Forum Surabaya
- Gath yuk...... josephkosin
- Yang Suka Ke TP ... Mampi... erwin_pikko
- Alun-alun sidoarjo... Rizky
- Royal Plaza... Rizky
- Cafe Atoz... Rizky
- Lapangan Kodam Brawijaya... delila
Berita Lain
-
Rabu, 18/11/2009 09:53 WIB
Pulang ke Rumah, Pasutri Diseruduk Truk -
Senin, 16/11/2009 16:40 WIB
Polda Gelar Sosialisasi UU Lalu Lintas -
Jumat, 13/11/2009 14:08 WIB
Arif Afandi Pilih Bekerja Daripada Harus Gegeran -
Kamis, 12/11/2009 16:18 WIB
AA Sindikasi Banjir Permintaan Atribut Kampanye Arif Afandi -
Kamis, 12/11/2009 16:08 WIB
KSAL Resmikan Kesatrian Marinir Moekijat
Indeks Berita
Kamis, 30/10/2008 16:24 WIB
Sultan dan Gus Sholah Bicara Lunturnya Semangat Pemuda
Pengirim: Dian Laila - detikSurabaya

Surabaya -
Lunturnya semangat pemuda dalam Peringatan Sumpah Pemuda menjadi perbincangan menarik. Terutama pemuda saat ini dibanding 80 tahun silam sangat berbeda.
Stikomp Surabaya pun memberi ruang dialog bertema: "Setiap Propinsi Wajib Dijaga Sebagai Zona Damai Nasional Dalam Masyarakat Pluralisme dan Multikulturalisme", Kamis (30/10/2008).
Dalam dialog ini hadir tokoh nasional Sri Sultan Hamengku Buwono X serta adik Gus Dur, KH Salahuddin Wahid dan penyanyi yang kerap menyuarakan suara hati rakyat yakni Franky Sahilatua.
Sri Sultan yang diminta beberapa kalangan maju menjadi Capres mengatakan semangat pluralisme dan multikulturalisme sudah terbangun dalam masyarakat jauh sebelum proses Kebangkitan Nasional dan Sumpah Pemuda.
"Jauh sebelum itu (Sumpah Pemuda) yang ada dalam masing-masing masyarakat etnik, baik sebelum atau sesudah masuknya agama sudah terbentuk sebuah kearifan-kearifan tentang pemahaman multikultural dan pluralisme" terang Sri Sultan.
Malah Raja Kesultanan Yogyakarta ini mengaku setelah reformasi-lah pemahaman tentang persatuan dalam masyarakat yang pluralisme dan multikulturalisme ini malah terkikis.
Menurut alumnus Fakultas Hukum UGM ini, lunturnya semangat tersebut tak lepas dari kesalahan pemerintah sebelumnya. Tidak berhasil membangun nilai-nilai kearifan dalam semangat pluralisme dan multikulturalisme pada masyarakat kita yang multi etnis.
Senada dengan Sri Sultan, Gus Sholah (panggilan akrab Salahuddin Wahid) juga setuju bahwasannya lunturnya semangat pluralisme dan multikulturalisme di tengah masyarakat juga tak lepas dari kekeliruan pemahaman yang selama ini ada terlebih pada pemahaman keberagamaan.
Menurut tokoh Hak Asasi Manusia (HAM) Indonesia ini, sebenarnya kesenjangan yang ada pada etnis, agama dan keberagaman budaya di Indonesia tidak perlu menjadi persoalan. Malah yang terpenting dan harus mendapat perhatian serius adalah perbedaan yang menyebabkan kesenjangan antara si kaya dan si miskin.
"Kesenjangan inilah yang saat ini semakin menganga di Indonesia," urai Gus Sholah.
Nah untuk membangun sebuah kebersamaan itulah jurang kesenjangan antara si kaya dan si miskin, menurut Kyai kelahiran Jombang, 66 tahun yang lalu itu harus dipersempit. "Dan itulah yang salah satunya harus diupayakan oleh pemerintah," ujar Gus Sholah. (fat/fat)
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Sultan dan Gus Sholah Bicara Lunturnya Semangat Pemuda
Pengirim: Dian Laila - detikSurabaya

Stikomp Surabaya pun memberi ruang dialog bertema: "Setiap Propinsi Wajib Dijaga Sebagai Zona Damai Nasional Dalam Masyarakat Pluralisme dan Multikulturalisme", Kamis (30/10/2008).
