Suroboyoan
- Detiker berbagi untuk Pen... wongsemprul
- ANDA MENGALAMI EJEKULASI ... kangpendi41
- Free...!!! 10 Tips Langsi... merlion
- [Khusus] Kenalan... henry9099
- selamat pagi... bukan_janda
- selamat siang... henry9099
Berita Lain
-
Selasa, 09/02/2010 18:03 WIB
Sempat Disandera, Bayi Meninggal di RS Dibawa Pulang -
Selasa, 09/02/2010 16:34 WIB
Peneliti Australia Teliti Hiu Tutul di Probolinggo -
Selasa, 09/02/2010 16:22 WIB
Nelayan Madura Tangkap Dua Kapal Pukat Harimau -
Selasa, 09/02/2010 15:47 WIB
Suporter Persik Kediri Tawuran, 1 Orang Kritis -
Selasa, 09/02/2010 15:23 WIB
Wartawan di Banyuwangi Jadi Korban Perampokan
Indeks Berita
Selasa, 23/09/2008 12:09 WIB
TKW Tewas Disiksa di Suriah
Wajah Penuh Luka, Bobot Suniah Hanya 22 Kg
Ardi Yanuar - detikSurabaya
Pamekasan -
Malang benar nasib Suniah (35). Tenaga kerja Wanita (TKW) asal Desa Potoan Daya, Kecamatan Palengaan, Kabupaten Pamekasan MAdura itu, meninggal dengan kondisi mengenaskan. Berat tubuhnya turun drastis dari 42 Kg saat berangkat, menjadi hanya 22 kg.
Wajahnya juga penuh luka, lantaran sering disiksa oleh majikannya di kota Damaskus, Suriah. Informasinya pihak Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Damaskus, sedang mengupayakan pemulangan jenasah Suniah ke kampung halamannya di Madura.
Sejak kabar kematian Suniah merebak, Haji Samsul (52), paman Suniah, langsung berangkat ke Jakarta menemui PJTKI yang memberangkatkan keponakannya itu. PJTKI yang memberangkatkan Suniah ke Damaskus adalah PT. Bayu Satria Dewi (BSD).
"Di kantor pengerah tenaga kerja itulah, saya sempat membaca hasil visum kematian Suniah," kata Samsul saat dihubungi ponselnya, Selasa (23/9/2008). Samsul mengaku saat ini sedang di Jakarta.
Dalam visum yang diikirimkan ke kantor PT BSD itu, menyebutkan, wajah Suniah penuh luka karena siksaan. Bobot tubuhnya saat meninggal hanya 22 kg, dan ada tulang rusuk yang patah.
Menurut Samsul, 22 hari sebelum Suniah meninggal, kedua majikannya mengirimnya ke Kantor KBRI di Damaskus. Suniah sempat dirawat di kantor KBRI. Namun karena sakitnya bertambah parah, akhirnya Suniah dibawa ke rumah sakit di Damaskus.
"Sayang, dalam perjalanan menuju rumah sakit, Suniah akhirnya meninggal dunia," tutur Samsul. Dalam visum itu, disebutkan Suniah meninggal pada hari Minggu, 7 September lalu.
Penuturan Samsul itu, berdasarkan surat hasil investigasi KBRI di Damaskus, yang juga difaks ke kantor PT BSD. Dalam surat itu, disebutkan penganiayaan dilakukan Mr Ammar Mahmud (43) dan istrinya, Najoud (40).
Selama 26 bulan bekerja di rumah Ammar dan Najoud itu, Sutiah diperlakukan tak manusiawi. Makan sehari-hari hanya dijatah sekali makan, malah sering tak diberi makan. Jika Sutiah melakukan kesalahan kerja, maka kedua majikannya itu dengan bengis menyiksanya. Tak jarang Suniah dikurung dalam kamarnya selama berhari-hari.
"Karena perlakuan majikannya telah melanggar hukum, aparat kedutaan Indonesia di Damaskus akan melakukan penuntutan," imbuh Samsul. Kepada staf kedutaan, kedua majikan Suniah berjanji akan melunasi upah selama 26 bulan. Nilainya sekitar Rp 24 juta.
"Gaji pembantu di Suriah memang murah, jauh dibawah upah pembantu di Arab Saudi," kata samsul, yang mengaku pernah bekerja cukup lama di Arab Saudi.
Secara terpisah, Kepala Desa Potoan Daya, Fatorahman, mengatakan, keluarga Suniah telah menggali makam. Kuburan Suniah, berlokasi di sisi timur makam ibunya. Menurut Fatorahman, keluarga korban berharap agar secepatnya jenasah Suniah diberangkatkan ke Madura.
