Suroboyoan
- Tambah Sepi... cak_roy
- Curhat... cow
- salam kenal cak..:D... angelicavoc
- selamat pagi... bukan_janda
- selamat siang... henry9099
- selamat malam............ henry9099
Berita Lain
-
Senin, 23/11/2009 11:37 WIB
Praktek Aborsi Berhasil Ditekan Dinkes Sumenep -
Senin, 23/11/2009 10:23 WIB
Praktek Aborsi di Madura Dipatok Hingga Rp 25 Ribu -
Senin, 23/11/2009 10:01 WIB
Longsor di Tulungagung
Takut Jadi Korban Susulan, Puluhan Warga Pilih Mengungsi -
Senin, 23/11/2009 09:22 WIB
Marak Praktek Aborsi di Desa-desa Madura -
Minggu, 22/11/2009 19:06 WIB
Ortu Kerap Dihina, Bocah Ingusan Bacok Teman
Indeks Berita
Jumat, 02/01/2009 18:07 WIB
Warga Mojokerto Dipukuli Polisi Hingga Koma
Tamam Mubarrok - detikSurabaya

Zainul Arifin Terbaring Lemah/Tamam Mubarrok
Mojokerto -
Perayaan malam Tahun Baru 2009 menjadi petaka bagi Zainul Arifin (25), warga jalan Panderman 15/34, Kelurahan Wates, Kecamatan Magersari, Kota Mojokerto. Dia sempat koma setelah dipukuli anggota Polresta Mojokerto, Rabu (31/12/2008) malam lalu.
Setelah dibawa pulang usai dirawat di RSUD Wahidin Sudirohusodo, keluarga korban menuntut agar polisi bertanggungjawab terhadap kejadian itu. "Kami tidak terima jika adik seperti itu," kata Roni (36), kakak korban kepada detiksurabaya.com di rumah korban, Jumat (2/1/2008).
Dari data yang dihimpun, Zainul dipukuli polisi kala merayakan malam tahun baru bersama 4 temannya berkonvoi sepeda motor keliling kota. Seperti biasa, saat malam tahun baru, konvoi kendaraan selalu pelan, namun suara motor memekakkan telinga.
Saat naik motor sambil berdiri di bagian depan, Zainul tiba-tiba dihentikan dan dipukuli oleh seorang polisi di bagian mata dan wajah. Seketika itu pula, Zainul terjatuh dari motor. Saat dibangunkan oleh polisi dengan kasar, Zainul kembali dipukuli.
"Saya tanya kenapa saya dipukuli. Ternyata malah saya dipukuli lagi," kata Zainul dengan suara terbata-bata di kamar sederhana berukuran 3x4 meter.
Sesampai di rumah, Zainul lalu dibawa keluarganya ke RSUD Wahidin Sudirohusodo, Kota Mojokerto. Meski saat ini sudah mulai membaik, namun penglihatan Zainul kabur, dan tangan sebelah kanan, patah karena terjatuh dari motor usai dipukul polisi.
"Kami ingin polisi bertanggungjawab dengan biaya pengobatan hingga benar-benar pulih. Sedang pelaku pemukulan, ditindak. Katanya polisi itu pengayom, tapi kok malah seperti preman jalanan," kritik Roni dengan suara agak meninggi.
Kabag Bina Mitra Polresta Mojokerto AKP Sugeng HP menyatakan pihak P3D Polresta Mojokerto, akan memroses dan memanggil polisi yang bertugas saat itu. Namun Sugeng menolak memberi identitas polisi tersebut. (bdh/bdh)
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Warga Mojokerto Dipukuli Polisi Hingga Koma
Tamam Mubarrok - detikSurabaya

Zainul Arifin Terbaring Lemah/Tamam Mubarrok
Setelah dibawa pulang usai dirawat di RSUD Wahidin Sudirohusodo, keluarga korban menuntut agar polisi bertanggungjawab terhadap kejadian itu. "Kami tidak terima jika adik seperti itu," kata Roni (36), kakak korban kepada detiksurabaya.com di rumah korban, Jumat (2/1/2008).
