Suroboyoan
- Detiker berbagi untuk Pen... wongsemprul
- ANDA MENGALAMI EJEKULASI ... kangpendi41
- Free...!!! 10 Tips Langsi... merlion
- [Khusus] Kenalan... henry9099
- selamat pagi... bukan_janda
- selamat siang... henry9099
Berita Lain
-
Selasa, 09/02/2010 20:38 WIB
Mie Instant Hasil Bajakan Diamankan -
Selasa, 09/02/2010 20:23 WIB
Pilwali Surabaya
Risma Makin Rajin 'Gerilya' di PDIP -
Selasa, 09/02/2010 17:56 WIB
Pilwali Surabaya
BM PAN Dukung Arif Afandi -
Selasa, 09/02/2010 17:45 WIB
Baksos DSC untuk Eka Putra
Dompet Amal Detikers Kumpulkan Rp 5,425 Juta -
Selasa, 09/02/2010 17:13 WIB
Sosialisasikan UU Lalin, Speaker Imbauan Dipasang di Perempatan Jalan
Indeks Berita
Senin, 20/10/2008 08:40 WIB
Fenomena Matahari Tepat di Equator Picu Hawa Lebih Panas
Steven Lenakoly - detikSurabaya

Suasana di Juanda/Budi Sugiarto
Surabaya -
Berbeda dengan hari biasanya, hari ini cuaca di Surabaya cukup panas dengan posisi matahari tegak lurus, Senin (20/10/2008). Mulai pukul 06.00 WIB hawa sudah mulai panas dan posisi matahari lebih tinggi dibandingkan waktu yang sama di hari-hari biasa. Matahari juga berpijar lebih terang dibandingkan hari-hari lainnya.
Menurut Badan Meteorologi dan Geofisika (BMG) Juanda Surabaya, ini adalah salah satu fenomena alam. Dan terjadi satu kali dalam setahun. Fenomena ini terjadi pada saat matahari berada di atas garis equator.
"Siklus ini terjadi sekali dalam setahun ketika pergerakan matahari tepat berada di atas equator Indonesia," kata prakirawan BMG Juanda Taufik kepada detiksurabaya.com saat dihubungi lewt telepon.
Sementara sebelum pukul 12.00 WIB nanti, kata Taufik, cahaya matahari di atas kepala kita dan tidak akan menimbulkan bayangan.
Menurut dia, akibat fenomena alam ini suhu udara lebih panas. Suhu mencapai angka 37 derajat Celcius dan ditambah dengan tidak adanya awan. Puncaknya mulai pukul 12.00 WIB hingga 13.00 WIB.
"Sinar matahari terik tidak ada awan. Angin juga tidak bertiup kencang dan ini menambah suhu semakin panas," ujarnya. (wln/fat)
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Fenomena Matahari Tepat di Equator Picu Hawa Lebih Panas
Steven Lenakoly - detikSurabaya

Suasana di Juanda/Budi Sugiarto
Menurut Badan Meteorologi dan Geofisika (BMG) Juanda Surabaya, ini adalah salah satu fenomena alam. Dan terjadi satu kali dalam setahun. Fenomena ini terjadi pada saat matahari berada di atas garis equator.
"Siklus ini terjadi sekali dalam setahun ketika pergerakan matahari tepat berada di atas equator Indonesia," kata prakirawan BMG Juanda Taufik kepada detiksurabaya.com saat dihubungi lewt telepon.
Sementara sebelum pukul 12.00 WIB nanti, kata Taufik, cahaya matahari di atas kepala kita dan tidak akan menimbulkan bayangan.
Menurut dia, akibat fenomena alam ini suhu udara lebih panas. Suhu mencapai angka 37 derajat Celcius dan ditambah dengan tidak adanya awan. Puncaknya mulai pukul 12.00 WIB hingga 13.00 WIB.
"Sinar matahari terik tidak ada awan. Angin juga tidak bertiup kencang dan ini menambah suhu semakin panas," ujarnya. (wln/fat)
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Komentar terkini (11 Komentar)
Baca juga :
- Suhu Puncak Panas Pada 37 Derajat Celcius
- Pesan Wawali Surabaya di Tengah Fenomena Alam
- Suhu Panas, PMK Siaga Kebakaran Alang-alang
- Puncak Panas Surabaya 20-21 Oktober
DETIKSURABAYA.COM
Jl. Jimerto 17 A Surabaya
Redaksi:
Email : redaksi[at]detiksurabaya.com
Telp/ Fax: 031 547 4465
Iklan & Promosi:
Telepon : 031 546 0475 | Faks : 031 547 4465
Email : iklan[at]detiksurabaya.com, event[at]detiksurabaya.com
Jl. Jimerto 17 A Surabaya
Redaksi:
Email : redaksi[at]detiksurabaya.com
Telp/ Fax: 031 547 4465
Iklan & Promosi:
Telepon : 031 546 0475 | Faks : 031 547 4465
Email : iklan[at]detiksurabaya.com, event[at]detiksurabaya.com


