Forum Surabaya
- Jombang P-GO... prabupatih
- Forum Surabayaan Wong Tuban... methuntung
- Mojokerto... awansk8
- Mojokerto... awansk8
- Forum Surabayaan Wong Tuban... methuntung
- Default FPI Di Banyuwang... erwin_pikko
Berita Lain
-
Sabtu, 04/07/2009 16:02 WIB
Awas! Modus Baru Penipuan Berkedok Menjual Emas -
Sabtu, 04/07/2009 15:27 WIB
Pagar Peternakan Makan Korban, 1 Orang Tewas -
Sabtu, 04/07/2009 13:21 WIB
Chikungunya Diduga Serang Puluhan Warga Magetan -
Sabtu, 04/07/2009 12:21 WIB
BBM Kembali Langka di Jalur Pantura -
Sabtu, 04/07/2009 11:36 WIB
Tuna Netra di Lumajang Terancam Tak Bisa Gunakan Hak Pilih
Indeks Berita
Senin, 12/01/2009 14:43 WIB
Diduga Pelakunya Kiai
Dua Santriwati Korban Pencabulan Lapor Polisi
Samsul Hadi - detikSurabaya
Blitar -
Dua dari 16 santriwati pondok pesantren dan panti asuhan yatim piatu RJ, Desa Gading, Kecamatan Selupuro, Blitar akhirnya melaporkan SH, kiai sekaligus pengasuhnya yang diduga melakukan pencabulan.
Dua santriwati, IS (16), warga Desa Sumberagung, Kecamatan Panggungrejo, Blitar dan AM (16) itu melapor ke Polres Blitar didampingi sejumlah warga sekitar Ponpes RJ, Minggu (11/1/2009) malam sekitar pukul 22.00 WIB.
Dalam laporannya, keduanya menyebut sebagai korban pencabulan pertengahan tahun 2007 dan 2008 lalu. Menyikapi laporan itu, polisi mengaku akan segera melakukan penanganan lebih lanjut.
"Tentunya setiap laporan masyarakat akan kami tindaklanjuti. Terlebih kemarin Bapak Kapolres sudah menyampaikan, kasus ini akan menjadi prioritas penanganan karena menjadi perhatian masyarakat secara luas," kata Kasat Reskrim Polres Blitar, AKP Ary Fadli kepada wartawan di ruang kerjanya, Senin (12/1/2009).
Untuk mengungkap kebenaran, polisi akan melakukan visum. Langkah itu untuk memastikan jika kedua pelapor memang benar menjadi korban atas dugaan pencabulan.
"Hasil visum tentunya juga bisa menjadi alat bukti. Jika nanti memang dari langkah itu keduanya positif menjadi korban, langkah selanjutnya dengan memeriksa sejumlah saksi akan kami lakukan," tegas Ari.
Seperti diberitakan sebelumnya, 16 santriwati di Ponpes RJ diduga menjadi korban pencabulan yang dilakukan SH, kiai yang mengasuh ponsok tersebut. Pencabulan dilaporkan mulai terjadi sejak berdirinya pondok tahun 1997 silam.
Ke-16 korban tidak berani membendung aksi bejat kiainya karena merasa ewuh pakewuh. Selain itu, dalam melakukan pencabulan, SH mengiming-imingi santriwatinya dengan jenjang pendidikan lebih tinggi.(fat/fat)
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Diduga Pelakunya Kiai
Dua Santriwati Korban Pencabulan Lapor Polisi
Samsul Hadi - detikSurabaya
Dua santriwati, IS (16), warga Desa Sumberagung, Kecamatan Panggungrejo, Blitar dan AM (16) itu melapor ke Polres Blitar didampingi sejumlah warga sekitar Ponpes RJ, Minggu (11/1/2009) malam sekitar pukul 22.00 WIB.
Dalam laporannya, keduanya menyebut sebagai korban pencabulan pertengahan tahun 2007 dan 2008 lalu. Menyikapi laporan itu, polisi mengaku akan segera melakukan penanganan lebih lanjut.
"Tentunya setiap laporan masyarakat akan kami tindaklanjuti. Terlebih kemarin Bapak Kapolres sudah menyampaikan, kasus ini akan menjadi prioritas penanganan karena menjadi perhatian masyarakat secara luas," kata Kasat Reskrim Polres Blitar, AKP Ary Fadli kepada wartawan di ruang kerjanya, Senin (12/1/2009).
Untuk mengungkap kebenaran, polisi akan melakukan visum. Langkah itu untuk memastikan jika kedua pelapor memang benar menjadi korban atas dugaan pencabulan.
"Hasil visum tentunya juga bisa menjadi alat bukti. Jika nanti memang dari langkah itu keduanya positif menjadi korban, langkah selanjutnya dengan memeriksa sejumlah saksi akan kami lakukan," tegas Ari.
Seperti diberitakan sebelumnya, 16 santriwati di Ponpes RJ diduga menjadi korban pencabulan yang dilakukan SH, kiai yang mengasuh ponsok tersebut. Pencabulan dilaporkan mulai terjadi sejak berdirinya pondok tahun 1997 silam.
Ke-16 korban tidak berani membendung aksi bejat kiainya karena merasa ewuh pakewuh. Selain itu, dalam melakukan pencabulan, SH mengiming-imingi santriwatinya dengan jenjang pendidikan lebih tinggi.(fat/fat)
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Komentar terkini (0 Komentar)
Belum ada komentar yang masuk
Baca juga :
- Seorang Santri Tewas Dibacok Orang Tak Dikenal
- 16 Santriwati di Ponpes Blitar Diduga Dicabuli Kiai
- Bocah Idiot Jadi Korban Nafsu Setan Dua Pria
- Takut Rahasia Terbongkar
Mahasiswi Keperawatan Rela Disetubuhi Ayah Tiri Sang Pacar
Iklan Mini
Tanah:Dijual Tanah Hook Jl.Sutorejo Prima Selatan XI/Ruko Jl.Sutorejo Prima Utara II/PDD-21 Hub:03177607080/03171968788/08175158888
Penjernih Air:YUPITER AHLI PSG DEPO AIR MINUM ISI ULANG & AMDK Hub:(031)8556855/8552252
Apartement:Disewakan Metropolis Twr C Studio Lt5 Hdp Klm Rng Full Prbt Baru Hub:0818506999
Rumah:DIJUAL CEPAT RUMAH Kupang Krajan 4/84A Sby Hub Telp 0315318669
Kapal:Dijual 2Kapal Speed Boat Uk:2,2x8m+2 Unit Msn Suzuki 70Pk(99% Baru)+1 Unit Msn Yamaha 40pk Bensin H:08885204369/03170905899
Selengkapnya
DETIKSURABAYA.COM
Jl. Jimerto 17 A Surabaya
Redaksi:
Email : redaksi[at]detiksurabaya.com
Telp/ Fax: 031 547 4465
Iklan & Promosi:
Telepon : 031 546 0475 | Faks : 031 547 4465
Email : iklan[at]detiksurabaya.com, event[at]detiksurabaya.com
Jl. Jimerto 17 A Surabaya
Redaksi:
Email : redaksi[at]detiksurabaya.com
Telp/ Fax: 031 547 4465
Iklan & Promosi:
Telepon : 031 546 0475 | Faks : 031 547 4465
Email : iklan[at]detiksurabaya.com, event[at]detiksurabaya.com
