Suroboyoan
- Detiker berbagi untuk Pen... wongsemprul
- ANDA MENGALAMI EJEKULASI ... kangpendi41
- Free...!!! 10 Tips Langsi... merlion
- [Khusus] Kenalan... henry9099
- selamat pagi... bukan_janda
- selamat siang... henry9099
Berita Lain
-
Selasa, 09/02/2010 18:03 WIB
Sempat Disandera, Bayi Meninggal di RS Dibawa Pulang -
Selasa, 09/02/2010 16:34 WIB
Peneliti Australia Teliti Hiu Tutul di Probolinggo -
Selasa, 09/02/2010 16:22 WIB
Nelayan Madura Tangkap Dua Kapal Pukat Harimau -
Selasa, 09/02/2010 15:47 WIB
Suporter Persik Kediri Tawuran, 1 Orang Kritis -
Selasa, 09/02/2010 15:23 WIB
Wartawan di Banyuwangi Jadi Korban Perampokan
Indeks Berita
Jumat, 02/01/2009 18:07 WIB
Warga Mojokerto Dipukuli Polisi Hingga Koma
Tamam Mubarrok - detikSurabaya

Zainul Arifin Terbaring Lemah/Tamam Mubarrok
Mojokerto -
Perayaan malam Tahun Baru 2009 menjadi petaka bagi Zainul Arifin (25), warga jalan Panderman 15/34, Kelurahan Wates, Kecamatan Magersari, Kota Mojokerto. Dia sempat koma setelah dipukuli anggota Polresta Mojokerto, Rabu (31/12/2008) malam lalu.
Setelah dibawa pulang usai dirawat di RSUD Wahidin Sudirohusodo, keluarga korban menuntut agar polisi bertanggungjawab terhadap kejadian itu. "Kami tidak terima jika adik seperti itu," kata Roni (36), kakak korban kepada detiksurabaya.com di rumah korban, Jumat (2/1/2008).
Dari data yang dihimpun, Zainul dipukuli polisi kala merayakan malam tahun baru bersama 4 temannya berkonvoi sepeda motor keliling kota. Seperti biasa, saat malam tahun baru, konvoi kendaraan selalu pelan, namun suara motor memekakkan telinga.
Saat naik motor sambil berdiri di bagian depan, Zainul tiba-tiba dihentikan dan dipukuli oleh seorang polisi di bagian mata dan wajah. Seketika itu pula, Zainul terjatuh dari motor. Saat dibangunkan oleh polisi dengan kasar, Zainul kembali dipukuli.
"Saya tanya kenapa saya dipukuli. Ternyata malah saya dipukuli lagi," kata Zainul dengan suara terbata-bata di kamar sederhana berukuran 3x4 meter.
Sesampai di rumah, Zainul lalu dibawa keluarganya ke RSUD Wahidin Sudirohusodo, Kota Mojokerto. Meski saat ini sudah mulai membaik, namun penglihatan Zainul kabur, dan tangan sebelah kanan, patah karena terjatuh dari motor usai dipukul polisi.
"Kami ingin polisi bertanggungjawab dengan biaya pengobatan hingga benar-benar pulih. Sedang pelaku pemukulan, ditindak. Katanya polisi itu pengayom, tapi kok malah seperti preman jalanan," kritik Roni dengan suara agak meninggi.
Kabag Bina Mitra Polresta Mojokerto AKP Sugeng HP menyatakan pihak P3D Polresta Mojokerto, akan memroses dan memanggil polisi yang bertugas saat itu. Namun Sugeng menolak memberi identitas polisi tersebut. (bdh/bdh)
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Warga Mojokerto Dipukuli Polisi Hingga Koma
Tamam Mubarrok - detikSurabaya

Zainul Arifin Terbaring Lemah/Tamam Mubarrok
Setelah dibawa pulang usai dirawat di RSUD Wahidin Sudirohusodo, keluarga korban menuntut agar polisi bertanggungjawab terhadap kejadian itu. "Kami tidak terima jika adik seperti itu," kata Roni (36), kakak korban kepada detiksurabaya.com di rumah korban, Jumat (2/1/2008).
Dari data yang dihimpun, Zainul dipukuli polisi kala merayakan malam tahun baru bersama 4 temannya berkonvoi sepeda motor keliling kota. Seperti biasa, saat malam tahun baru, konvoi kendaraan selalu pelan, namun suara motor memekakkan telinga.
Saat naik motor sambil berdiri di bagian depan, Zainul tiba-tiba dihentikan dan dipukuli oleh seorang polisi di bagian mata dan wajah. Seketika itu pula, Zainul terjatuh dari motor. Saat dibangunkan oleh polisi dengan kasar, Zainul kembali dipukuli.
"Saya tanya kenapa saya dipukuli. Ternyata malah saya dipukuli lagi," kata Zainul dengan suara terbata-bata di kamar sederhana berukuran 3x4 meter.
Sesampai di rumah, Zainul lalu dibawa keluarganya ke RSUD Wahidin Sudirohusodo, Kota Mojokerto. Meski saat ini sudah mulai membaik, namun penglihatan Zainul kabur, dan tangan sebelah kanan, patah karena terjatuh dari motor usai dipukul polisi.
"Kami ingin polisi bertanggungjawab dengan biaya pengobatan hingga benar-benar pulih. Sedang pelaku pemukulan, ditindak. Katanya polisi itu pengayom, tapi kok malah seperti preman jalanan," kritik Roni dengan suara agak meninggi.
Kabag Bina Mitra Polresta Mojokerto AKP Sugeng HP menyatakan pihak P3D Polresta Mojokerto, akan memroses dan memanggil polisi yang bertugas saat itu. Namun Sugeng menolak memberi identitas polisi tersebut. (bdh/bdh)
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Baca juga :
- Libur Panjang Usai, PT KA Siapkan Gerbong Tambahan
- Puncak Liburan, Antrean Kendaraan di Telaga Sarangan Hingga 5 Km
- Gunung Kelud Jadi Objek Wisata Tahun Baru
- Libur Natal dan Tahun Baru
Penumpang KA di Madiun Meningkat 25 Persen
DETIKSURABAYA.COM
Jl. Jimerto 17 A Surabaya
Redaksi:
Email : redaksi[at]detiksurabaya.com
Telp/ Fax: 031 547 4465
Iklan & Promosi:
Telepon : 031 546 0475 | Faks : 031 547 4465
Email : iklan[at]detiksurabaya.com, event[at]detiksurabaya.com
Jl. Jimerto 17 A Surabaya
Redaksi:
Email : redaksi[at]detiksurabaya.com
Telp/ Fax: 031 547 4465
Iklan & Promosi:
Telepon : 031 546 0475 | Faks : 031 547 4465
Email : iklan[at]detiksurabaya.com, event[at]detiksurabaya.com


