Berita Lain
-
Jumat, 02/10/2009 16:31 WIB
Siswa Al Muslim Membatik di Kain Sepanjang 5 Meter -
Sabtu, 26/09/2009 18:25 WIB
Reuni, Alumni SMA Negeri 6 Serahkan Peralatan Musik -
Senin, 14/09/2009 09:17 WIB
Perkemahan Ramadan Ala SDIT Nurul Fikri -
Selasa, 08/09/2009 14:14 WIB
Siswa TKIT Nurul Fikri Membuat Kartu Lebaran -
Senin, 07/09/2009 12:40 WIB
Sambut Lebaran, Siswa TK Al Amin Membuat Kue Cokelat
Indeks Berita
Selasa, 30/12/2008 18:57 WIB
Kembangkan Teleconference Agar Santri Tidak Gaptek
Pengirim: Nur Hidayat - detikSurabaya

Foto Kiriman: Nur Hidayat
Jombang -
Jauh dari pusat kota atau keramaian tidak harus membuat santri gagap teknologi alias gaptek. Itulah yang sedang dibuktikan oleh Pondok Putri Salafiyah Syafi'iyah Khoiriyah Hasyim, Seblak, Jombang.
Sejak akhir November lalu, pesantren ini telah mengembangkan seminar atau konferensi jarak jauh (teleconference) dalam pembelajaran santrinya.
Dalam konferensi tersebut, santri dipertemukan dengan narasumber dari beragam profesi dan latar belakang keilmuan. "Narasumbernya adalah dosen dan profesional dari berbagai negara," ujar Luqman Hakim, salah satu pengasuh.
Menurut pria yang menjabat Ketua Pengadilan Agama Jombang ini, kegiatan teleconference di Seblak terwujud atas bantuan Gerakan 1.000 Guru. Gerakan yang digagas kalangan profesional dan intelektual Indonesia di luar negeri ini bertujuan membantu percepatan penyetaraan level pendidikan Indonesia dalam skala global.
Di luar itu, Pondok Seblak berencana memanfaatkan teleconference untuk memfasilitasi komunikasi antara santri, wali santri dan alumni. Tahun depan, wali santri diharapkan dapat 'bertatap muka' dengan anaknya yang tinggal di pesantren melalui Smart Room, laboratorium teknologi informasi dan komunikasi Pondok Seblak.
Pemanfaatan teknologi ini diharapkan menjadi alternatif komunikasi antara santri dan wali santri. Langkah ini diambil menyusul kebijakan larangan membawa telepon seluler bagi santri yang diberlakukan sejak setahun lalu. "Telepon seluler cenderung berdampak negatif bagi konsentrasi belajar santri," tutur Nyai Hj Mahsunah Faruq, pengasuh lainnya.
Belajar dari Jepang
Untuk merayakan Tahun Baru Hijriah, pesantren putri yang dirintis oleh Nyai Hj Khoiriyah Hasyim (putri sulung Hadratus Syaikh KH Hasyim Asy'ari) pada 1921 ini menggelar teleconference dengan topik "The Japanese Ethics: Etos Masyarakat Jepang dalam Mencapai Kemajuan", Selasa (30/12/2008).
"Ini adalah konferensi ketiga sejak dicanangkan akhir November lalu," ungkap Luqman. Untuk menyemarakkan suasana, konferensi kali ini juga mengundang perwakilan madrasah dan pesantren di sekitar Pondok Seblak.
Direktur PT Osimo Indonesia Hasanuddin Abdurakhman, yang menjadi pembicara dalam teleconference ketiga tersebut mengungkapkan kunci kesuksesan dan kemajuan masyarakat Jepang. "Kuncinya ada pada konsep kekerabatan yang disebut uchi," ujar pria yang meraih gelar doktor dari Tohoku University Jepang ini.
Konsep inilah yang membuat masyarakat Jepang memiliki solidaritas kelompok yang tinggi. Konsekuensinya, kehormatan dan harga diri kelompok senantiasa dijunjung tinggi oleh masyarakat Jepang.
Kuatnya pengaruh budaya uchi membuat setiap kelompok di Jepang berjuang untuk menjadi atau menghasilkan yang terbaik. "Sebab, itulah salah satu cara terbaik menjaga kehormatan dan harga diri kelompok," ungkapnya.
Dampak positifnya, masyarakat Jepang selalu terdorong untuk mengerjakan sesuatu dengan penuh kesungguhan agar tidak kalah dengan kelompok atau bangsa lain. "Semangat itu pula yang memicu timbulnya rasa tanggung jawab dan disiplin yang tinggi," pungkas Hasan. (hidayat@seblak.net) (gik/bdh)
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Kembangkan Teleconference Agar Santri Tidak Gaptek
Pengirim: Nur Hidayat - detikSurabaya

Foto Kiriman: Nur Hidayat
Sejak akhir November lalu, pesantren ini telah mengembangkan seminar atau konferensi jarak jauh (teleconference) dalam pembelajaran santrinya.
Dalam konferensi tersebut, santri dipertemukan dengan narasumber dari beragam profesi dan latar belakang keilmuan. "Narasumbernya adalah dosen dan profesional dari berbagai negara," ujar Luqman Hakim, salah satu pengasuh.
