Suroboyoan
- Seminar International Pen... pendidikan
- Slm bwt detikers smua dh ... atiqfitro
- Tambah Sepi... cak_roy
- selamat pagi... bukan_janda
- selamat siang... henry9099
- selamat malam............ henry9099
Berita Lain
-
Rabu, 25/11/2009 16:19 WIB
Ribuan Lubang Tambang Emas Ilegal Dimusnahkan -
Rabu, 25/11/2009 14:41 WIB
Pelaku Pelindas Anak ke KA Divonis 10 Tahun Penjara -
Rabu, 25/11/2009 12:31 WIB
Landasan Pacu Lanud Berlubang
46 Hari Ditutup, Bandara Abdulrachman Saleh Dibuka -
Rabu, 25/11/2009 12:25 WIB
Bisnis Syahwat di Sumenep
PSK 'Menghilang' Saat Razia Digelar -
Rabu, 25/11/2009 12:19 WIB
Dibacok Orang Tak Dikenal, Mulut Mandor Robek 15 Cm
Indeks Berita
Selasa, 07/10/2008 14:17 WIB
Demi Bayar Utang, Kakak Beradik Nekat Jual Diri
Irwan Yulianto - detikSurabaya

Razia PSK di Situbondo/Irwan Yulianto
Situbondo -
Usai Lebaran, praktek prostitusi di kawasan warung remang di Desa Kotakan, Situbondo, Jatim, kembali marak. Sedikitnya 6 PSK yang baru datang dari kampung dan kembali 'berjualan' berhasil digaruk petugas Satpol PP, Selasa (9/10/2008).
Ironisnya, diantara penjual jasa seks instan yang terjaring razia tersebut, dua diantaranya adalah kakak-beradik. Yakni, Fitriyah (26) dan Fatimah (19). Keduanya tercatat sebagai warga Sukowono, Jember.
"Kami baru saja balik dari kampung halaman sehabis berlebaran dengan sanak keluarga. Uang sudah habis untuk berlebaran dan kami ingin kembali bekerja," tutur Fitriyah, kakak kandung Fatimah.
Janda beranak dua ini juga mengaku, kalau uang yang didapat dari jerih payahnya sebagai PSK selama ini digunakan untuk membiayai pendidikan kedua anaknya serta orangtuanya yang sudah jompo. "Saya sengaja mengajak adik saya untuk bekerja sebagai PSK juga, karena utang kami di kampung masih menumpuk," isak wanita berambut sebahu ini.
Selain kedua pasangan kakak-beradik di atas, Satpol PP juga menggelandang empat PSK
lain yang biasa mangkal di lokalisasi liar Kotakan yang di kalangan pria hidung belang disebut 'Lembah Nista'. Masing-masing Yuliatin (19) warga Kalisat Jember, Yana (25) warga Sukosari Bondowoso, Lilis (22) warga Jatiroto Lumajang dan Ira (29) warga Patrang Jember.
Kepala Kantor Satpol PP Situbondo Khusairi menyatakan bahwa selain razia PSK di sejumlah lokalisasi liar, pihaknya juga mengintensifkan penertiban para PKL yang dinilai menganggu dan mengotori kawasan Kota Situbondo.
"Rata-rata para PSK yang terjaring razia penertiban adalah wajah lama. Mereka sudah berulangkali kita tangkap dan kita kembalikan ke kampung halamannya. Namun mereka masih nekat kembali bekerja di Situbondo," tegasnya. (bdh/bdh)
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Demi Bayar Utang, Kakak Beradik Nekat Jual Diri
Irwan Yulianto - detikSurabaya

Razia PSK di Situbondo/Irwan Yulianto
Ironisnya, diantara penjual jasa seks instan yang terjaring razia tersebut, dua diantaranya adalah kakak-beradik. Yakni, Fitriyah (26) dan Fatimah (19). Keduanya tercatat sebagai warga Sukowono, Jember.
"Kami baru saja balik dari kampung halaman sehabis berlebaran dengan sanak keluarga. Uang sudah habis untuk berlebaran dan kami ingin kembali bekerja," tutur Fitriyah, kakak kandung Fatimah.
Janda beranak dua ini juga mengaku, kalau uang yang didapat dari jerih payahnya sebagai PSK selama ini digunakan untuk membiayai pendidikan kedua anaknya serta orangtuanya yang sudah jompo. "Saya sengaja mengajak adik saya untuk bekerja sebagai PSK juga, karena utang kami di kampung masih menumpuk," isak wanita berambut sebahu ini.
Selain kedua pasangan kakak-beradik di atas, Satpol PP juga menggelandang empat PSK
lain yang biasa mangkal di lokalisasi liar Kotakan yang di kalangan pria hidung belang disebut 'Lembah Nista'. Masing-masing Yuliatin (19) warga Kalisat Jember, Yana (25) warga Sukosari Bondowoso, Lilis (22) warga Jatiroto Lumajang dan Ira (29) warga Patrang Jember.
Kepala Kantor Satpol PP Situbondo Khusairi menyatakan bahwa selain razia PSK di sejumlah lokalisasi liar, pihaknya juga mengintensifkan penertiban para PKL yang dinilai menganggu dan mengotori kawasan Kota Situbondo.
"Rata-rata para PSK yang terjaring razia penertiban adalah wajah lama. Mereka sudah berulangkali kita tangkap dan kita kembalikan ke kampung halamannya. Namun mereka masih nekat kembali bekerja di Situbondo," tegasnya. (bdh/bdh)
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Komentar terkini (3 Komentar)
Baca juga :
- 7 Pasangan Selingkuh Diamankan Operasi Pekat Garam
- Siang Bolong Layani Hidung Belang, 8 PSK Digaruk
- Bandel 'Jualan' Saat Ramadan, 6 PSK Lumajang Diamankan
- Omzet Terjun Bebas, PSK Sumenep Jualan Takjil
Iklan Mini
Lowongan:DCR Karyawati Dibid.Fashion Dom.Ps.Atum Krm Lmr Ps.Atum ThpI Lt1-1165T H:0315025718
DNA:DNA Genteng Besar18 03170973237newGemini/5800/6300?bks99%e90fs(35)bb8900bsbfs(32/28)n86gX2mg(37)omnia/e71gbsb(25)e51(13)n95/n81/5610/6500c/s/s8300/BB8310/BB8700
Makanan:Angela Salad Buah Istimewa dan Pastel Goreng Istimewa Buktikan T.(031)5996429/77803380
Motor:V-IXION'09 TGN.I ABU2 SPT BARU (19jt) Rungkut Kidul Raya 22 T.081330040500 nego
AC:FRESH COOL Pusatnya Service AC Cleaning3Gratis1(25rb)Freon(75rb)Bgkr+Psg(100) Terjamin+Bergaransi+Puas T.0318720699
Selengkapnya
DETIKSURABAYA.COM
Jl. Jimerto 17 A Surabaya
Redaksi:
Email : redaksi[at]detiksurabaya.com
Telp/ Fax: 031 547 4465
Iklan & Promosi:
Telepon : 031 546 0475 | Faks : 031 547 4465
Email : iklan[at]detiksurabaya.com, event[at]detiksurabaya.com
Jl. Jimerto 17 A Surabaya
Redaksi:
Email : redaksi[at]detiksurabaya.com
Telp/ Fax: 031 547 4465
Iklan & Promosi:
Telepon : 031 546 0475 | Faks : 031 547 4465
Email : iklan[at]detiksurabaya.com, event[at]detiksurabaya.com




