sang maling yang sedang dicari. Simpel saja, polisi itu tahu karena baju dan celana Rohmad sangat kotor karena lama berada di dalam plafon. Petualangan Rohmad pun berakhir saat dirinya dengan pasrah digelandang ke kantor polisi. (iwd/fat)
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Komentar terkini (0 Komentar)
Belum ada komentar yang masuk
Baca juga :
- Pengaruh Miras, Sindung Aniaya Ibu Kost
- Tilep Uang Arisan, Tjoha Dipolisikan
- Demi Kuat Kayuh Becak, Mahmad Nekat Nyabu
- Diduga Sakit, Tuna Wisma Ditemukan Tewas di Pinggir Jalan
Iklan Mini
Catering:Eco Catering sedia paket utk karyawan dan Ibu rumah tangga di SDA dan SBY dgn hrg standar.Menu terdiri dari masakan khas jawa yang dijamin keunggulan rasanya.Info dilihat di http://www.ecocatering.blogdetik.com
Catering:Kami Eco Catering menyediakan paket katering untuk karyawan perkantoran maupun ibu rumah tangga di Sidoarjo dan Surabaya dengan harga standar.Menu yang kami sediakan untuk Anda terdiri dari masakan khas jawa yang dijamin keunggulan rasanya.Informasi dapat dilihat di http://www.ecocatering.blogdetik.com
Birojasa:Privat Balita(1-5th)Pintar Calistung Hub:081553124653/031-70818303
Kursus:Kursus Mobil"Sie Bersaudara"SIM+AJ Bs Malam Avanza Xenia Kijang Panther (031)5618484/5682491
Gudang:Jual Gudang Siap Pakai Fas Lkp Ex.Kosmetik 1000m2 Kendangsari Hub:03191364750
Selengkapnya
DETIKSURABAYA.COM
Jl. Jimerto 17 A Surabaya
Redaksi:
Email : redaksi[at]detiksurabaya.com
Telp/ Fax: 031 547 4465
Iklan & Promosi:
Telepon : 031 546 0475 | Faks : 031 547 4465
Email : iklan[at]detiksurabaya.com, event[at]detiksurabaya.com
Jl. Jimerto 17 A Surabaya
Redaksi:
Email : redaksi[at]detiksurabaya.com
Telp/ Fax: 031 547 4465
Iklan & Promosi:
Telepon : 031 546 0475 | Faks : 031 547 4465
Email : iklan[at]detiksurabaya.com, event[at]detiksurabaya.com