Menurut pria yang menjabat Ketua Pengadilan Agama Jombang ini, kegiatan teleconference di Seblak terwujud atas bantuan Gerakan 1.000 Guru. Gerakan yang digagas kalangan profesional dan intelektual Indonesia di luar negeri ini bertujuan membantu percepatan penyetaraan level pendidikan Indonesia dalam skala global.
Di luar itu, Pondok Seblak berencana memanfaatkan teleconference untuk memfasilitasi komunikasi antara santri, wali santri dan alumni. Tahun depan, wali santri diharapkan dapat 'bertatap muka' dengan anaknya yang tinggal di pesantren melalui Smart Room, laboratorium teknologi informasi dan komunikasi Pondok Seblak.
Pemanfaatan teknologi ini diharapkan menjadi alternatif komunikasi antara santri dan wali santri. Langkah ini diambil menyusul kebijakan larangan membawa telepon seluler bagi santri yang diberlakukan sejak setahun lalu. "Telepon seluler cenderung berdampak negatif bagi konsentrasi belajar santri," tutur Nyai Hj Mahsunah Faruq, pengasuh lainnya.
Belajar dari Jepang
Untuk merayakan Tahun Baru Hijriah, pesantren putri yang dirintis oleh Nyai Hj Khoiriyah Hasyim (putri sulung Hadratus Syaikh KH Hasyim Asy'ari) pada 1921 ini menggelar teleconference dengan topik "The Japanese Ethics: Etos Masyarakat Jepang dalam Mencapai Kemajuan", Selasa (30/12/2008).
"Ini adalah konferensi ketiga sejak dicanangkan akhir November lalu," ungkap Luqman. Untuk menyemarakkan suasana, konferensi kali ini juga mengundang perwakilan madrasah dan pesantren di sekitar Pondok Seblak.
Direktur PT Osimo Indonesia Hasanuddin Abdurakhman, yang menjadi pembicara dalam teleconference ketiga tersebut mengungkapkan kunci kesuksesan dan kemajuan masyarakat Jepang. "Kuncinya ada pada konsep kekerabatan yang disebut uchi," ujar pria yang meraih gelar doktor dari Tohoku University Jepang ini.
Konsep inilah yang membuat masyarakat Jepang memiliki solidaritas kelompok yang tinggi. Konsekuensinya, kehormatan dan harga diri kelompok senantiasa dijunjung tinggi oleh masyarakat Jepang.
Kuatnya pengaruh budaya uchi membuat setiap kelompok di Jepang berjuang untuk menjadi atau menghasilkan yang terbaik. "Sebab, itulah salah satu cara terbaik menjaga kehormatan dan harga diri kelompok," ungkapnya.
Dampak positifnya, masyarakat Jepang selalu terdorong untuk mengerjakan sesuatu dengan penuh kesungguhan agar tidak kalah dengan kelompok atau bangsa lain. "Semangat itu pula yang memicu timbulnya rasa tanggung jawab dan disiplin yang tinggi," pungkas Hasan. (hidayat@seblak.net) (gik/bdh)
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Baca juga :
- Mahasiswa Unair Terpilih sebagai Country Manager NUS
- Ngobrol Fotografi Jurnalistik Bareng Pelajar dan Mahasiswa
- Ngobrol Fotografi Jurnalistik dari Zaman ke Zaman
- 10 Tim Cheerleader Adu Gaya
Iklan Mini
Catering:Eco Catering sedia paket utk karyawan dan Ibu rumah tangga di SDA dan SBY dgn hrg standar.Menu terdiri dari masakan khas jawa yang dijamin keunggulan rasanya.Info dilihat di http://www.ecocatering.blogdetik.com
Catering:Kami Eco Catering menyediakan paket katering untuk karyawan perkantoran maupun ibu rumah tangga di Sidoarjo dan Surabaya dengan harga standar.Menu yang kami sediakan untuk Anda terdiri dari masakan khas jawa yang dijamin keunggulan rasanya.Informasi dapat dilihat di http://www.ecocatering.blogdetik.com
Birojasa:Privat Balita(1-5th)Pintar Calistung Hub:081553124653/031-70818303
Kursus:Kursus Mobil"Sie Bersaudara"SIM+AJ Bs Malam Avanza Xenia Kijang Panther (031)5618484/5682491
Gudang:Jual Gudang Siap Pakai Fas Lkp Ex.Kosmetik 1000m2 Kendangsari Hub:03191364750
Selengkapnya
DETIKSURABAYA.COM
Jl. Jimerto 17 A Surabaya
Redaksi:
Email : redaksi[at]detiksurabaya.com
Telp/ Fax: 031 547 4465
Iklan & Promosi:
Telepon : 031 546 0475 | Faks : 031 547 4465
Email : iklan[at]detiksurabaya.com, event[at]detiksurabaya.com
Jl. Jimerto 17 A Surabaya
Redaksi:
Email : redaksi[at]detiksurabaya.com
Telp/ Fax: 031 547 4465
Iklan & Promosi:
Telepon : 031 546 0475 | Faks : 031 547 4465
Email : iklan[at]detiksurabaya.com, event[at]detiksurabaya.com