Dari data yang dihimpun, Zainul dipukuli polisi kala merayakan malam tahun baru bersama 4 temannya berkonvoi sepeda motor keliling kota. Seperti biasa, saat malam tahun baru, konvoi kendaraan selalu pelan, namun suara motor memekakkan telinga.
Saat naik motor sambil berdiri di bagian depan, Zainul tiba-tiba dihentikan dan dipukuli oleh seorang polisi di bagian mata dan wajah. Seketika itu pula, Zainul terjatuh dari motor. Saat dibangunkan oleh polisi dengan kasar, Zainul kembali dipukuli.
"Saya tanya kenapa saya dipukuli. Ternyata malah saya dipukuli lagi," kata Zainul dengan suara terbata-bata di kamar sederhana berukuran 3x4 meter.
Sesampai di rumah, Zainul lalu dibawa keluarganya ke RSUD Wahidin Sudirohusodo, Kota Mojokerto. Meski saat ini sudah mulai membaik, namun penglihatan Zainul kabur, dan tangan sebelah kanan, patah karena terjatuh dari motor usai dipukul polisi.
"Kami ingin polisi bertanggungjawab dengan biaya pengobatan hingga benar-benar pulih. Sedang pelaku pemukulan, ditindak. Katanya polisi itu pengayom, tapi kok malah seperti preman jalanan," kritik Roni dengan suara agak meninggi.
Kabag Bina Mitra Polresta Mojokerto AKP Sugeng HP menyatakan pihak P3D Polresta Mojokerto, akan memroses dan memanggil polisi yang bertugas saat itu. Namun Sugeng menolak memberi identitas polisi tersebut. (bdh/bdh)
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Baca juga :
- Libur Panjang Usai, PT KA Siapkan Gerbong Tambahan
- Puncak Liburan, Antrean Kendaraan di Telaga Sarangan Hingga 5 Km
- Gunung Kelud Jadi Objek Wisata Tahun Baru
- Libur Natal dan Tahun Baru
Penumpang KA di Madiun Meningkat 25 Persen
Iklan Mini
Pakaian Sholat:JUAL MUKENA/RUKUH(PAKAIAN SHOLAT PEREMPUAN)DENGAN MOTIF YANG TERBARU BAHAN YANG BERKUALITAS TINGGI,NYAMAN DIPAKAI,SANGAT COCOK UNTUK OLEH-OLEH HAJI,HARGA GROSIR.HUBUNGI KAMI DI:ABU BAKAR,FLEXI :03170384866,HP:085850224030,E-MAIL:abubakarinat@yahoo.com
Rumah:Dikontrakkan rumah Jl.ikan mungsing 8 no 67 cocok utk rmh atau kantor fasilitas telp,listrik,kmr 3 km 2 prabot opsional hub 081230171899
Lowongan:Dicari Admin Pria/Wnt Min.20Th D1 Manajemen Pglmn 1Th Jl.Ngagel Rejo Utara 30
Lowongan:CR Supervisor+Sales Udah Perna Bkrj Keras Suka Tantangan,Ulet,Tanggung Jawab Lmr Lsg Ke Pergudangan Margomulyo Permai G-03
AC:FRESH COOL:Pusatnya Service AC Cleaning3Gratis1(25rb)Freon(75rb)Bgkr+Psg(100) Terjamin+Bergaransi+Puas T.0318720699
Selengkapnya
DETIKSURABAYA.COM
Jl. Jimerto 17 A Surabaya
Redaksi:
Email : redaksi[at]detiksurabaya.com
Telp/ Fax: 031 547 4465
Iklan & Promosi:
Telepon : 031 546 0475 | Faks : 031 547 4465
Email : iklan[at]detiksurabaya.com, event[at]detiksurabaya.com
Jl. Jimerto 17 A Surabaya
Redaksi:
Email : redaksi[at]detiksurabaya.com
Telp/ Fax: 031 547 4465
Iklan & Promosi:
Telepon : 031 546 0475 | Faks : 031 547 4465
Email : iklan[at]detiksurabaya.com, event[at]detiksurabaya.com