Dalam dialog ini hadir tokoh nasional Sri Sultan Hamengku Buwono X serta adik Gus Dur, KH Salahuddin Wahid dan penyanyi yang kerap menyuarakan suara hati rakyat yakni Franky Sahilatua.
Sri Sultan yang diminta beberapa kalangan maju menjadi Capres mengatakan semangat pluralisme dan multikulturalisme sudah terbangun dalam masyarakat jauh sebelum proses Kebangkitan Nasional dan Sumpah Pemuda.
"Jauh sebelum itu (Sumpah Pemuda) yang ada dalam masing-masing masyarakat etnik, baik sebelum atau sesudah masuknya agama sudah terbentuk sebuah kearifan-kearifan tentang pemahaman multikultural dan pluralisme" terang Sri Sultan.
Malah Raja Kesultanan Yogyakarta ini mengaku setelah reformasi-lah pemahaman tentang persatuan dalam masyarakat yang pluralisme dan multikulturalisme ini malah terkikis.
Menurut alumnus Fakultas Hukum UGM ini, lunturnya semangat tersebut tak lepas dari kesalahan pemerintah sebelumnya. Tidak berhasil membangun nilai-nilai kearifan dalam semangat pluralisme dan multikulturalisme pada masyarakat kita yang multi etnis.
Senada dengan Sri Sultan, Gus Sholah (panggilan akrab Salahuddin Wahid) juga setuju bahwasannya lunturnya semangat pluralisme dan multikulturalisme di tengah masyarakat juga tak lepas dari kekeliruan pemahaman yang selama ini ada terlebih pada pemahaman keberagamaan.
Menurut tokoh Hak Asasi Manusia (HAM) Indonesia ini, sebenarnya kesenjangan yang ada pada etnis, agama dan keberagaman budaya di Indonesia tidak perlu menjadi persoalan. Malah yang terpenting dan harus mendapat perhatian serius adalah perbedaan yang menyebabkan kesenjangan antara si kaya dan si miskin.
"Kesenjangan inilah yang saat ini semakin menganga di Indonesia," urai Gus Sholah.
Nah untuk membangun sebuah kebersamaan itulah jurang kesenjangan antara si kaya dan si miskin, menurut Kyai kelahiran Jombang, 66 tahun yang lalu itu harus dipersempit. "Dan itulah yang salah satunya harus diupayakan oleh pemerintah," ujar Gus Sholah. (fat/fat)
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Komentar terkini (0 Komentar)
Belum ada komentar yang masuk
Baca juga :
Iklan Mini
Lowongan:DCR Karyawati Dibid.Fashion Dom.Ps.Atum Krm Lmr Ps.Atum ThpI Lt1-1165T H:0315025718
DNA:DNA Genteng Besar18 03170973237newGemini/5800/6300?bks99%e90fs(35)bb8900bsbfs(32/28)n86gX2mg(37)omnia/e71gbsb(25)e51(13)n95/n81/5610/6500c/s/s8300/BB8310/BB8700
Makanan:Angela Salad Buah Istimewa dan Pastel Goreng Istimewa Buktikan T.(031)5996429/77803380
Motor:V-IXION'09 TGN.I ABU2 SPT BARU (19jt) Rungkut Kidul Raya 22 T.081330040500 nego
AC:FRESH COOL Pusatnya Service AC Cleaning3Gratis1(25rb)Freon(75rb)Bgkr+Psg(100) Terjamin+Bergaransi+Puas T.0318720699
Selengkapnya
DETIKSURABAYA.COM
Jl. Jimerto 17 A Surabaya
Redaksi:
Email : redaksi[at]detiksurabaya.com
Telp/ Fax: 031 547 4465
Iklan & Promosi:
Telepon : 031 546 0475 | Faks : 031 547 4465
Email : iklan[at]detiksurabaya.com, event[at]detiksurabaya.com
Jl. Jimerto 17 A Surabaya
Redaksi:
Email : redaksi[at]detiksurabaya.com
Telp/ Fax: 031 547 4465
Iklan & Promosi:
Telepon : 031 546 0475 | Faks : 031 547 4465
Email : iklan[at]detiksurabaya.com, event[at]detiksurabaya.com




