Berita Lain

Indeks Berita

Gaya Hidup

Rabu, 16/05/2012 09:16

Fitness Atasi Hipertensi Turunan

Gb
Tekanan darah tinggi atau yang dikenal dengan hipertensi bisa menurun dalam keluarga. Jika Anda memiliki orang tua yang mengidap penyakit ini, Anda harus pintar-pintar mengantisipasinya.

Kuliner

Selasa, 08/05/2012 12:16

Mie Ayam Rambut Setan, Dijamin Bakal Berkeringat!

Gb
Nama seram kini menjadi trend di dunia kuliner Indonesia, sebut saja misalnya Rawon setan. Di Lamongan, kini muncul kuliner lain dari yang lain yakni Mie Ayam Rambut Setan. Pedas dan jamur tiramnya terasa menggigit.

Pelajar

Rabu, 09/05/2012 13:42

Siswa SMK Racik Mesin Penggiling 4 in 1

Gb
Kabar menggembirakan datang dari generasi muda kita, Siswa Menengah Kejuruan di Surabaya. Setelah menyelesaikan UN, para anak didik ini menciptakan sebuah tugas akhir yang berbentuk mesin penggiling 4 in 1.
Blog SurabayaDaftar blog | Login

Cari Penawaran Terbaik di Sini


Parikan

Arep Mbales PariKan? Klik di Sini
Selasa, 30/12/2008 10:36 WIB

Cuaca di Semeru Buruk, Pendaki Dibatasi Sampai Kali Mati

Harry Purwanto - detikSurabaya



Puncak Semeru/dephut
Lumajang - Balai Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) membatasi para pendaki yang akan menuju puncak Gunung Semeru sampai di Kali Mati. Hal ini disebabkan cuaca di kawah Joggring Saloko dan jalur pendakian kurang mendukung.

"Di puncak letusan vulkanik masih besar dan angin juga besar. Bisa menyebabkan badai," kata Jusman Kepala TNBTS Wilayah II Malang-Lumajang kepada detiksurabaya.com, Selasa (30/12/2008).

Kepada para pendaki yang tetap nekat mendaki Jusamn meminta mereka untuk mengenakan masker penutup hidung dan mulur. Alasannya abu vulkanik sangat berbahaya bagi kesehatan.

Para pendaki juga diharapkan mematuhi aturan pendakian demi keselamatan. "Pokoknya pendakian sampai di Kali Mati, Jika tetap memaksa mendaki sampai ke puncak, kami tidak akan bertanggung jawab," jelas Jusman.

Selain karena kondisi alam yang masih berbahaya, Yusman juga menjelaskan pendakian sampai di Kali Mati untuk menjaga ekossitem di jalur pendakian akibat guyuran hujan abu yang begitu besar.

"Dibutuhkan waktu recovery ekosistem biar bisa normal kembali," ungkap Jusman.


Hujan Abu Meluas

Sementara guyuran hujan abu yang terjadi sebulan terakhir ini meluas hingga ke sebagian wilayah Jember bagian barat. Daerah yang merasakan guyuran hujan abu vulkanik Gunung Semeru yakni, Kecamatan Sumber Baru dan Tanggul.

Kepala harian Satlak Penanggulangan Bencana Pemkab Lumajang Wisu Wasono Adi saat dihubungi detiksurabaya.com, Selasa (30/12/2008) mengatakan, hujan abu yang terasa di sebagian wilayah Jember dimungkinkan karena hembusan angin yang begitu kuat ke arah timur.

"Jadi jangan heran jika hujan abu menguyur di sebagian wilayah Jember," jelasnya. (bdh/bdh)



Share

Belum ada komentar yang masuk
Komentar kosong
The GREATEST mailinglist in East-Java. Informations, Entertainment, lifestyle, and others article. You named it we got it! Join now, detiksurabaya-subscribe@yahoogroups.com
Redaksi:
Email : redaksi[at]detiksurabaya.com
Jl. Jimerto No. 17 A Surabaya
Telp/ Fax: 031 547 4465

Informasi pemasangan iklan:
Email : sales[at]detik.com

Promosi / Event:
Hubungi: Gilang Permana Seta
Email: event[at]detiksurabaya.com
Telepon : 031 546 0475 | Faks : 031 547 4465