Suroboyoan
- Slm bwt detikers smua dh ... atiqfitro
- Tambah Sepi... cak_roy
- Curhat... cow
- selamat pagi... bukan_janda
- selamat siang... henry9099
- selamat malam............ henry9099
Berita Lain
-
Rabu, 25/11/2009 12:31 WIB
Landasan Pacu Lanud Berlubang
46 Hari Ditutup, Bandara Abdulrachman Saleh Dibuka -
Rabu, 25/11/2009 12:25 WIB
Bisnis Syahwat di Sumenep
PSK 'Menghilang' Saat Razia Digelar -
Rabu, 25/11/2009 12:19 WIB
Dibacok Orang Tak Dikenal, Mulut Mandor Robek 15 Cm -
Rabu, 25/11/2009 11:18 WIB
Karyawan Bakso Kepala Sapi Dibawa Kabur Pria Beristri -
Rabu, 25/11/2009 09:58 WIB
Bisnis Syahwat di Sumenep
Rumah Sempat Dibakar Tapi Tak Membuat Jera
Indeks Berita
Rabu, 07/01/2009 14:33 WIB
Bocah Yatim Piatu Diperkosa Pamannya, Duh..!
Irul Hamdani - detikSurabaya
Surabaya -
Perbuatan Keling (46), warga Dusun Nganjukan Desa Sempu Kecamatan Sempu, Banyuwangi, sungguh biadab. Pria berkulit gelap ini tega memperkosa AN, keponakannya sendiri yang masih berusia 12 tahun. Duh..!
Akibat ulah bejatnya, tersangka dilaporkan keluarga besarnya ke Polsek Sempu. Dari pengakuannya, tersangka mengaku khilaf lantaran lama tidak berhubungan badan karena ditinggal istrinya bekerja ke luar negeri.
Kelakuan bejat tersangka terbongkar setelah Erna, salah satu bibi korban curiga dengan jadwal pulang sekolah korban. Jika sebelumnya selalu siang hari, akhir-akhir ini korban diketahui pulang hingga sore hari. Dari situlah petualangan terlarang tersangka terbongkar.
"Setelah mendapat laporan via telepon dari keluarga korban, tersangka langsung kita jemput. Awalnya tersangka mengelak, tapi setelah melihat hasil visum langsung kita jebloskan ke sel," jelas Kepala Unit Reskrim Polsek Sempu, Aiptu Sajad saat ditemui di kantornya, Rabu (7/1/2009).
Saat dimintai keterangan oleh penyidik, korban mengungkapkan jika pemerkosaan itu dilakukan pertama kali 26 Desember 2008 lalu usai pulang sekolah. Korban diperkosa di area perkebunan yang tak jauh dari tempat korban menuntut ilmu.
Padahal selama ini, tersangka dipercaya keluarganya untuk mengantar jemput korban saat berangkat dan pulang sekolah. Hal itu disebabkan, korban yatim piatu dan hidup bersama neneknya. Terlebih, biaya keperluan sekolah juga ditanggung pelaku.
"Saya disuruh tunggu di kebun pas pulang sekolah, biasanya dijemput Paman di sekolah. Di kebun itu saya ditindih. Katanya saya tidak boleh cerita ke orang lain. Kalau cerita saya akan dibunuh atau tidak disekolahkan lagi," kenang AN, saat menjalani pemeriksaan penyidik.
Sementara pelaku mengaku jika pemerkosaan itu terjadi di hari-hari lainnya, hingga akhirnya terungkap. Kini tersangka hanya bisa menyesali perbuatan biadabnya. Pasalnya, ancaman hukuman pidana 15 tahun penjara sudah menantinya. (fat/fat)
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Bocah Yatim Piatu Diperkosa Pamannya, Duh..!
Irul Hamdani - detikSurabaya
Akibat ulah bejatnya, tersangka dilaporkan keluarga besarnya ke Polsek Sempu. Dari pengakuannya, tersangka mengaku khilaf lantaran lama tidak berhubungan badan karena ditinggal istrinya bekerja ke luar negeri.