Sejak menerima kabar duka itu, keluarga Suniah juga telah menggelar tahlilan usai salat tarawih. (gik/gik)
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
TKW Tewas Disiksa di Suriah
Wajah Penuh Luka, Bobot Suniah Hanya 22 Kg
Ardi Yanuar - detikSurabaya
Wajahnya juga penuh luka, lantaran sering disiksa oleh majikannya di kota Damaskus, Suriah. Informasinya pihak Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Damaskus, sedang mengupayakan pemulangan jenasah Suniah ke kampung halamannya di Madura.
Sejak kabar kematian Suniah merebak, Haji Samsul (52), paman Suniah, langsung berangkat ke Jakarta menemui PJTKI yang memberangkatkan keponakannya itu. PJTKI yang memberangkatkan Suniah ke Damaskus adalah PT. Bayu Satria Dewi (BSD).
"Di kantor pengerah tenaga kerja itulah, saya sempat membaca hasil visum kematian Suniah," kata Samsul saat dihubungi ponselnya, Selasa (23/9/2008). Samsul mengaku saat ini sedang di Jakarta.
Dalam visum yang diikirimkan ke kantor PT BSD itu, menyebutkan, wajah Suniah penuh luka karena siksaan. Bobot tubuhnya saat meninggal hanya 22 kg, dan ada tulang rusuk yang patah.
Menurut Samsul, 22 hari sebelum Suniah meninggal, kedua majikannya mengirimnya ke Kantor KBRI di Damaskus. Suniah sempat dirawat di kantor KBRI. Namun karena sakitnya bertambah parah, akhirnya Suniah dibawa ke rumah sakit di Damaskus.
"Sayang, dalam perjalanan menuju rumah sakit, Suniah akhirnya meninggal dunia," tutur Samsul. Dalam visum itu, disebutkan Suniah meninggal pada hari Minggu, 7 September lalu.
Penuturan Samsul itu, berdasarkan surat hasil investigasi KBRI di Damaskus, yang juga difaks ke kantor PT BSD. Dalam surat itu, disebutkan penganiayaan dilakukan Mr Ammar Mahmud (43) dan istrinya, Najoud (40).
Selama 26 bulan bekerja di rumah Ammar dan Najoud itu, Sutiah diperlakukan tak manusiawi. Makan sehari-hari hanya dijatah sekali makan, malah sering tak diberi makan. Jika Sutiah melakukan kesalahan kerja, maka kedua majikannya itu dengan bengis menyiksanya. Tak jarang Suniah dikurung dalam kamarnya selama berhari-hari.
"Karena perlakuan majikannya telah melanggar hukum, aparat kedutaan Indonesia di Damaskus akan melakukan penuntutan," imbuh Samsul. Kepada staf kedutaan, kedua majikan Suniah berjanji akan melunasi upah selama 26 bulan. Nilainya sekitar Rp 24 juta.
"Gaji pembantu di Suriah memang murah, jauh dibawah upah pembantu di Arab Saudi," kata samsul, yang mengaku pernah bekerja cukup lama di Arab Saudi.
Secara terpisah, Kepala Desa Potoan Daya, Fatorahman, mengatakan, keluarga Suniah telah menggali makam. Kuburan Suniah, berlokasi di sisi timur makam ibunya. Menurut Fatorahman, keluarga korban berharap agar secepatnya jenasah Suniah diberangkatkan ke Madura.
Sejak menerima kabar duka itu, keluarga Suniah juga telah menggelar tahlilan usai salat tarawih. (gik/gik)
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Komentar terkini (6 Komentar)
Baca juga :
- TKI Tewas Misterius di Suriah
- Pengiriman 24 TKI Ilegal di Situbondo Digagalkan
- Lagi-lagi TKW Asal Jatim Jadi Korban Keganasan Majikan
- Diduga Putus Cinta, Yeni Asli Kediri Gantung Diri di Singapura
DETIKSURABAYA.COM
Jl. Jimerto 17 A Surabaya
Redaksi:
Email : redaksi[at]detiksurabaya.com
Telp/ Fax: 031 547 4465
Iklan & Promosi:
Telepon : 031 546 0475 | Faks : 031 547 4465
Email : iklan[at]detiksurabaya.com, event[at]detiksurabaya.com
Jl. Jimerto 17 A Surabaya
Redaksi:
Email : redaksi[at]detiksurabaya.com
Telp/ Fax: 031 547 4465
Iklan & Promosi:
Telepon : 031 546 0475 | Faks : 031 547 4465
Email : iklan[at]detiksurabaya.com, event[at]detiksurabaya.com