Kelakuan bejat tersangka terbongkar setelah Erna, salah satu bibi korban curiga dengan jadwal pulang sekolah korban. Jika sebelumnya selalu siang hari, akhir-akhir ini korban diketahui pulang hingga sore hari. Dari situlah petualangan terlarang tersangka terbongkar.
"Setelah mendapat laporan via telepon dari keluarga korban, tersangka langsung kita jemput. Awalnya tersangka mengelak, tapi setelah melihat hasil visum langsung kita jebloskan ke sel," jelas Kepala Unit Reskrim Polsek Sempu, Aiptu Sajad saat ditemui di kantornya, Rabu (7/1/2009).
Saat dimintai keterangan oleh penyidik, korban mengungkapkan jika pemerkosaan itu dilakukan pertama kali 26 Desember 2008 lalu usai pulang sekolah. Korban diperkosa di area perkebunan yang tak jauh dari tempat korban menuntut ilmu.
Padahal selama ini, tersangka dipercaya keluarganya untuk mengantar jemput korban saat berangkat dan pulang sekolah. Hal itu disebabkan, korban yatim piatu dan hidup bersama neneknya. Terlebih, biaya keperluan sekolah juga ditanggung pelaku.
"Saya disuruh tunggu di kebun pas pulang sekolah, biasanya dijemput Paman di sekolah. Di kebun itu saya ditindih. Katanya saya tidak boleh cerita ke orang lain. Kalau cerita saya akan dibunuh atau tidak disekolahkan lagi," kenang AN, saat menjalani pemeriksaan penyidik.
Sementara pelaku mengaku jika pemerkosaan itu terjadi di hari-hari lainnya, hingga akhirnya terungkap. Kini tersangka hanya bisa menyesali perbuatan biadabnya. Pasalnya, ancaman hukuman pidana 15 tahun penjara sudah menantinya. (fat/fat)
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Komentar terkini (0 Komentar)
Belum ada komentar yang masuk
Baca juga :
- Kegadisan Bunga Selamat Berkat Rasa Rindu Sang Ibu
- Rayakan Tahun Baru, Mahkota Melati Dikoyak Sang Pacar
- Teler Pil Koplo dan Miras, Gadis Ingusan Digilir 3 Sahabat
- Bocah SD Jadi Korban Kebejatan Tukang Becak
Iklan Mini
Lowongan:DCR Karyawati Dibid.Fashion Dom.Ps.Atum Krm Lmr Ps.Atum ThpI Lt1-1165T H:0315025718
DNA:DNA Genteng Besar18 03170973237newGemini/5800/6300?bks99%e90fs(35)bb8900bsbfs(32/28)n86gX2mg(37)omnia/e71gbsb(25)e51(13)n95/n81/5610/6500c/s/s8300/BB8310/BB8700
Makanan:Angela Salad Buah Istimewa dan Pastel Goreng Istimewa Buktikan T.(031)5996429/77803380
Motor:V-IXION'09 TGN.I ABU2 SPT BARU (19jt) Rungkut Kidul Raya 22 T.081330040500 nego
AC:FRESH COOL Pusatnya Service AC Cleaning3Gratis1(25rb)Freon(75rb)Bgkr+Psg(100) Terjamin+Bergaransi+Puas T.0318720699
Selengkapnya
DETIKSURABAYA.COM
Jl. Jimerto 17 A Surabaya
Redaksi:
Email : redaksi[at]detiksurabaya.com
Telp/ Fax: 031 547 4465
Iklan & Promosi:
Telepon : 031 546 0475 | Faks : 031 547 4465
Email : iklan[at]detiksurabaya.com, event[at]detiksurabaya.com
Jl. Jimerto 17 A Surabaya
Redaksi:
Email : redaksi[at]detiksurabaya.com
Telp/ Fax: 031 547 4465
Iklan & Promosi:
Telepon : 031 546 0475 | Faks : 031 547 4465
Email : iklan[at]detiksurabaya.com, event[at]detiksurabaya.com




